13 Kebiasaan Orang Betawi, Dari Yang Unik Sampai Bikin Kaget

Diposting pada

Kebiasaan orang Betawi adalah bagian dari budaya bangsa Indonesia yang banyak dijumpai di daerah pulau Jawa, khususnya di daerah Jakarta. Baik kebiasaan orang betawi yang masih asli maupun kebiasaan orang Betawi campuran.

Kebiasaan orang Betawi setiap hari atau sehari – hari dapat kita lihat dengan mudah jika kita tinggal dengan mereka. Pastinya, bagi yang belum tahu akan langsung merasakan banyak hal yang asing dipandang mata. Jika itu terjadi dengan Anda, ayo jangan sungkan untuk bertanya atas apa maksud yang kenapa mereka lakukan hal itu. Ini supaya kita yang memang bukan orang Betawi tidak menjadi gagal paham.

Kebiasaan – kebiasaan orang Betawi sudah berlangsung lama dan harus dilestarikan untuk generasi selanjutnya di masa yang akan datang. Proses pelestariannya bisa dengan berbagai cara dilakukan, baik langsung memakai kebijakan pemerintah atau kesadaran bersama masyarakat Betawi. Dengan begini, apa pun budaya asing yang terus menerus menerpa budaya Indonesia tidak akan mampu membuat suku Betawi berpaling meninggalkan kebiasaan klasiknya itu.

Nah, bicara tentang kebiasaan orang Indoneisa secara luas, maka kita akan jumpai dengan aneka ragam kebiasaan yang sudah lama ada lintas generasi. Sebut saja kebiasaan orang Sunda dan kebiasaan orang Bali yang memiliki ciri khas tersendiri. Pastinya ada persamaan dan perbedaan dari masing – masing kebiasaan tersebut.

Yang jadi pertanyaan, jika memang ada kebiasaan orang Betawi, lantas apa ya kebiasaan mereka? Pertanyaan ini akan segera kami jawab pada artikel ini. Anda jangan khawatir ya.

Apa Sajakah Kebiasan Orang Betawi?

Berikut ini kebiasaan orang Betawi yang berhasil kami himpun dari berbagai sumber. Selamat menyimak!

1. Gaya Bicara Ceplas Ceplos

(Tribunnews)

Kebiasaan yang pertama adalah mengenai gaya bicara. Dimana banyak yang mengakui bahwa kebiasaan orang Betawi sehari-hari adalah berbicara dengan gaya yang ceplas ceplos. Sudah menjadi kebiasaan bagi orang Betawi bila berbicara apa adanya dan langsug kepada permasalahan yang menjadi objek pembicaraan, tidak banyak basa basi seperti kebiasaan orang dari daerah lain. Ada yang menilai kebiasaan ini terkadang terkesan agak kasar namun beginilah kebiasaan masyarakat Betawi sejak dahulu.

2. Kehidupan Sosial Yang Religius

Salah satu suku yang paling besar pengaruh agama terhadap kehidupan sosial masyarakatnya dinegara Indonesia adalah suku Betawi. Ada banyak hal dalam kehidupan sosial masyarakat Betawi merupakan adopsi dari nilai-nilai agama Islam yang menjadi agama mayoritas dari suku Betawi.  

3. Bahasa Betawi

Pada umumnya orang Betawi dalam kehidupan sehari-hari memakai bahasa Betawi. Kabarnya, bahasa Betawi sendiri adalah sebuah bahasa khusus yang merupakan anak dari bahasa Melayu. Bahasa Betawi hampir seusia dengan nama daerah tempat bahasa ini dikembangkan, yaitu Jakarta.

Baca: Adat Istiadat Suku Melayu

4. Pakaian Betawi

Sebagian besar masyarakat Betawi masih banyak yang mengenakan pakaian adat Betawi sebagai pakaian sehari-hari. Adapun pakaian adat yang dimaksud disisni bukan pakaian adat yang biasa dipakai oleh penganten betawi namun pakaian adat yang dimaksud adalah pakaian adat sehari-hari yang memang sudah sejak lama menjadi ciri khas masyarakat betawai misalnya penggunaan baju koko dan kopiah hitam.

Karena masih sering dipakai, maka banyak media online yang menjualnya melalui akses Komunikasi Daring.

5. Nyambat

Kompasiana

Maksuda dari adalah mengajak orang lain untuk bergotong-royong mengerjakan suatu pekerjaan. Dalam masyarakat Betawi tradisi ini sudah membudaya secara turun menurun sampai kini. Nyambat dilaksanakan saat ingin mengerjakan sesuatu yang berat bersama-sama, seperti seseorang ingin membangun rumah atau membajak sawah. Semua pekerjaan yang dilakukan dengan nyambat ini adalah bersifat sukarela tanpa dibayar ataupun membayar. Pihak yang mengajak nyambat hanya menyediakan makanan dan minuman seadanya, bahkan orang yang bantu nyambat juga menyumbang konsumsi dalam kegiatan tersebut.

6. Nganter

Arti Nganter dalam Bahasa Indonesia disebut mengantarkan, dapat mengantarkan makanan atau sesuatu. Dalam masyarakat Betawi terdapat salah satu tradisi nganter yang biasa terjadi pada bulan puasa. Seseorang yang membuat suatu masakan tertentu akan nganter masakan itu kepada tetangganya atau kerabat terdekat.

