Pakaian Adat Maluku
via Blogger

9 Pakaian Adat Maluku Ambon, Nama dan Gambar serta Penjelasannya

Diposting pada

Pakaian adat Maluku (Ambon) merupakan budaya Indonesia yang menjadi salah satu bagian khazanah kekayaaan nusantara. Keberadaannya harus selalu dilestarikan dari masa ke masa, sampai kepada generasi selanjutnya.

Merujuk kepada pengertian umum versi Wikipedia, pakaian adalah bahan tekstil dan serat yang digunakan sebagai penutup tubuh. Sedangkan Adat adalah gagasan kebudayaan yang terdiri dari nilai-nilai kebudayaan, norma, kebiasaan, kelembagaan, dan hukum adat yang lazim dilakukan di suatu daerah.

Pakaian adat Maluku adalah simbol identitas warga lokal yang menjadi corak dari warna – warni Indonesia. Kini informasi tentang pakaian adat Maluku sangat mudah ditemukan pada laman internet. Bisa melalui komputer, laptop atau pun smartphone.

Maluku yang terdiri dari Maluku Utara, Maluku Tenggara, Maluku Selatan dan Maluku Tengah mempunyai banyak adat istiadat yang harus diketahui oleh semua warga Indonesia.

Menjadi sebuah provinsi yang meliputi bagian selatan Kepulauan Maluku, Indonesia, Maluku membedakan mana pakaian adat untuk pria dan untuk wanita. Dan untuk lebih jelasnya, kami sudah berhasil mengumpulkan informasinya untuk Anda.

Namun sebelum menuju kepada informasi pakaian adat Maluku, penting untuk Anda ketahui bahwa pada blog ini sudah banyak arsip digital terkait budaya Indonesia. Mulai dari alat musik tradisional Indonesia sampai pakaian adat Indonesia. Anda bisa baca informasi mengenai pakaian adat Bali dan pakaian adat Aceh serta pakaian adat Papua usai membaca artikel ini.

Inilah Nama-nama Pakaian Adat Maluku

Berikut adalah informasi mengenai baju, celana, busana dan aksesoris yang identik dengan daerah Maluku. Jumlahnya masih dibawah sepuluh, selamat membaca.

1. Baju Cele

Pakaian Adat Maluku
via Blogger

Baju Cele atau kain salele merupakan pakaian tradisional Maluku yang paling terkenal. Meski terkesan sederhana dan cukup mudah untuk dikenakan atau dipakai , tapi pakaian adat Maluku ini mempunyai nilai filosofis dan estetis yang tinggi.

Salah satu ciri khas pakaian adat Maluku yang bernama baju Cele adalah warnanya yang merah terang dengan motif bergaris perak ataupun emas yang geometris. Baju ini juga terbuat dari bahan kain yang tebal tapi masih nyaman ketika dipakai.

Untuk baju adat Cele khusus laki-laki bagian atas memakai kemeja sebagai dalaman dan ditutupi baju Cele yang mirip seperti kemeja. Sedangkan bagian bawah memakai celana bahan berwarna putih ataupun hitam.

Dan baju adat khusus wanita biasanya baju Cele akan dikenakan bersama dengan kebaya yang memiliki warna sama. Selain kebaya, baju cele ini juga sering dipakai bersama kain sarung yang ditenun.

2. Kebaya Putih Tangan Panjang

Berbahan Brokat, pakaian adat ini mempunyai warna putih yang dahulu biasa dikenakan wanita kalangan tertentu, seperti wanita kerajaan, guru dan bangsawan.

Kebaya putih tangan panjang dilengkapi dengan beragam aksesori, seperti kancing di tangan, kancing bagian depan, hiasan bordir di bagian belakang, kaos kaki putih, tusuk konde (karkupeng), sanggul berbentuk bulang, serta alas kaki putih dan canela.

3. Kebaya Dansa

Pakaian Tradisional Maluku
Kebaya Dansa via pens.ac.id

Kebaya dansa termasuk pakaian adat Maluku yang biasanya digunakan ketika ada pesta rakyat. Pakaian ini adalah kemeja berleher bundar tanpa kancing. Kain yang digunakan untuk membuatnya adalah jenis kain polos berkembang kecil. Beda dengan Baniang putih, kebaya dansa dapat dikenakan oleh pria maupun wanita.

4. Kebaya Hitam Gereja

Pakaian Adat Ambon
via Blogger

Kebaya hitam gereja merupakan Kebaya lengan panjang dari bahan brokat hitam yang dipadukan dengan bawahan sarung dari jenis kain yang sama. Beberapa aksesoris seperti lenso, canela hitam, dan kaos kaki putih, serta sanggul bulan lengkap dengan haspel (tusuk konde) biasanya digunakan sebagai penambah nilai estetis. Sesuai namanya, pakaian ini secara umum hanya digunakan sebagai pakaian ibadah gereja.

