Pola Lantai Tari Saman dan Makna serta Penjelasannya

Diposting pada

Sudah tahukah Anda pola lantai yang digunakan oleh tari Saman yang berasal dari Aceh ini? Jika belum tahu, melalui informasi ini kami akan menyampikannya kepada Anda tentang pola lantai tari Saman dan makna serta penjelasannya yang lengkap guna menambah wawasan Anda dibidang disiplin ilmu kesenian daerah. Dengan memahami kesenian daerah, maka Anda termasuk menjadi orang yang peduli dengan aset budaya Indonesia yang berasal dari Aceh ini.

Penampilan Tari Saman (Pegipegi)

Semua tari yang ada di Indonesia kabarnya harus bergerak berdasarkan poli lantai yang sudah ditetapkan. Dengan begitu, tari yang dibawakan mempunyai keunikan tersendiri dari tari – tari daerah yang lainnya. 

Pengertian Poli Lantai Tari

Pola lantai adalah pola garis yang dijadikan lintasan ketika melakukan pergelaran tari. Pengertian lain, ada yang menyatakan bahwa pola lantai ini bisa juga dikatakan sebagai metode dalam penguasaan panggung atau teknik blocking. Sifat dari pola lantai ini sangat penting utamanya pada jenis tarian yang dibawakan secara berkelompok.

Banyak pengertian lain yang ada terkait dengan Poli Lantai. Anda bisa mendapatkan informasi tersebut dari berbagai sumber, bisa dengan membaca buku, browsing di internet dan diskusi dengan para guru atau dosen.

Baca juga: Sejarah Tari Piring

Poli Lantai Yang Berlaku di Indonesia

Berdasarkan peraturan dalam seni di Indonesia, beberapa pola lantai yang berlaku sampai sekarang, yaitu:

1. Pola Lantai Vertikal (Lurus)

Pola Lantai Vertikal (Blogger)

Pola lantai vertikal (lurus) yaitu para penari yang bertugas membentuk garis lurus dari depan ke belakang atau sebaliknya. Ada kesan sederhana namun kuat pada jenis pola lantai ini. Ada pun makna pola lantai vertikal adalah melambangkan antara hubungan manusia dengan Tuhannya, karena pada dasarnya Tuhan adalah Sang Pencipta kehidupan, tidak terkecuali manusia.

2. Pola Lantai Horizontal (Menyamping)

Pola Lantai Horizontal (Blogger)

Pola lantai horizontal adalah penari berbarus membentuk garis lurus ke samping. Pola lantai ini cocok dikaitkan dengan tari Saman. Karena posisi penari pada tari Saman memang lurus kesamping.

Adapun makna yang bisa diambil dari pola lantai horizontal pada tari saman ialah melambangkan antara hubungan manusia dengan manusia lainnya, yang pada dasarnya saling membutuhkan satu sama lain.

3. Pola Lantai Diagonal

Pola Lantai Diagonal (Sanjayapos)

Pada poin ini, beda dengan pola lantai sebelumnya, dimana pola ini ialah pola lantai horizontal yaitu penari berbaris membentuk garis lurus ke samping diagonal. Dalam arti lain, penari berbaris membentuk garis menyudut ke kanan atau ke kiri. Ada yang menyatakan bahwa pola lantai tipe diagonal ini memperlihatkan kesan yang dinamis namun kuat kepada para penonton.

4. Pola Lantai Garis Melengkung

Poin yang berikut ini adalah pola lantai garis melengkung. Yak dimaksud dari pola lantai garis melengkung adalah para penari berbaris membentuk garis melengkung. Contonya sebagai berikut:

Pola Lantai Garis Melengkung (Damaruta)

4.1. Membentuk Garis Lingkaran

Lingkaran yang dimaksud adalah berbentuk bulat mirip angka NOL. Sebagian tari nusantara memakai pola ini.

4.2. Lengkung Ular

Anda pasti sudah paham bagaimana bentuk ular. Ya lengkungan ular juga digunakan pada beberapa tarian daerah.

4.3. Pola Lantai Angka Delapan

Anda pasti sudah tergambar bagaimana angka delapan bentuknya. Persis seperti angka NOL yang digabung dalam posisi atas dan bawah.

Berdasarkan fakta dilapangan, pola lantai garis melengkung ini banyak dipakai pada tari rakyat dan tari tradisional, yang menampilkan kesna lemah namun lembut.

