Sejarah Tari Serimpi dan 4 Keunikannya Yang Bikin Geleng Kepala

Diposting pada

Sejarah tari serimpi yang berasal dari provinsi Jawa Tengah sangat menarik untuk kami sampaikan pada kesempatan kali ini. Lebih tepatnya, tari tradisional Jawa Tengah ini berasal dari Yogyakarta. Pada artikel ini, kita akan bahas mengenai ulasan histori dan apa saja hal unik yang ada pada tari Serimpi. Tentunya, jika memungkinkan kita akan bahas hal lainnya.

Sejak dari zaman kuno, tari adat Serimpi sudah mempunyai kedudukan yang istimewa di keraton-keraton Jawa dan tidak dapat disamakan dengan tari pentas yang lain karena sifatnya yang sakral. Ada aturan yang berlaku ketika itu, bahwa tari ini hanya boleh dipentaskan oleh orang-orang yang dipilih keraton. Serimpi memiliki tingkat kesakralan yang sama dengan pusaka atau benda-benda yang melambang kekuasaan raja yang berasal dari zaman Jawa Hindu, meskipun sifatnya tidak sesakral tari Bedhaya.

Seiring berjalannya waktu, tari Serimpi telah banyak mengalami perkembangan, di antaranya durasi waktu pementasan antara yang dulu dengan sekarang. Kini salah satu kesenian yang berasal dari Jawa Tengah ini dikembangkan menjadi beberapa varian baru dengan durasi pertunjukan yang semakin singkat. Sebagai contoh Srimpi Anglirmendhung menjadi 11 menit dan juga Srimpi Gondokusumo menjadi 15 menit yang awal penyajiannya berdurasi kurang lebih 60 menit. Tidak tahu apa alasannya kenapa dipersingkat durasi pementasannya.

Tari Serimpi via factsofindonesia

Sejarah

Sumber untuk menyampaikan sejarah tentang tari Serimpi banyak tersedia. Anda bisa membaca melalui buku, diskusi dengan guru atau teman sekolah, atau Anda bisa akses komunikasi Daring yang saat ini sedang tren. Apapun sumber Anda untuk mencari informasi sejarah, pastinya sumbernya bisa dipertanggung jawabkan.

Lihat: Sejarah Tari Merak

Hadirnya tari Serimpi awalnya dari masa kejayaan Kerajaan Mataram saat Sultan Agung memerintah pada tahun 1613-1646. Tarian ini dianggap sakral karena hanya dipentaskan dalam lingkungan keraton untuk ritual kenegaraan sampai peringatan kenaikan tahta sultan. Kemudian pada tahun 1775 Kerajaan Mataram pecah menjadi Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta.Perpecahan tersebut berimbas pada tari Serimpi sehingga terjadi perbedaan gerakan, walaupun inti dari tariannya masih sama. Tari ini muncul di lingkungan keraton Surakarta sekitar tahun 1788-1820. Dan mulai tahun 1920-an dan seterusnya, latihan tari klasik ini dimasukkan ke dalam mata pelajaran Taman-taman siswa Yogyakarta dan dalam perkumpulan tari serta karawitan Krida Beksa Wirama. Pasca ndonesia merdeka, tari ini kemudian juga diajarkan di akademi-akademi seni tari dan karawitan pemerintah, baik di Solo maupun di Yogyakarta.

Lihat: Sejarah Tari Tor Tor

Bentuk serimpi tertua menurut sumber tertulis, diciptakan oleh Sri Pakubuwana V pada tahun Jawa 1748 atau sekitar tahun 1820-1823, yakni Serimpi Ludiramadu. Tari ini diciptakan olehnya untuk mengenang ibunya yang berdarah Madura. Untuk bentuk terbaru serimpi adalah Serimpi Pondelori, gubahan para guru perkumpulan tari Yogyakarta, kemudian ada Among Beksa yang dipentaskan oleh delapan orang penari dengan mengambil tema Menak.

Serimpi Pondelori sendiri adalah suatu bentuk tari Serimpi khas Yogyakarta yang dipentaskan oleh empat orang. Isi dari pementasannya adalah sebuah pertengkaran antara Dewi Sirtupilaeli dan Dewi Sudarawerti yang memperebutkan cinta dari Wong Agung Jayengrana, pangeran dari negeri Arab. Di akhir cerita tidak terjadi kekalahan maupun kemenangan karena dua kubu yang berseteru akhirnya semua dinikahi oleh pangeran.

