Sejarah Tari Kecak, Mulai Dari Kesedihan Sampai Kebanggaan di Mata Dunia

Diposting pada

Sejarah tari Kecak merupakan alur masa lalu yang sangat berhubungan dengan kebudayaan dan kesenian Bali. Makanya, bicara sejarah tari sangat penting dan tidak kalah pentingnya dengan bicara tentang tari itu sendiri. Mengingat pentingnya bicara sejarah, maka kami sudah banyak menyajikan artikel yang berhubungan dan saling terkait, mulai dari sejarah tari Saman, sejarah tari Tor Tor dan sejarah tari Piring. Kesemuanya merupakan tarian tradisional Indonesia yang harus dilestarikan.

Spirit tari Kecak awalnya adalah pemujaan yang populer dengan nama Shangyang meski munculnya tari ini ada yang menyatakan dari proses ketidak sengajaan. Sanghyang sendiri juga merupakan jenis tarian tradisional Bali yang diselenggarakan pada saat upacara religi. Diantaranya seperti menolak bala dan juga untuk mengusir suatu wabah penyakit.

Dari situlah nama Kecak tercipta. Alunan musik tari Kecak berasal dari alat musik tradisional Bali yang berupa suara kincringan yang diikatkan pada kaki penari pemeran tokoh-tokoh Ramayana.

Pertunjukan Tari Kecak (Kintami)

Tari Kecak yang berasal dari Bali ini, penciptanya bernama Wayan Limbak. Pada tahun 1930, Limbak sudah mempopulerkan tarian ini ke mancanegara dan dibantu oleh Walter Spies, pelukis asal Jerman yang tewas diusia 47 tahun saat kapal yang ditumpanginya diserang pasukan Jepang.

Bukan cuma tari Saman saja yang sudah mendunia, tari Kecak juga sudah go internasional. Proses untuk mengenalkan tari Kecak kepada dunia internasional bukanlah perkara mudah, butuh banyak pengorbanan yang harus dilakukan. Korban perasaan, korban materi, korban waktu dan hal yang lainnya. Perpaduan air mata dengan air keringat adalah tuntutan yang nyata hari dikorbankan. Ada kalanya mendapat penghargaan dan ada kalanya tari Kecak tidak di apresiasi.

Tari yang identik dengan teriakan suara ‘cak cak cak’ ini agak sulit menemukan alur ceritanya lengkapnya. Tidak tahu mengapa bisa demikian. Padahal di era arus informasi saat ini yang sangat masif, harus apapun budaya dan yang berbau kesenian Indonesia bisa terus disosialisasikan. Salah satu sosialisasi yang paling murah adalah melalui Komunikasi Daring.

Dapat disimpulkan sementara, tari Kecak menceritakan tentang sejarah para tokoh dalam agama Hindu, yaitu pada gerakan tangan ketika acara pertunjukan sesungguhnya mengisahkan sebuah cerita Ramayana. Yaitu ketika ada peristiwa Dewi Shinta yang telah diculik oleh Rahwana.

Sampai pada akhirnya, dalam pertunjukan pada tari yang dapat penghargaan MURI ini menyuguhkan kisah pembebasan Dewi Sintha dari sang penculik yaitu dari tangan Rahwana. Ada kisah heroik yang ditampilkan dari tari Kecak kepada para penonton.

Tari Kecak Dapat Rekor MURI (Liputan6)

Guna mendukung cerita yang diperagakan itu, maka dalam pertunjukan tari tradisional Bali selalu ada beberapa tokoh yang disitu memerankan peran utama untuk berperan sebagai Hanoman, Sugriwa, Dewi Shinta, Rhama, dan juga Rahwana. Jumlah penari Kecak ini pun sangatlah ramai, bisa mencapai puluhan orang. Kira – kira 50 orang sampai dengan 150 orang. Bahkan dalam atraksi tertentu bisa mencapai ribuan orang ikut memerankannya.

Sampai sekarang, perkembangan tari Kecak dari mulai pertama dimunculkan sampai sekarang ini memang dapat dikatakan cukup membanggakan Indonesia secara umum. Kini banyak para wisatawan yang berkunjung ke Bali juga begitu tertarik untuk menyaksikan sebuah pertunjukan dari seni tari ini. Bahkan banyak Bule yang lebih kenal dengan Bali dari pada Indonesia. Tari Bali jadi sesuatu yang menari bagi turis selain keunikan pakaian adat Bali itu sendiri.

Peran pemerintah daerah setempat dan masyarakat yang mengemas tari Kecak menjadi objek wisata patut diberikan apresiasi. Karena sekarang tari yang dibawakan pada posisi duduk ini menjadi salah satu ikon kesenian serta kebudayaan daerah Bali.

Sekilas Profil Tokoh Yang Populerkan Tari Kecak

Pada setiap sejarah, selalu ada aktor yang berperan memainkan sejarah. Mereka adalah bukti otentik dari sejarah itu sendiri. Demikian salah satu syarat sejarah dalam pengertian sejarah menurut Aristoteles yang sudah kami bahas beberapa waktu lalu.

Menurut hemat kami, ada paling tidak dua orang tokoh seniman yang ikut aktif dalam mensosilasaian tari Kecak. Mereka memperkenalkan kesenian khas Bali ini ke dunia Internasional. Siapa saja mereka?

Wayan Limbak (kiri) dan Walter Spies (kanan) (sumber: TintapendidikanIndonesia)

1. Wayan Limbak

Wayan Limbak (1897 – 2003), adalah seorang penari Bali yang meninggal di usia 106 tahun di Desa Bedulu, Gianyar, Bali.

Wayan Limbak mempopulerkan tari Kecak sebagai wakil Bali khususnya dan Indonesia pada umumnya ke seluruh dunia dengan membawa grup tarinya keliling dunia untuk mengikuti berbagai festival internasional. Cerminan kebiasaan orang Bali tampak jelas pada sosok Wayan Limbak yang suka kepada seni.

Peran Walter Spies (seorang pelukis Jerman) begitu kental selama hidup Wayan Limbak. Mereka berdua aktif dalam mempromosikan tari Kecak.

2. Walter Spies

Walter Spies merupakan pelukis, perupa, dan juga pemusik. Ia adalah tokoh di belakang modernisasi seni di Jawa dan Bali. Spies lahir sebagai anak seorang peniaga kaya Jerman yang telah lama menetap di Moskwa. Semenjak muda ia telah menggemari seni musik, seni lukis, dan seni rupa.

Beliau lahir pada tanggal 15 September 1895 di negara Rusia dan meninggal pada tanggal 19 Januari 1942 di laut saat sedang menumpang di sebuah kapal, tepatnya di Samudra Hindia.

Bersama dengan seniman Wayan Limbak, beliau aktif memperkenalkan tari Kecak dalam kancah internasional.

Baca: Senjata Tradisional Bali

Mungkin masih ada lagi peranan dari tokoh lain yang ikut aktif dalam memperkenalkan tari Kecak sampai keluar negeri. Hanya saja dalam sejarah cuma dua nama mereka yang begitu mencolok.

Akhirnya, demikina dahulu ulasan sejarah tari Kecak kami sampaikan pada kesempatan ini. Semoga saja memberikan banyak manfaat kepada para pembaca yang budiman. Ayo terus kita lestarikan budaya dan kesenian Indonesia

2 komentar

Silahkan berkomentar