Pengertian Sejarah Menurut Moh Hatta, Contoh dan Uraiannya

Diposting pada

Pengertian sejarah menurut Drs. Mohammad Hatta (Moh Hatta) dan penjelasannya merupakan informasi yang sangat penting untuk disampaikan pada semua warga Indonesia dimana pun berada. Selain dikenal sebagai ilmuwan dan politisi serta ahli ekonomi, Moh Hatta juga dikenal sebagai mantan Wakil Presiden Indonesia yang pertama. Maka dari itu teorinya tentang sejarah sangat bermanfaat bagi dunia pendidikan Indonesia, khususnya bagi mereka yang sedang mengambil Fakultas Ilmu Sejarah atau ilmu terkait lainnya.

Definisi sejarah menurut Moh Hatta tidak kami sampaikan seperti yang lain sampaikan. Kami akan coba memberikan interprestasi dari pendapatnya. Hal ini guna mendapat penjelasan lebih dari sekedarnya. Makna yang terkandung dari pendapatnya hanya akan diraih dengan memberikan penjelasan secara menyeluruh.

Arti sejarah menurut Moh Hatta diyakini mempunyai perbedaan dengan ilmuwan sejarah lainnya. Sebut saja sejarah menurut Moh Ali dan sejarah menurut Moh Yamin. Dari kedua ilmuwan tersebut tentunya terdapat kesamaan dan perbedaannya dengan teori yang disampaikan oleh Moh Hatta. Perbedaan dalam hal teori sejarah akan berdampak kepada perbedaan dalam hal uraiannya. Ini adalah konsekwensi logis yang harus terjadi.

Baiklah, langsung saja kita bahas dan uraikan pengertian dari tokoh bangsa yang lahir dari daerah Bukit Tinggi, Sumatera Barat ini.

Muhammad Hatta (Wikipedia)

Pengertian Sejarah menurut Mohammad Hatta (Moh. Hatta) adalah:

“Dalam wujudnya tentang masa lampau. Sejarah bukan sekadar melahirkan kriteria dari kejadian di masa lalu, tetapi pemahaman masa lampau yang mengandung berbagai dinamika, mungkin berisi problematik pelajaran bagi manusia berikutnya”

Pembahasan

Definisi sejarah menurut Moh Hatta

Dari definisi sejarah diatas, ada kata “bukan sedekar” yang menarik untuk dijabarkan lebih lanjut pada kesempatan ini. Meski awalnya Moh Hatta menyatakan secara wujud, sejarah adalah “bicara tentang masa lalu (masa lampau)”. Maka “bukan sekedar” disini mengisyaratkan ada banyak kriteria tentang masa lalu. Namun menurut Moh Hatta, sejarah merupakan “pemahaman masa lampau yang mengandung berbagai dinamika”. Adanya kata “pemahaman” dapat dimaknai bahwa seorang harus memang duduk pengetahuannya mengenai sejarah. Karena dengan pemahaman yang ada akan melahirkan ragam dinamika yang kompleks sifatnya. Moh Hatta meneruskan asumsinya yaitu sebuah “masalah yang bisa dijadikan pelajaran oleh manusia selanjutnya”.

Ya, manusia sekarang mempelajari sejarah masa lampau dengan berbagai teori dan disiplin ilmu berdasarkan latar belakangnya. Bahkan ada yang coba berspekulasi dalam menyampaikan sejarah. Ironisnya, ada yang sampai tega menyelewengkan sejarah entah demi kepentingan apa. Hal ini semua adalah bentuk masalah (problematik) yang terjadi dari pengertian sejarah menurut Moh Hatta. Sejarah tidak hanya bicara tentang masa lampu, namun juga akan berbicara tentang masa kini dan masa yang akan datang. Ada kaitan antar satu peristiwa dengan peristiwa lainnya. Kaitan ini harus selaras jika sejarah berbicara sebenarnya.

Baca juga: Pengertian Sejarah Menurut Para Ahli

Sepertinya Moh Hatta sangat memahami bahwa sejarah akan menimbulkan banyak masalah bagi manusia. Dan kita harus jujur sekarang ini memang terjadi. Salah satu contoh yang dapat kita ambil terkait dengan tokoh PKI yang bernama Aidit. Berdasarkan foto yang beredar, Aidit adalah seorang perokok. Namun pengakuan dari anaknya, Aidit tidak merokok. Pro kontra terjadi dimasyarakat tentang sejarah Aidit dikenal sebagai perokok atau tidak. Dalam film G 30 S PKI sendiri digambarkan Aidit juga sebagai perokok. Inilah bentuk masalah yang menjadi dinamika dimasyarakat karena sejarah itu sendiri.

Contoh lain adalah terkait dengan sejarah yang menyatakan bahwa Prabowo adalah penjahat HAM. Namun sampai saat ini tidak ada bukti kuat menyatakan beliau adalah penjahat HAM. Jika memang Prabowo dikenal sebagai penjahat kenapa tidak diadili? Isu pelanggar HAM yang dialamatkan kepada Prabowo tidak lain demi kepentingan politik kelompok tertentu saja, bukan kepentingan sejarah.

Ya, begitulah menariknya dalam membahas dan menguraikan pelajaran sejarah. Selalu ada dua sisi pandangan dalam melihatnya. Sudut padang pertama dan kedua terus menyampaikan argumentasi pembenaran guna menyakinkan publik. Bagi publik yang cerdas tentunya tidak susah dalam memahaminya. Namun bagi publik yang tidak mau belajar sejarah akan mudah diprovokasi.   

Kesimpulan

Dapat disimpulkan bahwa berdasarkan pengertian sejarah menurut Moh Hatta adalah mengajak kita untuk jangan terpaku pada yang terjadi di masa lampau saja. Tetapi kita harus melihat dinamika masalah yang dierjadi dimasa selanjutnya. Dan benar saja, banyak ilmuwan yang berbeda dalam menyajikan fakta sejarah kepada publik.  

3 komentar

Silahkan berkomentar