Cara Memilih Abon Sapi dan Abon Ikan yang Enak dan Aman

Diposting pada

Abon sapi merupakan sajian yang tahan lama sehingga bisa menjadi simpanan lauk yang lezat kapan saja. Selain itu, abon juga memiliki rasa yang enak, bergizi, dan praktis dibawa kemana-mana. Bumbunya yang kaya rempah juga sangat sesuai dengan lidah orang Indonesia.

Saat ini, tak hanya abon sapi saja yang tersedia di pasaran. Melainkan juga ada olahan daging lain seperti ikan untuk dijadikan abon. Dikarenakan harga abon sapi dan abon ikan cenderung mahal, tentu Anda tidak boleh memilih sembarang merek. Anda harus memilih yang benar-benar berkualitas dan tentu saja mempunyai cita rasa yang enak.

Abon Sapi

Jika Anda masih bingung bagaimana cara menentukan kualitas abon sapi dan abon ikan yang baik, yuk, simak pembahasannya di bawah ini!

1. Perhatikan Tekstur Serat

Anda harus bisa membedakan tekstur antara abon sapi dan abon ikan. Nah, jika pada abon sapi, teksturnya kasar, maka abon ikan justru lebih lembut. Nah, saat memilih abon ikan, sebaiknya jangan pilih yang teksturnya kasar. Sebab, tekstur kasar tersebut biasanya dikarenakan adanya bahan campuran seperti bawang goreng. 

Tekstur abon ikan yang kasar biasanya menyebabkan abon tidak memiliki cita rasa yang khas dan lezat.

2. Cek Warnanya

Warna abon yang baik adalah coklat keemasan yang mengkilat dan tidak kusam. Abon dengan warna yang baik menentukan apakah proses pembuatannya sudah benar atau belum.

3. Jangan Beli Abon Curah

Anda sangat tidak disarankan membeli abon yang dijual di pasar tanpa adanya kode produksi, tanggal expired, dan keterangan produksi lainnya. Abon daging sapi dan ikan curah biasanya tidak mampu bertahan lama karena pengemasannya tidak sesuai standar. Jikapun mampu bertahan lama, biasanya menggunakan pengawet. Untuk itu, Anda wajib berhati-hati.

4. Lihat Adakah Cairan dan Minyak pada Dasar Kemasan

Apabila abon sapi yang Anda beli terdapat cairan maupun minyak di dasar kemasan, maka artinya, proses pengeringannya tidak terlalu menyeluruh. Abon dengan tekstur seperti ini akan membuatnya mudah bau. Selain itu, pada sisi timbangan, abon juga menjadi lebih berat karena teksturnya yang lembap.

5. Lihat lah Kandungan Bahan dan Komposisinya

Anda juga harus memastikan komposisi yang ada di dalam abon. Apakah ada kandungan seperti pengawet atau tidak. Sebab, pada dasarnya, abon sapi dan ikan yang diproses dengan baik sudah sangat awet meskipun tanpa menggunakan pengawet.

6. Beli Abon dengan BPOM dan Sertifikat Halal

Abon sapi yang berkualitas baik tentu sudah lolos pemeriksaan oleh Dinas Kesehatan, sehingga terjamin kebersihan dan komposisinya. Sedangkan sertifikat halal dari MUI adalah tanda bahwa abon sapi tidak mengandung bahan yang tidak diperbolehkan dikonsumsi oleh orang Islam.

Anda harus berhati-hati saat membeli abon yang diinginkan. Jangan tergiur dengan harga abon sapi dan ikan yang murah. Sebab, bisa jadi abon tersebut tidak diproses dengan baik dan higienis. Semoga bermanfaat.

Silahkan berkomentar