Sejarah Tari Piring, 6 Properti dan 6 Keunikannya Yang Bikin Kaget

Diposting pada

Sejarah tari piring merupakan informasi penting yang harus disampaikan kepada semua rakyat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Saking pentingnya, kami menyiapkan artikel ini dengan konsentrasi penuh guna menghasilkan informasi yang mudah dibaca dan dipahami oleh Anda.

Tari piring (tari piriang) adalah tarian tradisional Minangkabau Sumatera Barat yang melibatkan atraksi piring pada pertunjukkannya. Mereka yang ditunjuk sebagai penari mengayunkan piring mengikuti gerakan-gerakan cepat yang teratur, tanpa terlepas dari genggaman tangan. Asal usul gerakan tari Piring diambil dari langkah-langkah dalam silat Minangkabau atau silek. Ada kalanya tari piring pada posisi berdiri dan ada juga tarian tradisional ini pada posisi duduk.

Tari Piring Posisi Duduk (Wikipedia)

Tari piring ini dikenal berasal dari Solok, Sumatra Barat dan secara umum menjadi simbol serta ciri khas masyarakat Minangkabau.

Pada kesempatan yang baik ini, kami akan sajikan kepada pembaca tentang sejarah tari piring dan properti yang dipakai serta apa keunikannya. Bicara tentang sejarah, maka Anda harus membaca terlebih dahulu pengertian sejarah menurut Moh Hatta yang kebetulan adalah tokoh bangsa yang asalnya dari Bukit Tinggi, Sumatera Barat.

Sejarah Tari Piring Dari Masa ke Masa Yang Lengkap

Tari Piring (Bobo)

Ada pendapat yang menyatakan bahwa tari piring diyakini telah ada sejak sekitar abad ke 12 tahun Masehi. Pada zaman dahulu, tari ini merupakan ritual ucapan rasa syukur masyarakat setempat kepada dewa-dewa setelah mendapatkan hasil panen yang melimpah ruah. Bukankah masyarakat Minang mayoritas beragam Islam? Pertanyaan ini menarik untuk dibahas.

Untuk diketahui bersama, sebelum masuknya dakwah Islam kesana, masyarakat Minangkabau mayoritas masih memeluk agama Hindu, Budha, dan sebagian Animisme.

Syiar Islam datang ke tanah Sumatera diperkirakan pada abad ke 14 dan kemudian mempengaruhi perkembangan tari Piring. Semenjak ajaran Islam mulai dianut oleh mayoritas masyarakat Minang, fungsi dari tari piring pun berubah 180 derajat. Tari Piring digelar bukan lagi sebagai tari persembahan bagi para dewa, melainkan hanya sebagai sarana hiburan untuk masyarakat setempat.

Waktu terus berjalan, tari piring kontemporer mengalami banyak pembaruan, mulai dari backsound, gerakan, koreografi, hingga komposisi para penari. Dikenal orang yang berpengaruh pada tarian ini adalah seorang seniman tanah Minang yang bernama Huriman Adam.

Lantas dari mana piring yang digunakan sebagai propertinya? Informasi yang ditemukan, piring tersebut awalnya berasal dari Cina yang dikenal dengan nama piring porselen.

Kini, tari piring dalam banyak acara bisa dipamerkan. Bisa untuk menyambut tamu yang datang dari luar daerah, bisa untuk acara peringatan hari kemerdekaan, bisa juga sebagai sarana untuk mengenalkan destinasi wisata yang ada di Sumatera Barat, dan macam – macam acara lainnya.

6 Properti Tari Piring Yang Wajib Ada

Bicara properti pada seni tari, maka kita bicara tentang alat – alat apa saja yang digunakan dalam pertujukan tari. Jika namanya tari piring, maka piring menjadi alat yang utama dan sudah harus ada dan tidak bisa digantikan dengan alat lainnya.

Apa saja properti pada tari piring?

Dikutip dari laman dictio dan dicampur dari informasi lainnya, berikut ini beberapa properti yang harus ada dalam menyelenggarakan seni tari Piring, yaitu:

1. Mangkok atau Piring

Piring (Prelo)

Piring merupakan properti utama untuk bisa menyelenggarakan kesenian daerah Sumatera Barat ini. Hal ini disebabkan – selain nama – pada semua gerakan-gerakan tarinya selalu memakai piring sebagai objek utama.

