Bagaimana Cara Jokowi Penuhi Janji Politik Kepada Para Waria?

Diposting pada

Beberapa waktu yang lalu ada sejumlah waria yang mendatangi kantor transisi Joko Widodo (Jokowi) – Jusuf Kalla yang banyak di muat oleh media cetak dan online. Sejumlah waria itu menamakan diri Forum Komunikasi Waria Se-Indonesia. Seperti dilansir laman Kompas (18/9/2014), bahwa puluhan waria yang datang ke Kantor Transisi ini mengaku, kaum waria telah memberikan suaranya kepada Jokowi dan berjanji akan mengawal dalam situasi apa pun.

Kabar dan Gambar sejumlah waria yang demo ke Jokowi usulkan satu menteri dari kalangan mereka

Mereka menuntut hak mereka kepada presiden terpilih, Jokowi-JK sebagai representasi yang mengaku kaum marjinal. Salah satu tuntutan mereka adalah mngusulkan nama calon menteri.

“Kami ajukan menteri satu orang dari perwakilan waria,” ujar pemimpin kelompok, Mami Yuli, di depan Kantor Transisi, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (18/9/2014), masih dilansir dari Kompas oleh Silontong pada hari Rabu (1/10/2014)

Merasa punya kontribusi yang nyata, Forum Komunikasi Waria Se-Indonesia itu pun tidak segan untuk menagih janjinya kepada Jokowi.

Kejadian ini sudah pasti membuat Jokowi-JK pening atau sedikit pusing. Mengapa harus ada tuntutan dari kaum waria, pakai mengusulkan nama calon menteri pula lagi. weleh..weleh!

Lalu, bagaimana Jokowi harus menyikapinya?

Mungkin ada beberapa sikap Jokowi untuk merespon tuntutan kaum waria itu yang bisa menjadi pilihan.

#1. Jokowi menerima ususlan menteri dari kaum waria dengan konsekwensi yang cukup berat. Reaksi protes pasti banyak berdatangan dari mayoritas rakyat Indonesia.

#2. Jokowi memberikan kejelasan tentang status gender mereka. Apakah di kembalikan menjadi laki-laki sejati atau Jokowi membuat jenis kelamin baru khusus untuk para waria. Pilihan ini juga akan berdampak negatif kepada Jokowi. Aksi protes akan berdatangan dari berbagai elemen masyarakat.

#3. Atau Jokowi buat suatu lokalisasi khusus para waria.

Ataukah.. ataukah… ataukah.. cuma Jokowi-lah yang harus bersikap atas tuntutan para kaum waria itu. Mungkin sampai saat ini Jokowi sudah punya solusinya. Tapi jika Jokowi abaikan tuntutan dari komunitas manusia setengah pria setengah wanita itu, maka para waria itu pun yang dulunya begitu semangat kampanyekan “salam dua jari” harus “gigit jari”.

Nah, bagi pembaca yang budiman jika ada usulan untuk kasus diatas, silahkan berikan komentar ya. Semoga komentar Anda bisa memberikan solusi.

4 komentar

  1. usul, jokowi dikasih bedak sama lipstik aja! ga nyambung ya? hehehe.. sory ya soalnya dah judeg dengar jokowi umbar janji2 impossible terus.,

Silahkan berkomentar