Pengertian Sejarah Menurut Aristoteles, Contoh dan Penjelasannya

Diposting pada

Pengertian sejarah menurut Aristoteles dan penjelasannya sangat menarik disampaikan pada kesempatan kali ini. Ilmuwan multi disiplin ilmu ini memang tidak asing namanya di dunia akademis. Banyak dosen dan mahasiswa pernah dengar namanya. Beliau adalah ahli sejarah berasal dari luar negeri, tepatnya Yunani.

Arti sejarah berdasarkan pendapat ahli luar negeri tidak kalah pentingnya dengan ahli dalam negeri. Dan beberapa waktu lalu, kami sudah menulis arti sejarah menurut ahli Herodotus. Apa yang membedakan antara pendapat Aristoteles dengan Hedortus? Pertanyaan ini akan mudah terjawab ketika Anda baca secara teliti satu persatu pendapat mereka di blog ini.

Aristoteles (Wikipedia)

Pengertian Sejarah Menurut Aristoteles dan Penjabarannya

Berikut adalah pengertian sejarah yang dimaksudkan oleh filsuf Yunani kuno Aristoteles. Simak informasinya berikut:

“Sejarah merupakan satu sistem yang meneliti suatu kejadian sejak awal dan tersusun dalam bentuk kronologi. Sejarah adalah peristiwa-peristiwa masa lalu yang mempunyai catatan, record-record (rekod) atau bukti-bukti yang konkrit”

Definisi Sejarah Menurut Aristoteles

Pada pendapat Aristoteles ada menyatakan “sistem” untuk memahami arti sejarah. Wikipedia menyebutkan, Sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan.

Dimaksudkan, kesatuan sistem yang ada menurut Aristoteles ialah harus mempunyai tujuan melakukan penelitian tentang kejadian (peristiwa) pada awal mula. Kemudian, semuanya harus benar – benar tersusun dalam bentuk ilmu yang mempelajari waktu atau sebuah kejadian pada waktu tertentu (Kronologi). Tanpa adanya susunan yang benar, maka tidak akan mendapatkan kronologi yang sebenarnya pula. Meski sudah disusun dengan benar dan kronologinya sesuai, tetap diperlukan juga sistem dalam meneliti tentang kejadian sejak awalnya. Dengan begitu, tercapailah dengan sempurna apa yang dimaksud dengan sejarah itu sendiri.

Tidak cuma itu, Aristotles juga mendefinisikan sejarah dapat pendapat yang sama, yaitu beliau menyatakan sejarah merupakan peristiwa di masa lalu yang ada bukti otentiknya, berupa catatan, rekaman dan bukti – bukti konkrit. Pendapat Aristoteles yang ini hampir sama dengan arti sejarah menurut Moh Ali yang mendepakan bukti otentik. Untuk mendapatkan bukti, maka diperlukan penyelidikan. Dan ini juga hampir mirip dengan sejarah menurut Moh Yamin yang menyatakan harus ada penyelidikan ketika kita bicara sejarah. Dengan penyelidikan, maka semuanya akan terungkap.

Perlu sama – sama diketahui, pendapat para ahli sejarah memang sekilas nampak berbeda. Namun jika ditelusuri lebih dalam, akan terdapat benang merahnya alias ada kesamaan yang dapat disimpulkan. Intinya, mereka tetap ingin pengertian sejarah benar – benar disajikan sesuai dengan realita yang ada, bukan rekayasa sejarah. Mereka yang suka melakukan rekayasa sejarah adalah orang – orang yang tidak ingin menyampaikan kebenaran hakiki. Mereka lebih mementingkan kepentingan mereka sendiri.

Contoh Sejarah

Ada banyak contoh yang bisa disajikan. Karena keterbatasan waktu, maka kita akan sampaikan dua saja untuk Anda baca. Yang pertama adalah contoh yang paling konkrit adalah sejarah kapal Titanic yang filmnya sudah diangkat kelayar lebar dan banyak peminatnya. Sejarahnya memang dapat dibuktikan berdasarkan saksi atau rekaman yang otentik. Ada orang yang masih hidup sebagai pelaku sejarah dan bangkai kapalnya juga ditemukan didasar laut. Kemudian, kabarnya atas kecelakaan tersebut, ada lembaga asuransi yang sudah membantu para korban. Jadi tidak ada yang bisa menyatakah bahwa kejadian kapal Titanic adalah hoax semata, namun benar – benar terjadi berdasarkan realita yang ada.

Contoh yang lain adalah tragedi Tsunami di Aceh (2004) yang banyak memakan korban jiwa. Ada banyak bangunan hancur tergerus gelombang tsunami, hanya saja banyak masjid yang tetap berdiri kokoh. Salah satunya adalah masjid Raya Baiturrahman yang kini semakin banyak dikunjungi oleh wisatawan domestik dan luar negeri. Ini sejarah yang tidak bisa di bantah. Dan segala unsur dari pengertian sejarah berdasarkan pendapat Aristoteles memenuhi.

Anda dapat menambahkan contoh lainnya ang kamu ketahui.

Baca juga: Pengertian Sejarah Menurut Ibnu Khaldun

Kesimpulan

Adapun kesimpulan yang bisa kami sampaikan terkait dengan pendapat Aristoteles mengenai pengertian sejarah adalah ahli sejarah luar negeri tersebut menekankan tentang bukti yang otentik ketika hendak bicara sejarah. Dan untuk mendapatkan bukti sejarah, diperlukan penelitian yang disusun secara sistematis tentang kejadian awal mulainya kejadian atau peristiwa. Proses yang ilmiah harus dilalui untuk memenuhi unsur sejarah itu sendiri.     

4 komentar

Silahkan berkomentar