2. Selendang

Perlengkapan ini menjadi ciri busana yang dipakai oleh penari yang sedang manggung pada pertunjukan. Kebiasaan ini tidak bisa dilepaskan, sudah berlangsung lama dari dahulu kala. Hanya saja terjadi pada perubahan warna dan model saja.

3. Busana

Busana atau pakaian adat setempat menjadi simbol asal muasal tarian adat Sumatera Barat tersebut. Seperti pakaian Minangkabau yang memiliki ciri yang membedakan dengan pakaian adat yang lain.

4. Ikat atau Tali Pinggang

Ikat pinggang menjadi ciri yang khas unsur properti busana dengan warna pilihan kuning keemasan.

5. Alat Musik Tradisional

Pada tarian ini perlu juga irama suara yang mengiringinya. Beberapa alat musik tradisional Sumatera Barat yang biasanya mengiringi tari piring adalah Saluang, Saruni, Rabab, Bansi dan masih ada lainnya.

6. Pentas Atau Panggung

Tempat pertunjukan tari Piring sebagaimana pertunjukan lainnya adalah pentas yang disesuaikan dengan jumlah penari. Bisa pentas yang memakai pondasi tiang atau pentas yang langsung datar menyamai lantai. 

6 Keunikan Tari Piring Yang Mengejutkan

Setiap tarian daerah sudah dapat dipastikan mempunyai keunikan masing – masing. Seperti tari Tor Tor yang memiliki keunikan pada gerakannya. Begitu juga dengan tari Sajojo yang berasal dari Papua terdapat keunikannya pada gerakannya yang maju kedepan, kekiri dan kekanan. Nah, pada tari Piring juga ditemukan keunikannya juga, apa sajakah itu?

1.Piring Yang Selalu Ada

Sudah bisa dipastikan bahwa piring menjadi objek utama. Artinya piring merupakan alat yang tidak bisa dipisahkan dari tarian daerah ini. Dengan begitu secara otomatis melahirkan keunikan pada tari piring ini.

2.Piring Akhirnya Dipecahkan

Piring dipecahkan (detik)

Rupanya, piring yang pamerkan pada tarian ini, akhirnya dipecahkan dengan dilemaprkan kelantai. Bukan Cuma itu, pecahan piring (beling) yang ada kemudian diinjak oleh para penari.

3.Alat Musik Yang Mengiringi

Tidak semua alat musik mengiringi tari piring. Hanya beberapa saja, yaitu: Rebana, Gong, Saluang, Talempong. Alat musik ini menjadi unik karena hanya tetap konsisten dipakai tanpa adanya alat musik modern.

4.Terjadi Perubahan Fungsi

Jika dahulu, tari piring digelar untuk pemujaan kepada dewa-dewa. Dengan hadirnya agama Islam di Minangkabau, tarian ini kemudian berubah fungsi menjadi sarana hiburan saja.

5.Ada Suara Dentingan Cincin Beradu Dengan Piring

Selain suara musik yang dikeluarkan dari alat musik tradisional, ada pula suara yang terdengar ditelinga saat terian ini dimainkan. Suara itu bersumber dari cincin penari yang diadu dengan piring.

6.Asal Piring

Dari mana piring awalnya dulu? Kabar yang kami dapatkan, piring yang pertama kali dipakai untuk pertunjukkan tari ini asalnya dari Cina. Tidak tahu saat ini. Kemungkinan sudah tidak lagi dari Cina dikarenakan Indonesia sudah bisa memproduksinya.

Baca juga: Makanan Tradisional Sumatera Barat

Bagaimana? Kami yakin Anda sudah tahu dan paham tentang sejarah tari Piring usai membaca artikel ini. Tidak Cuma itu saja, apa saja properti dan keunikan dari tari Piring juga Anda sudah mengetahuinya, bukan? Sekarang saatnya Anda berbagi kepada teman – teman yang ada di Komunikasi Daring melalui ponsel pintar kamu.