Niat Shalat Idul Adha Berdasarkan Hadist dan Panduan Tata Caranya

Diposting pada

Niat shalat (sholat) Idul Adha dan tata caranya merupakan informasi yang penting didapatkan oleh umat Islam yang hendak melakukan amal ibadah sunnah ini. Dengan mengetahui apa niat shalat idul Adha berarti kita mempunyai bekal untuk tidak salah dalam melakukannya. Sehingga amalan yang akan dilakukan menjadi sempurna, tanpa kurang sesuatu apapun.

Dalam setahun sekali, umat Islam akan melaksanakan shalat Idul Adha di masjid atau lapangan terbuka. Keutamaan menjalankan ibadah ini sangat besar pahalanya. Dan biasanya, banyak umat Islam berbondong-bondaong datang ke lokasi dimana tempat shalat digelar dengan membawa keluarga dan datang secara sendiri – sendiri.

Kebiasaan umat Islam juga sebelum jatuh pada hari raya Idul Adha, mereka melakukan berpuasa sunnah Arafah. Terkait dengan niat puasa Arafah sudah kami tulis sebelumnya.   

Ilustrasi Sholat Idul Adha (Blogkhususdoa)

Kembali kepada niat shalat Idul Adha.

Karena dilaksanakan setahun sekali, maka ada sebagian umat Islam yang terkadang lupa apa niat shalat Idul Adha. Maka dari itu kami sampaikan melalui blog ini sebagai mengingatkan kembali.

Niat Shalat Idul Adha

Tanpa niat tiada amal perbuatan. Begitu pentingnya posisi niat dalam ibadah yang mau kita lakukan. Tapi, jika niat ada, namun salah, amal ibadah juga akan sia – sia belaka.

Tidak dijumpai bagaimana lafadz niat shalat Idul Adha. Nabi Muhammad Saw dan para sahabat dizaman dahulu biasa mengerjakan ibadah dengan niat tanpa dilafadzkan.

Dalam kitab Fiqih Islam wa Adillatuhu karya Syaikh Wahbah Az Zuhaili menjelaskan, bahwa semua ulama sepakat tempat niat adalah hati. Adapun melafadzkan niat bukanlah syarat, namun menurut jumhur ulama hukumnya sunnah karena membantu hati dalam menghadirkan niat.

Menurut penegasan dari mazhab Maliki, yang terbaik adalah tidak melafadzkan niat karena tidak bersumber dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Berikut ini lafadz niat sholat idul adha sebagai makmum:

Dalam Tulisan Arab:

اُصَلِّى سُنَّةً عِيْدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا للهِ تَعَالَى

Dalam tulisan Indonesia:

Usholli sunnatan ‘iidil adha rok’ataini ma’muuman lillaahi ta’aalaa

Artinya:

“Saya niat sholat sunnah idul adha dua raka’at sebagai ma’mum karena Allah Ta’ala”

Niat shalat Idul Adha juga berlaku kepada orang yang bertugas menjadi imam shalat. Adapaun lafadz niatnya sebagai berikut:

Dalam tulisan Arab:

اُصَلِّى سُنَّةً عِيْدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا للهِ تَعَالَى

Dalam tulisan Indonesia:

Usholli sunnatan ‘iidil adha rok’ataini imaaman lillaahi ta’aalaa

Artinya:

“Saya niat sholat sunnah idul adha dua raka’at sebagai imam karena Allah Ta’ala”

Tata Cara Sholat Idul Adha

Islam mengatur semua aspek kehidupan. Termasuk tentang tata cara sholat Idul Adha. Tujuan dari memahami tata cara ini agar ibadah yang akan dilakukan jadi maksimal sesuai dengan tuntutan syariat Islam.

Sholat Idul Adha dikerjakan secara berjamaah. Usai sholat selesai ditunaikan, khutbah disampaikanoleh khatib, berbeda dengan sholat Jum’at yang khatib dahulu ceramah baru sholat.

Dikutip dari Bersamadakwah, berikut ini beberapa hal terkait pelaksanaan sholat Idul Adha yang penting diketahui:

1. Tidak Ada Sholat Sunnah Qobliyah dan Ba’diyah

Sholat sunnah Idul Adha tidak didahului dengan sholat sunnah qobliyah dan tidak pula diakhiri dengan sholat sunnah ba’diyah. Sebagaimana hadits dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- خَرَجَ يَوْمَ أَضْحَى أَوْ فِطْرٍ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ لَمْ يُصَلِّ قَبْلَهَا وَلاَ بَعْدَهَا

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar pada hari Idul Adha atau Idul Fitri, lalu beliau mengerjakan shalat ‘ied dua raka’at, namun beliau tidak mengerjakan shalat qobliyah maupun ba’diyah. (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Tidak Ada adzan dan Juga tidak ada iqomah

Sholat idul adha tidak didahului dengan adzan, tidak pula ada iqomah. Sebagaimana hadits dari Jabir bin Samurah radhiyallahu ‘anhu:

صَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الْعِيدَيْنِ غَيْرَ مَرَّةٍ وَلاَ مَرَّتَيْنِ بِغَيْرِ أَذَانٍ وَلاَ إِقَامَةٍ

Aku beberapa kali melaksanakan shalat ‘ied bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bukan hanya sekali atau dua kali, ketika itu tidak ada adzan maupun iqomah.

Secara praktis, tata cara sholat idul adha adalah sebagai berikut:

  • Niat.
  • Takbiratul ihram
  • Takbir lagi (takbir zawa-id) sebanyak tujuh kali. Di antara takbir disunnahkan membaca dzikir memuji Allah.
  • Membaca surat Al Fatihah dilanjutkan surat lainnya
  • Ruku’ dengan tuma’ninah
  • I’tidal dengan tuma’ninah
  • Sujud dengan tuma’ninah
  • Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  • Sujud kedua dengan tuma’ninah
  • Bangkit dari sujud dan bertakbir
  • Takbir zawa-id sebanyak lima kali. Di antara takbir disunnahkan membaca dzikir memuji Allah.
  • Ruku’ dengan tuma’ninah
  • I’tidal dengan tuma’ninah
  • Sujud dengan tuma’ninah
  • Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  • Sujud kedua dengan tuma’ninah
  • Duduk tasyahud dengan tuma’ninah
  • Salam (Mengucapkan salam dengan menghadapkan wajak ke kana dan kekiri)

Perlu diingat, yang berbeda dari sholat lainnya adalah niat dan takbir zawa-id. Di antara setiap takbir zawa-id, dianjurkan membaca dzikir dengan memuji Allah. Di antaranya dengan bacaan:

Dalam tulisan Arab:

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ

Dalam tulisan Indonesia:

Subhanalloh wal hamdulillah wa laa ilaha illalloh wallohu akbar

Artinya:

“Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya, tidak ada ilah kecuali Allah, Allah Maha Besar”

Baca juga: Keutamaan Puasa Tarwiyah

Semua tata cara sholat Idul Adha diatas dilakukan harus dengan tertib. Tiada kesempurnaan dicapai tanpa melakukannya dengan tertib sesuai dengan pedoman yang sudah ada.

Bagaimana? Apakah Anda sudah memahami niat shalat Idul Adha? Alhamdulillah jika sudah ya. Semoga kita tetap istiqomah dalam kebaikan. Mari jadikan momentum Idul Adha ini sebagai momentum perubahan diri menjadi lebih baik.

1 komentar

Silahkan berkomentar