7 Adat Istiadat Sumatera Utara (Sumut), Suku Batak Beserta Gambar & Penjelasan

Diposting pada

Adat isitiadat di Sumatera Utara (Sumut) terkait suku Batak kami sampaikan beserta gambar dan penjelasannya di kesempatan kali ini untuk para pembaca yang cinta dengan budaya Indonesia, baik asli orang Medan maupun yang berlokasi diluar Medan. Yang kami pahami untuk mengenal budaya asli Indonesia, rasanya tidaklah mesti kita menjadi orang didaerah tertentu. Namun yang namanya warga Indonesia sudah sewajarnya mau mengenal macam – macam budaya nusantara.

Ada banyak adat istiadat Sumut yang harus mendapat perhatian oleh kita semua. Eksistensinya tidak semua bisa dipertahankan sampai kepada anak cucu. Ancaman budaya global sangat strategis menghilangkan kepercayaan diri anak bangsa untuk cinta kepada budayanya sendiri. Bahkan tidak sedikit dari remaja Indonesia yang latah meniru budaya dari luar negeri. Salah siapa? Salah kita semua sebagai bangsa dan negara yang tidak peduli terhadap budayanya sendiri. Ayo mulai sekarang, sama – sama kita lestarikan ragam budaya adat istiadat atau tradisi sebagai warisan leluhur. Kalau buka kita siapa lagi?

Sekedar pemberitahuan kepada pembaca, bahwa pada blog ini kami sudah banyak menulis mengenai adat istiadat dan upacara adat daerah (suku) yang ada di Indonesia, seperti upacara adat Bali, upacara adat Papua dan upacara adat Betawi. Masih banyak lagi. Anda bisa membacanya dengan menulis kata kunci pada menu pencarian di blog ini.

Baiklah, tanpa perlama waktu lagi, langsung saja Anda baca apa saja adat istiadat yang ada di provinsi Sumatera Utara. Berikut informasinya.

1. Manortor Dan Margondang

Uraian terkait dengan Adat Manortor di Sumut yang unik
via Merdeka

Manortor merupakan melakukan tarian seremonial yang disajikan dengan musik Gondang. Tortor adalah seni tari Batak Sumut pada zaman dahulu merupakan sarana utama dalam melakukan ritual keagamaan yang masih bernafaskan mistik (kesurupan), tapi saat ini Manortor kerap dijumpai pada acara pesta-pesta adat orang Batak dengan membunyikan alat musik tradisional Gondang Sabangunan (dengan perangkat musik yang lengkap) yang pada zaman dahulu erat dengan pemujaan kepada Dewa-Dewa atau roh-roh nenek moyang.

2. Mangulosi

Info tentang Mangulosi adat Batak Sumut yang melegenda
via Youtube

Kegiatan Mangulosi artinya memberikan ulos sebagai lambang kehangatan dan berkat bagi mereka yang menerimanya. Ketika Mangulosi ada aturan yang harus dituruti yakni: hanya orang yang dituakan yang dapat memberikan ulos. Misalnya : orang tua mangulosi anaknya, tetapi seorang anak tidak bisa mangulosi orangtuanya.

Mangulosi sering kita temukan pada saat-saat pesta antara lain :

  • Ketika anak lahir , bayi akan menerima “Ulos Parompa”
  • Pada saat anak laki-laki melaksanakan pesta pernikahan, dia akan menerima “Ulos Hela” dari mertuanya.
  • Pada saatnya meninggal dunia, akan menerima “Ulos Saput”.

3. Partuturan

Informasi tentang Partuturan suku Batak di Sumatera Utara
via hitabatak

Di kehidupan sehari-hari warga suku Batak, Partuturan ialah kunci dari falsafah hidupnya dengan menanyakan marga dari setiap orang Batak yang ditemuinya. Hal ini dapat digambarkan dengan ukiran 2 ekor cicak yang saling berhadapan yang menempel di kiri-kanan Rumah Batak. Kekerabatan ini pula yang menjadi semacam tonggak agung untuk mempersatukan hubungan darah dan menentukan sikap terhadap orang lain dengan baik.

4. Mengalahat Horbo

Ulasan terkait dengan Mengalahat Horbo suku Batak di Sumut
via Kompas

Mangalahat Horbo ialah upacara adat di Sumut bagi orang Batak sebagai pertanda penyucian diri atau menebus dosa-dosa , sehingga akan didapat kemakmuran dalam kehidupannya. Acara Mangalahat Horbo ini dilatar belakangi kepercayaan suku Batak kepada Debata Mula Jadi Nabolon (Sang pencipta alam semesta) yang mampu menghapus dosa dan memberi kemakmuran dengan mengurbankan seekor kerbau jantan yang diikatkan pada borotan (sebuah tiang di tengah upacara yang dihias berbagai jenis daun-daun pilihan).

5. Umpasa

Review tentang Adat Istiadat Umpasa yang menarik
via Twitter

Ialah merupakan aktivitas kata-kata yang diucapkan seperti menyerupai pantun yang dalam bahasa Batak mempunyai makna. Sebab begitu penting, maka Umpasa diucapkan untuk menyampaikan keinginan/harapan dalam setiap acara adat yang dilaksanakan. Apabila Umpasa yang disebutkan juga menjadi harapan dari para hadirin, maka secara serentak akan mengatakan “ima tutu” yang artinya “semoga demikian”.

Baca : 11 Upacara Adat Sumatera Utara

6. Mangongkal Holi

Penjelasan tentang Adat Istiadat Mangongkal Holi Sumut
via Sportourism

Adat isiadat Mangongkal Holi terkait dengan kematian bagi suku Batak. Kebiasaan ini merupakan suatu prosesi upacara yang dilakukan untuk mengumpulkan tulang belulang dari jasad orang tua yang dimasukkan ke peti yang baru untuk dipindahkan pada suatu tempat yang telah disediakan oleh pihak keluarga.

Tujuan tradisi yang sudah turum temurun ini memberikan penghormatan kepada roh orang tua yang telah tiada. Pemindahan lokasi tulang belulang dimaksud ke tempat yang baru adalah untuk mendapatkan tempat yang lebih baik dari tempat sebelumnya.

7. Dalihan Natolu

Info terkait dengan Dalihan Natolu suku Batak yang unik
via Bonapasogit

Arti “Dalihan” ialah sebuah tungku yang terbuat dari batu. Jadi Dalihan Natolu bisa dideskripsikan sebagai tungku tempat memasak yang diletakkan di atas 3 (tiga) batu. Supaya tungku tersebut dapat berdiri dengan baik, maka ketiga batu sebagai penopang haruslah berjarak seimbang satu sama lain dan tingginya juga harus sama. Ini adalah falsafah yang dimaknakan sebagai kebersamaan yang cukup adil dalam kehidupan masyarakat Batak.

Baca : 10 Senjata Tradisional Sumatera Utara

Ada 3 bagian kekerabatan dalam “Dalihan Natolu” yaitu :

  • Somba Marhulahula (Sembah/Hormat kepada keluarga pihak istri)
  • Elek Marboru (Sikap membujuk/mengayomi wanita)
  • Manat Mardongan Tubu (Bersikap hati-hati kepada teman semarga)

Baca : 16 Makanan Khas Tradisional Sumatera Utara

Demikian uraian mengenai adat istiadat Sumut yang bisa kami sampaikan untuk pembaca. Semoga bermanfaat dan bisa mencerahkan wawasan bangsa Indonesia.

Credit : _http://visitsamosir.com

Silahkan berkomentar