Dan uniknya, orang yang mendapatkan makanan akan mengirim balesan berupa masakan yang dibuatnya. Saling mengantarkan makanan ini seringkali terjadi menjelang hari raya Idul Fitri. Pada saat lebaran atau Idul Fitri, orang yang berkunjung ke rumah orang lain tentu akan membawa gegawan (berupa kue-kue dan sebagainya) nanti dia juga akan menerima balesan dari orang yang dikunjungi.

Baca: Tarian Tradisional Betawi

7. Ngasih Duit

Kebiasaan selanjutnya adalah Ngasih duit atau memberikan uang yang merupakan salah satu tradisi dalam masyarakat Betawi terutama pada hari raya Idul Fitri. Ada pun uang yang diberikan merupakan uang yang baru ditukarkan di bank. Uang diberikan kepada anak-anak kecil yang datang berlebaran ke rumah orang-orang tua. Tujuan ngasih duit ini untuk menggembirakan anak-anak tersebut.

8. Orang Tua Berkumpul di Masjid

Ilustrasi (Tribunnews)

Kehidupan masyarakat Betawi memang sangat kental dengan nuansa spritualnya terutama nuansa keislamannya. Jadi tak heran salah satu yang menjadi kebiasaan masyarakat Betawi adalah berkumpul di mesjid. Bagi masyarakat Betawi mesjid bukan hanya sebagai tempat ritual ibadah semata namun juga sebagai tempat berkumpul bagi kaum orang tua untuk menuntut ilmu ataupun bersilaturahim bahkan bermusyawarah mengenai kondisi masyarakat dan kegiatan-kegiatanya.

9. Sekolahkan Anak pada Dua Tempat

Yaitu pada pagi hari anak mereka belajar di sekolah umum (SD) dan pada sore harinya sekolah agama (Madrasah Ibtidaiyah).

Banyak orang yang mengira bahwa masyarakat betawi adalah masyarakat yang kurang peduli dengan pendidikan. Anggapan seperti ini adalah anggapan yang salah. Padahal sebenarnya masyarakat Betawi adalah masyarakat yang sangat peduli dengan pendidikan terutama pendidikan agama. Sebab itu sudah menjadi kebiasaan bagi masyarakat Betawi menyekolahkan anaknya di dua sekolah sekaligus yaitu di sekolah biasa dan di madrasah.

10. Orang Tua Malu Jika Anak Tidak Pandai Mengaji

Ngaji (Google Image)

Seperti disebutkan diatas tadi, kehidupan masyarakat Betawi banyak sekali dipengaruhi oleh nilai – nilai agama Islam. Maka dari itu bagi orang tua yang mempunyai anak dan sudah pada usia sekolah maka mereka akan merasa malu apabila sang anak tidak bisa membaca Al-Qur’an.

Bagi mereka, ada hukuman sosial yang berlaku jika anaknya tidak bisa membaca Al Qur’an. Dalam rangkan antisipasi agar kejadian ini tidak menimpa keluarganya, sejika usia dini anaknya disekolah di Madrasah Ibtidaiyah.

Baca: Upacara Adat Betawi

11. Ngored

Ngored ialah termasuk tradisi masyarakat Betawi yang memiliki arti membersihkan makam keluarga beberapa hari menjelang bulan Ramadhan. Selain membersihkan makam, tidak lupa dilakukan pembacaan doa bagi keluarga yang sudah meninggal agar arwahnya diberikan keselamatan di dalam kubur. Kebiasaan Ngored tidak disertai dengan penyebaran bunga seperti kegiatan nyekar pada adat Jawa. Fenomena saat ini ada banyak pemakaman Betawi yang ditaburi bunga menjelang bulan Ramadhan, tradisi tersebut bukan tradisi asli orang Betawi melainkan sudah tercampur dengan tradisi orang-orang atau kebudayaan suku Jawa.

12. Nyelengin

Celengan (Branly)

Nyelengin (menabung) merupakan kebiasaan masyarakat Betawi pada waktu dahulu. Motivasi kebiasaan Nyelengin ini adalah untuk dapat pergi haji. Kebiasaan Nyelengin bagi warga Betawi ini sudah ditanamkan sejak kecil hingga tua. Uang disimpan di dalam celengan yang terbuat dari bambu yang diberi lubang untuk memasukan uang atau dapat juga celengan- celengan yang terbuat dari tanah liat yang berbentuk ayam atau semar.

Orang tua biasanya menyimpan uangnya di dalam celengan yang terbuat dari kaleng bekas atau bambu yang menjadi rangka dari dinding rumah. Bambu pada dinding rumah diberi lubang, jika sudah penuh akan pindah ke ruas bambu lain yang ada di dinding tersebut. Cara menabung yang cukup menarik di dalam bambu selama bertahun-tahun biasanya cukup untuk biaya pergi haji.

Baca: Alat Musik Tradisional Betawi

Nah, sekarang Anda sudah tahu apa – apa saja kebiasaan orang Betawi. Alangkah baiknya jika And beritahu juga teman – teman Anda yang ada dijaringan sosial media. Dengan begitu Anda termasuk orang yang peduli dengan budaya Indonesia.

1 komentar

Silahkan berkomentar