Jokowi Ajak Teladani Nabi Muhammad, Jonru Pertanyakan Akhlak Jokowi

Diposting pada

Tampaknya reaksi rakyat atas seruan Jokowi di acara peringatan maulid untuk teladani Nabi Muhammad belum juga reda. Jika sebelumnya heboh dan ramai netizen di sosial media yang memberikan komentar, kini Jonru melakukan hal yang hampir sama, yaitu mengomentari seputar akhlak Jokowi.

Tentu saja hal ini menarik untuk diulas, sebab pembahasannya akan coba “menelanjangi” akhlak Jokowi, dan coba di bandingkan dengan prinsip akhlak yang di ajarkan suami Khadijah itu.

Kabar dan Gambar Jonru dan Jokowi terkait dengan pernyataan Jokowi di maulid Nabi Muhammad

Dalam hal ini, Jonru coba memaparkan sifat-sifat nabi Muhammad yang sudah mendunia, seperti: Shiddiq, Amanah, Tabligh dan Fathonah. Berikut informasi seperti di kutip dari laman blog Jonru.

#1. Shiddiq (Benar) = Sesuai perkataan dan perbuatan
Jadi kalau kita melarang orang lain bikin rapat di hotel, kita pun menerapkannya dengan cara tidak bikin rapat di hotel.

#2. Amanah = Bisa dipercaya
Jadi kalau kita janji akan mengangkat Jaksa Agung dari kalangan nonparpol, pastikan bahwa jaksa agungnya benar2 dari nonparpol. Agar orang2 masih terus mempercayai kita.

#3. Tabligh (Menyampaikan)
Sampaikan semuanya secara jujur, transparan, apa adanya.
Jadi kalau bikin kartu sakti, sampaikan dengan jelas dan transparan, dari mana sumber dananya, bagaimana proses tendernya, dan sebagainya.

#4. Fatonah (Cerdas)
Kalau misalnya kita ditanya tentang peserta demo yang jadi korban pemukulan oleh aparat, jawablah dengan cerdas dan bertanggung jawab, jangan cuma bisanya ngeles, “Itu bukan urusan saya.”

Dari ke empat indikator sifat, akhlak atau karakter diatas, maka dengan mudah rakyat menilai apakah Jokowi sudah mencontoh nabi Muhammad atau belum. Walau memang mencontoh nabi Muhammad bukan hanya di wajibkan kepada Jokowi saja, namun alangkah lebih indah jika Jokowi bisa dahulu memulainya. Tapi kalau Jokowi tidak memulainya, ngapain pula suami Iriana itu himbau rakyat? Bukankah ini menjadi blunder kepada Jokowi sendiri? Betul.

Nah, kalau sudah begitu yang kasihan siapa? Kan, Jokower sendiri yang harus terus membela Jokowi jika di kritik. Padahal Jokowi sudah menyuruh rakyat – termasuk Jokowers – agar membalas dengan kebaikan dan doa jika orang mencela (baca:kritik). Ayo mikir!

Dan yang perlu diketahui, tidak semua kritik kepada Jokowi adalah celaan. Tidak sedikit bahkan banyak, semua adalah fakta tentang Jokowi. Ini bukan celaan, tapi ini adalah nasehat. Ya, seperti yang dilakukan Jonru sejatinya adalah nasehat. Tapi hal itu cuma bisa di pahami sama orang yang punya “akal sehat”, bukan “akal sesat”. [JK Sinaga]