Alat Musik Kolintang
Kolintang via Tribunnews

Alat Musik Kolintang, Sejarah, Fungsi, Gambar dan Cara Memainkannya

Diposting pada

Alat Musik Kolintang atau kerap disebut kulintang merupakan alat musik perkusi bernada dari kayu khusus yang disusun rapi. Nama alat musik Kolintang sendiri berasal dari suara yang dihasilkan alat musik tersebut ketika dipukul yakni Tong, Ting dan Tang, suara Tong muncul ketika nada rendah dibunyikan, suara Ting muncul ketika nada tinggi dimainkan dan suara Tang muncul ketika nada tengah dimainkan.

Pelafalan Kolintang berasal dari bahasa Minahasa yaitu Kumolintang (TongTingTang), dari pelafalan itu, lambat laun “Kumolintang” berubah menjadi Kolintang, dan nama Kolintang tersebut digunakan hingga saat ini.

Masuk termasuk alat musik tradisional Indonesia yang melengkapi khazanah budaya Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Alat Musik Kolintang
Kolintang via Tribunnews

Sejarah Alat Musik Kolintang

Awalnya Kulintang hanya terdiri atas beberapa potong kayu disusun berjejer di atas kaki-kaki pemainnya. Setelah itu, mulai dikembangkan menggunakan alas terbuat dari batang pisang. Kulintang mulai menggunakan kotak resonator sejak Pangeran Diponegoro datang ke Minahasa. Usai Perang Dunia II, instrumen ini mulai mengalami perkembangan dalam segi nada, di mana nada yang dihasilkan lebih mengacu pada susunan nada universal.

Baca >> Alat Musik Saluang

Dewasa ini Kolintang mulai kembali digemari oleh generasi muda, terutama di Minahasa. Mereka mengkolaborasikan Kolintang dengan alat musik lainnya dalam mengiringi lagu lagu pop, jazz atau rock.

Masyarakat Minahasa sering menggunakan instrumen ini sebagai pengiring upacara adat, pertunjukan tari-tarian, nyanyian daerah, bahkan kesenian lokal. Alat musik Kolintang diperkirakan telah ada sejak zaman dulu di mana kala itu instrumen ini kerap dimainkan dalam ritual adat pemujaan roh leluhur.

Fungsi Alat Musik Kolintang

Pergeseran fungsi Kulintang mulai terjadi seiring masuknya agama Islam dan Kristen di tanah Minahasa. Sejak saat itu, Kulintang tak lagi digunakan sebagai pengiring upacara adat, namun lebih sering untuk mengiringi tarian, lagu daerah, atau pementasan musik lokal.

Dalam sebuah pementasan, semua jenis instrumen Kulintang disusun berdasarkan formasi tertentu supaya menghasilkan perpaduan nada yang klop serta mudah dikombinasikan. Kulintang termasuk salah satu jenis idiofon.

Baca >> Alat Musik Aramba

Cara Memainkan Alat Musik Kolintang

Cara memainkan Kolintang dengan memukul bilah bilah kayu yang ada di hadapan pemain musik. Tiap bilah memiliki nada yang berbeda satu sama lainnya. Seorang pemain kolintang membunyikan bilah bilah kayu dihadapannya dengan menggunakan tiga buah alat pukul. Satu buah pemukul di tangan sebelah kiri dan dua buah tongkat lainnya di tangan kanan. Tongkat pemukul tersebut memiliki nomer urut dari 1, 2 hingga 3 dengan urutan posisi dan penempatan tertentu.

Tongkat nomor satu berada di tangan kiri. Tongkat nomor dua ada di tangan kanan, berada diantara telunjuk dan ibu jari. Dan tongkat nomor tiga berada di jari tengah dan jari manis. Cara memukul kolintang menyesuaikan dengan ketukan dan irama dalam lagu. Cara memainkan yang unik dengan tiga buah tongkat inilah yang membuat Kolintang menarik dimata banyak orang. Namun penggunaan tiga buah tongkat pemukul tersebut tidak selalu diterapkan, untuk kolintang yang khusus menghasilkan nada rendah seperti bass, pemain kolintang hanya menggunakan dua buah tongkat pemukul.

Baca >> Alat Musik Sasando

Penutup

Demikian informasi mengenai alat musik Kolintang (Kulintang) pada kesempatan kali ini. Seperti alat musik tradisional Sumatera Utara yang harus dilestarikan sampai kepada generasi selanjutnya.

Credit:

_https://www.kata.co.id/Seni/Alat-Musik-Kolintang/1958
_http://www.artikelmateri.com/2017/07/kolintang-sejarah-asal-bentuk-gambar-cara-memainkan-fungsi.html

Silahkan berkomentar