Yang membuat unik adalah, macam – macam nama tari Serimpi lahir, ada tari Serimpi Tiongkok. Yang membedakan dari tari ini adalah penarinya mengenakan baju khas orang Tionghoa. Pada umumnya tari yang satu ini dibawakan di Istana Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Tidak cuma itu saja, ada juga tari Serimpi Pamugrari, alasan penamaan ini karena musik pengiringnya menggunakan gending pramugari. Untuk senjata tradisional yang dibawa saat menari adalah pistol.

Lihat: Sejarah Tari Pendet

Gambar Tari Serimpi via Wikimedia

Mungkin Anda bertanya tentang arti dari tari Serimpi. Berdasarkan lansiran wikipedia, pada awalnya tari ini bernama Srimpi Sangopati yang merujuk pada suatu pengertian, yakni calon pengganti raja. Namun, Serimpi sendiri juga mempunyai arti perempuan. Pendapat yang lain, menurut Dr. Priyono, nama serimpi dapat dikaitkan ke akar kata “impi” atau mimpi. Maksudnya adalah ketika menyaksikan tarian lemah gemulai sepanjang 3/4 hingga 1 jam itu, para penonton seperti dibawa ke alam lain, yakni alam mimpi.

4 Keunikan Tari Serimpi

Berikut ini penjelasan dan ulasan tentang apa saja keunikan tari Serimpi. Selamat membaca.

1. Penari yang Tampil Hanya Empat Orang

Jika tari Saman bisa dimainkan dengan banyak penari, maka beda dengan tari Serimpi yang hanya bisa dibawakan oleh empat orang saja. Sampai tulisan ini diturunkan, kami belum bisa memahami apa alasannya. Jika pembaca ada yang tahu, silahkan sampaikan dengan menulis pada kolom komentar. Dalam pembahasan suatu topik termasuk tari Serimpi, kami selalu mengedepankan diskusi, tidak monolog sifatnya.

2. Mempunyai Kedudukan Khusus Di Keraton

Mungkin karena berhubungan dengan sejarahnya. Dimana kerajaan Mataram yang melahirkan tarian ini dan memang difungsikan untuk menghibur di wilayah kerajaan. Makanya, tari serimpi mempunyai kedudukan yang beda dengan tarian tradisional lainnya.

Alasan lain adalah, pecahnya kerajaan Mataram yang berdampak pada pecahnya tari Serimpi sehingga menjadikannya memiliki posisi yang strategis di mata keraton Yogyakarta dan Surakarta. Atau karena tarian ini hadir dari Jawa Hindu yang sangat mengakar budayanya di Jawa ketika itu.

3. Bersifat Sakral

Ada pengkultusan di tari Serimpi. Hal ini yang menyebabkan sifatnya jadi Sakral. Ada yang menyatakan maksud sakral adalah keramat. Tetapi pendapat lain menyebutkan sakral mempunyai arti suci. Yang pasti kerajaan Mataram ketika itu mempunyai alasan kenapa tari Serimpi dijadikan acara yang sakral sifatnya.

Biasanya, hal yang bersifat sakral akan memberikan dampak usai tarian tersebut digelar. Tidak tahu apa dampaknya dari pagelaran tari serimpi ini. Jika hanya sebatas hiburan semata, kenapa harus dijadikan sesuatu yang sakral? Jawabnya: Disitulah uniknya.

4. Dibawakan Oleh Orang Pilihan

Ada pihak yang menentukan siapa saja yang bisa membawakan atau mementaskan tarian Serimpi ini. Orang yang berjumlah 4 orang itu tidaklah semabarang dipilih dan diseleksi. Karena ada proses seleksi yang ketat. Adapun kriteria untuk menjadi penari serimpi ini benar – benar rahasia, hanya orang tertentu saja yang bisa mengetahuinya. Pada zaman dahulu banyak orang yang ingin jadi penari serimpi ini. Namun karena syaratnya cukup berat, maka sedikit orang saja yang bisa lulus seleksi.

Lihat juga: Sejarah Tari Piring

Demikianlah uraian dan penjelasan tentang sejarah tari Serimpi dilengkapi dengan beberapa poin keunikannya yang wajib kita ketahui sebagai warga negara Indonesia yang baik. Jika ada saran dan kritik jangan sungkan untuk disampaikan kepada kami. Terima kasih atas kehadirannya. Semoga sehat selalu ya.

Oh iya, jika Anda hendak main – main ke daerah Jogjakarta guna mengenal lebih jauh tentang tari Serimpi, kami sudah mempublikasikan alamat rental mobil Jogja beberapa waktu lalu di blog ini.

2 komentar

Silahkan berkomentar