6 Sikap PKS yang Hebat dan Dipuji Para Pengamat

Diposting pada

Walau banyak yang antipati sama Partai Keadilan Sejahtera (PKS), namun PKS terus bekerja sesuai tagline: “Cinta, Kerja dan Harmoni”. Dan terbukti sampai hari ini cuma PKS diakui sebagai Partai paling minim jumlah politisi yang terbukti melakukan korupsi.

Tampaknya prestasi PKS tidak hanya sampai atau berhenti disitu saja, dalam hal manuver politik, PKS punya “posisi tawar” yang strategis dan mengundang para pengamat untuk memuji dan mengapresiasi konsistensi dan kesantunan serta etika politik PKS.

Kabar dan Gambar Massa PKS terkait dengan apresiasi pengamat kepada kinerja PKS yang dinilai baik

Berikut komentar pengamat mengenai setidaknya enam sikap PKS itu yang dinilai patut diapresiasi, dihimpun dari berita-berita dari laman Republika dan di publikasikan pada hari Selasa, 23 September 2014 yang berhasil Silontong kutip.

#1. PKS dinilai menunjukkan dirinya konsisten.

Hal itu diungkapkan oleh pengamat politik Universitas Nasional, Alfan Alfian.

“PKS ingin menunjukkan dirinya konsisten sebagai oposisi,” jelasnya.

#2. PKS dinilai mampu bertahan dari iming-iming kekuasaan.

“…karenanya menjaga jarak dari hal iming-iming kekuasaan dari pemerintahan,” masih menurut penjelasan Alfan Alfian.

#3. Sikap PKS dinilai tidak multitafsir

#4. Sikap PKS dinilai bukan karena faktor ideologi tapi konsolidasi partai

#5. PKS dinilai mempunyai etika politik

“Secara etika politik keputusan PKS untuk berdiri di luar pemerintahan Jokowi-Jk adalah benar. Ini baik untuk perkembangan demokrasi di Indonesia ke depan,” kata Pengamat Politik Skala Survei Indonesia (SSI), Abdul Hakim, Senin (22/9). (Baca: Kesantunan Politisi PKS)

#6. Sikap politik PKS dinilai patut dicontoh partai lain

Keputusan PKS tersebut, menurut Abdul Hakim, patut dicontoh oleh partai lain. Namun, ia meminta agar sikap oposisi PKS ini dilandasi dengan maksud sebagai penyeimbang pemerintahan Jokowi-JK. “Bukan menjegal program pemerintah jika memang program itu baik,” ungkap Abdul Hakim.

Silahkan berkomentar