7 Kesenian Suku Batak Yang Jarang Terpublikasi

Diposting pada

Kesenian suku Batak merupakan bagian dari budaya yang ada di propinsi Sumatera Utara (Sumut). Dari kesenian ini, banyak orang jadi mengenal suku Batak dan daerah tempat tinggal sampai sejarahnya. Keunikan dari kesenian suku Batak menjadi ciri khas yang harus dijaga dan dilestarikan sampai kapan pun juga. Jangan sampai kesenian Batak punah di telan oleh zaman. Generasi masa depan harus tahu dan bangga dengan kesenian nusantara.

Banyak cara untuk melestarikan kesenian suku Batak. Bisa mulai dari komunitas suku Batak itu sendiri yang rajin mensosilisasikannya ke berbagai media. Apalagi saat ini sudah zaman media sosial, jadi tidak susah untuk melakukan sosialisasi. Bahkan sosialisasi sekarang ini jadi lebih mudah dan murah. Perbanyak komunitas suku Batak yang rajin untuk menjaga keseniannya.

Ada banyak kesenian suku Batak jika kita mau menelusurinya. Namun pada kesempatan ini kitsa sampaikan yang ada saja.

Nah, sebelum kami uraikan, izinkan kami menyampaikan tenang informasi yang sudah kami publikasikan pada blog ini beberapa waktu yang lalu. Kami pernah menulis tentang adat istiadat suku Batak dan alat musik tradisional suku Batak sebagai bentuk kepedulian kami kepada budaya nusantara. Kami yakin bahwa dengan mensosialisaikannya di internet atau yang biasa disebut dengan komunikasi Daring, budaya Batak akan terus eksis sampai kapan juga.

Baiklah, tanpa berlama – lama kata pengantar, izinkan kami langsung bahas poin per poin kesenian suku Batak yang wajib kita ketahui sebagai ciri warga negara yang baik. Selamat menyimak!

1. Seni Musik Margondang

Seni Musik Margondang (blogger)

Upacara margondang diadakan untuk menyambut kelahiran anak mereka dan sekaligus mengumumkan kepada warga kampung bahwa dia sudah mempunyai anak. Margondang merupakan suatu kebiasaan masyarakat Batak yang dilakukan dalam suatu upacara tertentu. Tujuan filosofinya adalah untuk mengukuhkan muatan religi acara tersebut karena merupakan kebiasaan yang diwarisi dari leluhur.

2. Seni Tari Manortor

Seni Tari Manortor (wikipedia)

Tortor adalah tarian Batak yang selalu diiringi dengan gondang (gendang). Tortor pada dasarnya adalah ibadat keagamaan dan bersifat sakral,bukan semata-mata seni. Setiapupacara adat memiliki cirikhas tor- tor yng berbeda sesuai dengan tema uapacara yang sedang dilaksanakan. Secara langsung eksistensi tari Manortor ini masuk menjadi tarian daerah di Sumatera Utara sebagai daerah yang mebawahi suku Batak.

3. Seni Patung

Seni Patung (tobatabo)

Di daerah Batak peninggalan-peninggalan kebudayaan megalitik sampai saat ini masih banyak dijumpai, misalnya batu berdiri (menhir) dan batu-batu yang disusun berupa mejan batu (dolmen) terletak dekat batu-batu kecil (kursi) yang dipakai sebagai tempat pertemuan seperti di Ambarita (Samosir), dan Sarcophagus atau keranda. Kursi batu menurut kepercayaan masyarakat, pada waktu itu adalah tempat para arwah leluhur mereka, sebab ada penghormatan kepada leluhur, oleh sebab itu mereka berhak duduk pada kursi-kursi tersebut.

4. Ulos

Ulos Batak (Tokopedia)

Kesenian yang ada di wilayah Batak selanjutnya ialah menenum. Dalan bahasa khas Batak, kesenian ini bernama Martonun. Membuat beragam kain tenunan adalah kegiatan rutin masyarakat Batak Toba. Di tanah air sendiri, kain tenunan khas masyarakat Batak sudah sangat dikenal. Tak hanya memiliki corak unik, tenun hasil masyarakat Batak juga populer dengan kualitasnya yang tinggi. Konon, tradisi menenun merupakan tradisi turun temurun nenek moyang masyarakat Batak dan hingga kini masih dilestarikan.

5. Rumah Adat

Rumah Adat (wikipedia)

Teknologi pembuatan rumah sebagai suatu karya kebendaan masyarakat Batak terlihat dari desain rumah yang memiliki kolong dan bertangga. Rumah disebut juga jabu atau bagas. Rumah orang Batak melukiskan alam kosmos. Rumah bagian pertama disebut bara, tombara (kolong) rumah. Gunanya untuk kandang ternak, kerbau atau sapi. Ternak itu adalah sahabat manusia yang turut membantu usaha pertanian. Oleh sebab itu, mereka juga harus dilindungi.

6.  Bahasa Batak

Sumber : Hitabatak

Dalam kehidupan dan pergaulan sehari-hari, orang Batak menggunakan beberapa logat, ialah: (1) Logat Karo yang dipakai oleh orang Karo; (2) Logat Pakpak yang dipakai oleh Pakpak; (3) Logat Simalungun yang dipakai oleh Simalungun; (4) Logat Toba yang dipakai oleh orang Toba, Angkola dan Mandailing. Di antara keempat logat tersebut, dua yang paling jauh jaraknya satu dengan lain adalah logat Karo dan Toba.

7. Seni Dalam Upacara Pernikahan

Dalam adat Batak Toba pernikahan harus diresmikan secara adat berdasarkan adat dalihan na tolu, yaitu Somba marhula-hula, manat mardongan tubu, elek marboru. Pernikahan di masyarakat Batak Toba sangat kuat sehingga susah untuk bercerai karena dalam pernikahan tersebut banyak orang yang bertanggung jawab  dan terlibat di dalamnya.

Baca : Lagu Daerah Sumatera Utara

Hmm… sejatinya suku Batak sangat kaya dengan keseniannya. Hanya saja perlu waktu untuk mengeksplore kesenian suku Batak secara lengkap. Kami rasa, kami perlu mengupdate informasi ini dilain waktu. Bagi sobat yang ada infromasi terkait keseian dari suku Batak, jangan sungkan untuk menyampaikannya kepada kami. Terima kasih.

4 komentar

Silahkan berkomentar