Bertani dan Beternak Di Era Pandemi Covid 19

Diposting pada

Kampanye untuk “dirumah saja” atau “stay at home” terus di gulirkan, baik dari pemerintah, maupun gerakan sosial masayarakat. Aksi ini untuk mengurangi atau menekan tren penyebaran virus covid 19 di Indonesia. Ancaman virus yangg yang berasal dari China (Wuhan) ini bisa menyerang siapa saja. Jika sudah terjangkit, bisa berpotensi meninggal dunia.

Karena banyak orang di rumah saja, maka mengisi waktu dengan kegiatan yang produktif menjadi pilihan cerdas. Ada yang menulis, banyak membaca buku, menghafal al quran dan lain – lain. Di sisi lain ada yang coba bertani dan Beternak Di pekarangan rumah yang sangat terbatas namun tetap bisa di gunakan.

Bagi yang sudah punya pengetahuan bercocok tanam dan beternak, maka kegiatan tersebut bukan suatu yang mengejutkan. Mereka bisa dengan mudah melakukannya meski dengan lokasi lahan yang terbatas. Namun hal ini tidak berlaku bagi mereka yang belum punya pengetahuan dalam bercocok tanam dan beternak. Mereka akan mengalami kegamangan dalam melakukannya. Lalu apa solusinya?

aquaponik via google image

Bersyukur kita sekarang ini sudah bisa mengakses informasi dengan mudah melalui jaringan internet. Karena banyak user internet yang berbagi tips atau cara bertani dipahan sempit serta beternak hewan apa saja, seperti budi daya ikan, pelihara ayam dan hewan lainnya.

Ini kesempatan baik bagi siapa saja. Mereka tetap bisa menikmati asyiknya bercocok tanam dengan cara konvensional atau hidroponik. Dengan modal ember saja kita sudah bisa bercocok tanam sekaligus pelihara ikan yang dikenal dengan istilah budidaya ikan dalam ember (budikdamber). Panduannya berseliweran di sosial media.

Begitu juga dengan istilah baru yang dikenal dengan akuaponik. Sebuah sistem bertani dengan mensinergikan peliharaan ikan dengan tanaman sayur. Dimana air kolam ikan menjadi pupuk cair bagi tanaman. Hasilnya sangat memuaskan karena jauh daripada pengaruh kimia alias organik. Tanaman sayur yang bisa di tanam mulai dari kangkung, sawi, bayam, packcoy dan masih banyak lagi jenis tanaman yang cocok dengan sistem akuaponik.

Kelebihan dari akuaponik, petani bisa panen secara ganda, bisa panen sayuran dan sekaligus panen ikan. Dan kabar baiknya, pertanian sistem ini bisa diterapkan pada lahan sempit seperti pekarangan rumah atau halaman belakang rumah. Jadi modal yang dibutuhkan tidaklah besar.

Menggali informasi tentang bertani dan beternak dari komunikasi daring bisa disebut secara tidak langsung adalah menerapkan proses belajar daring yang saat ini di aplikasikan juga di banyak instansi pendidikan. Belajar online tanpa murid (siswa) harus datang ke sekolah dilakukan akibat dari pandemi covid 19.

Kembali kepada bertani dan beternak dari rumah yang sejatinya bisa dipelajari secara mudah. Bahkan tidak sedikit yang mencoba merubah pertanian dan peternakan kota ini sebagai industri bisnis guna menambah penghasilan rumah tangga yang berdampak akibat pandemi.

Ayo mulai bertani dan beternak sekarang juga!

Silahkan berkomentar