Ramadhan Pohan: “PDIP Buat Luka di Atas Luka Kepada SBY! Sakitnya Tuh Disini”

Diposting pada

Polemik PDIP dan Partai Demokrat (PD) sampai hari ini masih saja menarik untuk di ikuti perkembangannya. Menarik, karena PD dan PDIP bisa dikatakan musuh bebuyutan dalam dunia politik. Megawati sebagai Ketum PDIP tidak pernah “legowo” sama kepemimpinan Prsedien Susilo Bambang Yudhoyono, sampai- sampai memberikan ucapan selamat tidak pernah selama 10 tahun.

Hal tersebut diatas adalah bagian dari tidak harmonisnya hubungan politik PDIP dan Partai Demokrat hingga detik ini, apalagi belakangan ini Demokrat di tuding telah mempermainkan partai “moncong putih” dalam sidang RUU Pilkada di Paripurna dengan aksi keluar sidang (walk out). Namun aksi “WO” Demokrat diakui beberapa politisi Demokrat adalah upaya mencontoh PDIP yang sering juga melakukan “walk out” dalam beberapa kali sidang paripurna DPR RI. Jadi jangan salahkan Demokrat.

Nah, menyinggung hubungan antara SBY dan Megawati sampai sekarang, salah seorang kader partai Demokrat, Ramadhan Pohan memberikan pernyataan yang bahwa “PDIP telah buat luka di atas luka ke SBY! Sakitnya tuh disini”.

Kabar dan Gambar Ramadhan Pohan terkait dengan luka diatas luka

Ramadhan Pohan tak menampik hubungan yang tidak mengenakkan antara Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Namun, tidak ada kaitannya antara hubungan kedua elite itu dengan sikap Partai Demokrat yang walk out pada sidang paripurna RUU Pilkada, Kamis (25/9/2014), dilansir Tribunnews, Sabtu (27/9/2104)

“Hubungan antar elite di lapangan semua bagus, tapi hubungan politik Ketua Umum Partai Demokrat dengan Ketum PDIP memang tidak senormal saya dan mas Aria Bima. Tidak seperti itu. Tapi ini tidak ada kaitannya dengan apa yang terjadi 25 September (saat paripurna pengesaan RUU PIlkada) lalu,” kata Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Ramadhan Pohan.

Renggangnya hubungan antara dua elite itu, ucap dia, dikarenakan banyak hal. Salah satu yang disebut Ramadhan adalah ketika Partai Demokrat ingin mendengarkan visi dan misi Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Jokowi-Jusuf Kalla.

“Elite PDIP bilang ngapain SBY manggil Jokowi, buka aja di web. Itu membuat luka di atas luka. Tak hanya itu SBY dalam Youtube bilang ingin berbaikan dengan bu Mega, tapi elite PDIP bilang nanti saja lebaran saat maaf-maafan,” ungkap Ramadhan.

“Pernyataan-pernyataan itu, sakitnya di sini,” katanya sambil menunjuk ke arah dada.

Menurut dia, SBY sudah terlalu banyak dituduhkan atas apa yang bukan menjadi kesalahannya. Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat itu pun berharap agar Megawati bisa menegur kader-kadernya yang kerap memanaskan hubungan antara dia dengan SBY.

Seperti diketahui, RUU Pilkada dengan model pemilihan melalui DPRD disahkan dalam forum paripurna, Jumat dini hari tadi melalui voting yang dimenenangkan oleh kubu parpol dari Koalisi Merah Putih. Sebelum voting dilaukan, Demokrat walkout dengan dalih opsi ketiganya yakni pilkada langsung dengan 10 syarat tak diakomodir secara penuh dalam draft RUU itu.

Banyak pihak menduga sikap Demokrat yang walkout dan akhirnya mengurangi dukungan kubu pendukung pilkada langsung itu adalah upaya balas dendam SBY kepada Megawati. Hal ini mencuat setelah politisi Partai Demokrat, Gede Pasek Suardika yang bertahan di dalam ruangan menyuarakan alasan fraksinya memutuskan tak ikut voting.

“Supaya PDIP tahu bagaimana rasanya ditinggal walk out,” ungkap Pasek menyoroti kebiasaan PDIP yang sering walk out dan berseberangan dengan Partai Demokrat dalam pembahasan RUU.

Silahkan berkomentar