5. Pola Lantai Zigzag

Di dunia seni tari juga dikenal pola lantai zig zag. Dan ada beberapa tarian tradisional Indonesia memakai pola lantai ini. Pola ini mirip dengan huruf “Z”, berikut penampakannya.

Pola Lantai Zigzag (Google Image)

Baca juga: Sejarah Tari Kecak

Pola lantai diatas merupakan bagian dari unsur – unsur tari. Tanpa adanya pola lantai, maka seni tari tidak layak dikatakan sebagai seni tari yang memenuhi kriteria. Meski gerakan tari Saman dinilai sederhana, tetap saja harus ada pola lantainya. Dan bicara tentang tari saman, tidak cukup hanya dengan mengetahui sejarah tari Saman saja.

Pola Lantai Tari Saman dan Penjelasannya

Pola lantai yang ada pada tari Saman disimpulkan hanya menggunakan pola garis atau pola bersyaf. Pola ini konsisten dilakukan dari awal tarian hingga selesai pertunjukan. Kesimpulannya, pola lantai yang lebih tepat untuk tari Saman adalah pola lantai Horizontal yakni berupa pola dengan garis lurus mendatar ke samping. Bukan tanpa alasan, penggunaan pola bersyaf didasarkan pada awal penciptaan tari ini yang berlandaskan pada ajaran Islam dalam melaksanakan sholat. Pola bersyaf ini dibawakan penari dengan merapatkan badan dan bahu saling berdempetan untuk memudahkan dalam membuat berbagai pola gerak yang menjadikan tari ini semakin menarik.

Pola Lantai Tari Saman pada panah warna merah sebelah atas kiri (Brainly)

Selain itu kerapatan dalam posisi menari juga merupakan cerminan dalam pelaksanaan sholat, dimana setiap makmum harus merapatkan diri agar tidak dimasuki makhluk lain dan menjaga kekhusukan dalam sholat yang dilaksanakan.

Jika ditinjau dari fungsi tari Saman ini yang dikenal sebagai sarana dakwah, maka tarian mirip dengan orang sholat benar – benar selaras.

Baca: Sejarah Tari Tor Tor

Dikutip dari laman yang membahas tari Saman, berikut adalah posisi formasi penari Saman yang kita ambil contoh sebanyak 17 penari.

 ⧭ ⧭ ⧭ ⧭ ⧭ ⧭ ⧭ ⧭ ⧭ ⧭ ⧭ ⧭ ⧭ ⧭ ⧭ ⧭ ⧭ ⧭

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

Keterangan dari ilustrasi diatas adalah:

Pada no 9: Disebut Pengangkat Bertindak

Pengangkat Bertindak sebagai titik sentral dalam tari Saman yang menentukan gerak tari, level tari, syair-syair yang dikumandangkan mahupun syair-syair sebagai balasan terhadap serangan lawan dalam Saman Jalu.

Nomor 8 dan 10: Disebut Pengapit

Pengapit ialah wakil seh dalam formasi tarian, yang bertugas membantu mengingatkan kepada para penari lainnya untuk pergantian gerak atau pergantian dalam tempo.

Baca juga: Sejarah Tari Pendet

Nomor 2 sd 7 dan 11 sd 16: Disebut Penyepit

Penyepit adalah penari biasa yang mendukung tari atau gerak tari yang diarahkan mengangkat. Selain sebagai penari juga berperan menjepit menghimpit, yakni membuat kerapatan antara penari, sehingga penari menyatu tanpa jarak antara penari satu dengan penari lainnya dalam posisi ber-syaf horizontal.

Nomor 4 2 1 dan 17: Disebut Penupang

Penupang selain berperan sebagai bahagian dari pendukung tari, juga menopang atau menahan keutuhan posisi tari agar tetap rapat dan lurus. Tugas penupang adalah bertahan memperkokoh kedudukan dengan memegang rumput jejerun.

Kesimpulan

Dari beberapa keterangan pola lantai tari yang ada, untuk tari Saman berlaku pola lantai Horizontal, yakni lurus kesamping. Makna yang diangkat adalah seperti umat Islam yang sedang melaksanakan sholat yaitu membentuk syaf.

Baca: Sejarah Tari Kecak

Demikian ulasan dari kami tentang pola lantai tari Saman yang banyak mengandung makna mendalam. Semoga bermanfaat dan jangan lupa membagikannya kepada teman – teman Anda di sosial media. 

3 komentar

Silahkan berkomentar