Info terkait dengan Upacara Tanam Sasi yang ada di Papua
via Blogger

4 Upacara Adat Papua dan Papua Barat, Gambar serta Penjelasannya

Diposting pada

Upacara adat Papua dan daerah Papua Barat, gambar serta penjelasannya atau keterangannya disampaikan lengkap pada kesempatan kali ini. Banyak tradisi adat Papua yang harus diketahui oleh seluruh rakyat Indonesia, baik dari Sabang sampai Merauke, dari kalangan akademisi atau umum. Karena itu kami terus mengumpulkan beberapa informasi terkait adat istiadat yang masih ada maupun tinggal sejarah saja.

Upacara adat Papua ada yang dilaksanakan untuk kelahiran anak, pernikahan sampai syukuran atas keberhasilan sesuatu. Sama dengan upacara di daerah lain, hanya bentuk, budaya dan nilainya yang berbeda.

Sangat disayangkan sekali jika banyak warga Indonesia yang tidak kenal dengan upacara adat Papua. Sudah seyogyanya, sebagai warga yang baik, yang peduli dengan budaya bangsa mengetahui tentang seluk beluk budaya di seluruh daerah nusantara. Kita malu jika orang asing yang lebih mengetahui dari pada kita. Ingat! Beberapa waktu lalu budaya warisan Indonesia sudah diklaim oleh negara tetanggal loh!

Melalui blog yang sederhana ini, izinkan kami menyampaikan beberapa upacara adat Papua untuk Anda. Dan sebelum kami sampaikan lebih lanjut, perlu diketahui bahwa blog ini sudah banyak mengulasnya topik terkait upacara daerah, seperti adat istiadat suku Melayu, upacara adat Bali, adat istiadat suku Sunda dan masih banyak lagi. Anda bisa menelusurinya melalui menu pencarian di blog ini.

Baca : 11 Alat Musik Tradisional Papua

Baiklah, kita langsung membahas satu persatu tentang apa saja upacara adat di Papua dan Papua Barat yang pernah ada dalam lintasan sejarah Indonesia dari masa ke masa.

1.Upacara Tanam Sasi

Info terkait dengan Upacara Tanam Sasi yang ada di Papua
via Blogger

Pada suku Marin, didaerah Kabupaten Merauke, terdapat upacara Tanam Sasi yaitu sejenis kayu yang dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian upacara kematian. Sasi ditanam 40 hari setelah kematian seseorang dan akan dicabut kembali setelah 1.000 hari. Budaya Asmat dengan ukiran dan souvenir dari Asmat terkenal hingga ke mancanegara. Ukiran Asmat memiliki empat makna dan fungsi, masing-masing :

  • Melambangkan kehadiran roh nenek moyang;
  • Untuk menyatakan rasa sedih dan bahagia;
  • Sebagai lambang kepercayaan dengan motif manusia, hewan, tumbuhan dan benda-benda lain;
  • Sebagai lambang keindahan dan gambaran memori nenek moyang.

Baca : 4 Senjata Tradisional Papua

2. Upacara Kehamilan dan Kelahiran

Uraian tentang Upacara Kehamilan dan Kelahiran daerah Papua yang unik
via UMM

Pada saat proses ini berlangsung, bakal generasi penerus dijaga dengan baik agar dapat lahir dengan selamat dengan bantuan ibu kandung. Sampai bayi lahir maka disambut dengan upacara selamatan secara sederhana. Prosesi tersebut dilakukan upacara pemotongan tali pusar menggunakan sembilu. Bayi disusui oleh ibu selama 2-3 tahun.

3. Upacara Pernikahan

Informasi tentang Upacara Pernikahan yang ada di Papua
via Blogger

Pada poin ini, kita akan berikan deskripsi mengenai upacara adat Papua terkait pernikahan. Proses ini berlaku bagi seorang anak laki-laki & juga anak perempuan yang berumur 17 tahun. Perkawinan dilaksanakan oleh pihak laki-laki usai terjadi kesepakatan dengan pihak dari perempuan.

Umumnya didahului dengan upacara uji keberanian yaitu membeli mempelai perempuan dengan mas kawin piring antik. Nilai mas kawinnya ini berdasarkan nilai uang kesepakatan perahu Johnson (merek motor penggerak perahu suku bangsa Asmat).

Belum dapat informasi apa yang mempengaruhi sehingga terjadi model upacara perkawinan seperti diatas.

Baca : 5 Pakaian Adat Papua dan Papua Barat, Gambar Serta Penjelasannya

4. Upacara Kematian

Via Blogger

Ada perbedaan terjadi soal upacara kematian di Papua antara warga biasa dengan kepada suku adat.

Apabila kepala suku atau kepala adat yang mati, maka jasadnya disimpan dalam bentuk mumi dan dipajang di depan Joglo suku ini. Namun, apabila yang meninggal warga biasa jasadnya dikuburkan. Proses ini dijalankan dengan iringan nyanyian berbahasa Asmat dan pemotongan ruas jari tangan dari anggota keluarga yang ditinggalkan. Orang Asmat juga melakukan upacara selamatan yang disebut Emaketsjem. Tradisi atau kebiasaan potong jari juga dikenal dalam tradisi suku-suku bangsa yang menghuni Lembah Baliem.

Terjadi perbedaan meski sedikit dengan tradisi suku bangsa Marind di Kabupaten Merauke, dalam rangkaian upacara kematiannya ada upacara tanam sasi (sejenis kayu). Sasi ditanam 40 hari setelah hari kematian dan dicabut kembali setelah 1.000 hari. Sementara itu, pada tradisi suku-suku bangsa di Lembah Baliem diikuti dengan upacara bakar batu. Namun begitu, upacara bakar batu tidak hanya dilaksanakan saat ada kematian.

Baca : Tarian Adat Papua

Sebenarnya masih banyak lagi macam – macam upacara adat Papua diluar dan keterbatasan pengetahuan kami serta waktu yang ada. Dilain waktu akan dilakukan pembaharuan kembali terkait dengan artikel ini. Jika menemukan kesalahan dan kekeliruan silahkan beritahu kami. Jangan diam saja ya. Karena tiada manusia yang sempurna, selalu ada kekhilafan dalam perbuatannya.

Akhirnya, semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca yang budiman.

Credit:

_https://www.senibudayaku.com
_http://ratriramadhanny.blogspot.com

Silahkan berkomentar