5. Baju Nona Rok

Baju Nona Rok berupa kebaya putih panjang berbahan Brokat halus dan rok bermotif kembang kecil. Baju nona rok biasa digunakan lengkap dengan aksesoris berupa ikat pinggang perak (peding), sanggul (konde bulan), tusuk konde (haspel), dan berbagai perlengkapan lain seperti yang digunakan pada baju cale.

6. Baniang Putih

Pakaian Adat Tradisional Maluku
via Blogger

Pakaian Baniang putih merupakan pakaian adat Maluku Tengah yang hanya dipakai kaum pria. Pakaian adat Maluku ini berupa kemeja dengan leher bundar yang dilengkapi kancing putih. Baniang putih secara umum biasanya digunakan sebagai dalaman jas.

7. Pakaian Raja Maluku

Pakaian Raja Maluku via boombastis

Sebelum bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Maluku diketahui adalah sebuah wilayah yang terdiri dari kerajaan – kerajaan. Buktinya bisa kita lihat sampai saat ini adalah pakaian sebagai warisan sejarah yang tidak bisa dibantah. Tentu saja, pakaian yang dikenakan oleh sang raja ini tidak sembarang orang bisa mengenakannya. Mungkin hanya pewaris tahta kerajaan dan orang pilihan saja, seperti presiden Indonesia.

Jika dilihat, pakaiannya memang sangat berbeda dengan pakaian yang dipakai oleh masyarakat Maluku pada umumnya. Sekilas pakaiannya mencerminkan kegagahan bagi orang yang memakainya. Warna putih menjadi dominasi dengan warna hitam serta merah dengan motif hiasan emas.

Modelnya sangat mirip dengan jubah yang menjulur sampai kebawah. Aksesoris yang tidak lupa adalah tali pinggang dan tongkat yang berfungsi sebagai alat komunikasi tradisional.

8. Manteren Lamo

Manteren Lamo via Google Image

Jenis pakaian ini adalah masih seputar busana yang ada di kerajaan Maluku yang bernama Manteren Lamo. Pakaian yang sering dipakai Sultan pada masa lalu ini terdiri dari jas tertutup berwarna merah. Dan ada jumlah kancing yang mencapai 9 jumlahnya. Kabarnya kancing itu terbuat dari perak, dan ujung tangan, leher, serta saku jas bagian luar dihiasi dengan bordir dan pernik keemasan. Dari warna merah yang dipilih membuat orang yang mengenakan terlihat perkasa dan wibawa seorang sultan.

Biasanya, busana adat ini dipakai dengan bawahan celana panjang berwarna hitam dan tutup kepala atau destar khusus.

9. Kimun Gia

Kimun Gia via perpustakaan.id

Pakaian ini berjenis Kebaya yang biasa dikenakan oleh wanita di Maluku, biasa segala umur. Hal yang membuat unik adalah pembedaan warna pada usia jika seorang wanita ingin memakainya. Untuk wanita yang masih belia, warna terang tetap menjadi pilihan sebagai simbol jiwa muda mereka. Umumnya aksesoris pakaian yang berbentuk perhiasan-perhiasan yang terbuat dari emas asli dan meliputi bros, kalung, ikat pinggang, bahkan tusuk konde juga wajib untuk digunakan sebagai pelengkap dari pakaian tersebut. Ada pun wanita Maluku tidak pernah lupa memakai Sanggul karena menjadi sebuah pelengkap yang cukup penting bagi pakaian adat ini.

Tidak bisa dipungkiri, keberadaan pakaian ini memang bertujuan sebagai penunjuk kelas sosial dan membedakan antara rakyat jelata dan keluarga Kesultanan. Namun seiring berjalan waktu, aturan yang tidak tertulis itu mulai pudar.

Pakaian Adat Daerah Maluku Utara

Maluku Utara merupakan daerah bagian dari Maluku sendiri yang memiliki kebudayaan tersendiri. Sama halnya antara kebudayaan yang ada di Sumatera Barat dan di Sumatera Utara.

Kebudayaan yang masih kita perhatikan adalah mengenai pakaian adat Maluku Utara yang mencakup baju, celana, rok, topi dan aksesoris lainnya.

Apa saja pakaian adat Maluku Utara? Secara jelas, kami sudah uraiankan pada pemabahasan diatas. Anda bisa memilahnya, mana pakaian adat Maluku Utara dan mana pakaian adat Maluku Tenggara. Ada kesamaan dan perbedaan dari keduanya yang menjadikan ciri khas masing – masing daerah sebagai kearifan lokal.

Untuk penambahan poin mengenai pakaian adat Maluku Utara, akan kami update sesuai dengan kebutuhan yang ada.

Bagaiamana nih? Apakah Anda sudah mengenal pakaian adat Maluku? Semoga saja sudah ya. Kalau ada kritik dan saran jangan sungkan untuk menulisnya pada kolom komentar dibawah ini.

Credit:
Wikipedia
_https: rumahulin.com/pakaian-adat-maluku

Silahkan berkomentar