Pada Akhirnya Jokowi-JK Hanya Seperti Kerbau Di Cokok Hidungnya, Betulkah?

Diposting pada

Banyak orang yang menilai bahwa kemenangan pasangan Jokowi-Jusuf Kalla adalah kemenangan semu. Itu terlihat dengan gagalnya kubu pendukung Jokowi memenangkan pertarungan politik di DPR terkait pimpinan DPR. Tentu saja hal ini akan membuat pemerintahan Jokowi-JK kedepan seperti kerbau yang di cokok hidungnya, betulkah begitu?

Kabar dan gambar Jokowi JK terkait dengan pernyataan pengamat politik, arbi sanit yang mengatakan akan seperti kerbau yang di cokok hidungnya

Adalah Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Arbi Sanit, pesimis pemerintahan Jokowi-JK akan berjalan lancar jika gaya berpolitik Koalisi Indonesia Hebat tidak segera diperbaharui, seperti dilansir laman pksabadijaya, Senin (6/10/2014).

“Meski menang di pilpres, tapi secara politis Jokowi dan koalisinya gagal memaknai sebuah kemenangan. Ini akan terus berlanjut. Ini kekalahan merebut DPR yang menurut saya bodoh,” ujar Arbi Sanit, Minggu (5/10).

“Pada akhirnya (pemerintahan Jokowi-JK) hanya akan seperti kerbau yang dicokok hidungnya oleh DPR dan terpaksa menuruti kemauan DPR diserat kemanapun KMP ingin menyeretnya,” tambah dia.

Selain itu, lanjut Arbi, buntut dari kekalahan PDIP Cs dalam hal UU MD3 dan pemilihan pimpinan DPR, akan ada tuntutan dari elit koalisi Koalisi Indoensia Hebat yang semula di DPR minta bergabung di kabinet.

“Untuk apalagi para elit pendukung Jokowi-JK di DPR kalau hanya jadi anggota. Sebab semua posisi pimpinan DPR dikuasai Koalisi Merah Putih (KMP). Maka tidak ada cara lain bagi Jokowi selain mengakomodir mereka dalam kabinet,” tegasnya.

Hal ini, jelas Arbi, akan membuat pemerintahan Jokowi-JK semakin keteteran, karena di parlemen saja mereka tidak mampu menyaingi KMP, apalagi kalau mereka di pemerintahan.

“Yah bagaimana tidak diakomodir, lah wong mereka kalah dalam perebutan kursi pimpinan DPR. Mau tidak mau Jokowi harus mengakomodir mereka sebagai menteri (di pemerintahan). Jadi, pernyataan Jokowi bahwa elit politik tidak boleh rangkap jabatan, tidak akan bisa dilaksanakan dan dipenuhi Jokowi,” ujarnya dilansir dari JPNN.

Arbi memprediksi, pemerintahan Jokowi diisi kader partai politik pendukungnya semua. “Jokowi megap-megap ditolak oleh anggota KMP meski sudah dibujuk dengan berbagai jabatan tidak ada yang menyeberang. Mereka ini sudah kalah di parlemen, kalau diakomodir di pemerintahan, maka Jokowi yang akan kocar-kacir,” tandasnya

1 komentar

Silahkan berkomentar