4 Caleg Yang Terlibat Korupsi Lolos ke DPR RI, 3 dari Partainya Jokowi (PDIP)

Diposting pada

Wajah koruptor masih menghiasi parlemen di senayan. Padahal rakyat sangat berharap bahwa orang yang duduk jadi anggota legislatif (aleg) adalah orang yang bersih dari kasus korupsi. Namun mengacu dari data ICW, caleg terpilih DPR yang terseret korupsi itu adalah tiga dari PDI Perjuangan dan satu dari Partai Demokrat.

Dari Partai yang diketuai Megawati Soekarno Putri itu ada nama Herdian Koosnadi, Idham Samawi dan Marthen Apuy. PDIP memang di kenal sebagai partai “juara korupsi” di Indonesia.

Sedangkan dari partai yang dibesarkan SBY, Partai Demokrat adalah Jero Wacik yang menjabat Menteri ESDM kemudian mengudurkan diri.

Kabar dan Gambar Indonesia melawan Korupsi dengan ilustrasi permainan catur

Oke, berikut ini sekilas tentang informasi mengenai mereka berempat yang dilansir dari laman Merdeka, Senin (22/92014) oleh Silontong, 4 orang dibawah ini memang harus diwaspadai gerak geriknya.

#1. Jero Wacik (Partai Demokrat)

Kabar dan Gambar Jero Wacik yang terpilih jadi anggota DPR dari partai Demokrat, namun terancam batal di lantik sebab tersandung kasus korupsiMasih hangat diperbincangkan mantan Menteri ESDM Jero Wacik yang ditetapkan sebagai tersangka pemerasan oleh KPK. Jero adalah caleg terpilih dari Partai Demokrat daerah pemilihan Bali.

Dalam hasil Pileg 2014, Jero mendapatkan suara terbanyak di Bali dari Partai Demokrat. Jero mendapatkan suara terbanyak dengan 104.682 pemilih, berikutnya caleg Demokrat yang juga berhasil lolos yakni I Putu Sudiartana dengan total perolehan suara 73.348.

Namun sayang, Jero terancam batal menjadi anggota DPR karena status hukumnya di KPK. Jero ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana pemerasan di Kementerian ESDM. Pasal yang disangkakan Jero yakni Pasal 12 huruf e UU No. 31/1999 sebagaimana diubah UU No. 21/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 421 KUHPidana.

#2. Herdian Koosnadi (PDI Perjuangan)

Kabar dan Gambar Herdian Koosnadi, politisi PDI Perjuangan yang terseret kasus korupsi, namun lolos terpilih menjadi anggota DPR RI 2014-2019Caleg terpilih berikutnya yang tersangkut kasus hukum yakni Politikus asal PDIP Herdian Koosnadi. Herdian terpilih sebaagi wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) Banten III.

Suara Herdian pada Pileg lalu cukup besar yaitu 47.426 suara. Dia merupakan salah satu pemilik PT Citraputra Mandiri Internusa yang bergerak dibidang developer. Perusahaan ini juga dimiliki oleh Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, adik Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.

Saat ini Herdian menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Puskesmas di Kota Tangerang Selatan tahun anggaran 2011 dan 2012. Kasus Herdian kini ditangani Kejaksaan Agung.

 #3. Idham Samawi (PDI Perjuangan)

Kabar dan gambar Idham Samawi, kader PDI Perjuangan yang terlibat kasus korupsi namun lolos jadi anggota DPR RI 2014-2019
Politikus PDIP Idham Samawi terpilih menjadi anggota DPR periode 2014-2019 setelah menang pemilu. Namun jalan menuju Senayan yang tinggal selangkah lagi menjadi terjal karena Idham menyandang status tersangka korupsi.

Idham adalah caleg terpilih dari daerah pemilihan Yogyakarta. Suara Idham saat pileg lalu mencapai 117.214 suara.

Kini dia harus fokus lebih dulu menjalani proses hukumnya sebelum duduk di kursi panas sebagai legislator Senayan. Idham ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana hibah untuk klub sepakbola Persiba Bantul. Kasusnya ditangani Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY.

#4. Marten Apuy (PDI Perjuangan)

Kabar dan Gambar Marten Apuy dari PDI Perjuangan yang terseret kasus korupsi namun terpilih menjadi anggota DPR RI 2014-2019Caleg terpilih terakhir yang tersangkut kasus hukum yakni Marten Apuy. Dia adalah caleg PDIP nomor urut satu di daerah pemilihan Kalimantan Barat pada Pileg 9 April lalu. Marten lolos ke Senatan dengan perolehan suara sebesar 71.177 di Kalimantan Timur.

Marthen Apuy pernah terseret kasus dugaan korupsi dana operasional DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) tahun 2005 senilai Rp 2,67 miliar. Dari putusan tingkat kasasi, Mahkamah Agung menghukum Marthen dengan hukuman setahun penjara. Namun, putusan itu belum dieksekusi dan Marthen masih mengajukan peninjauan kembali.

Pro Kontra Isu Pelantikan Anggota DPR Tersangka Korupsi

Banyak kalangan berharap, seperti KPK meminta agar KPU tidak/menunda pelantikan anggota DPR/DPRD yang terlibat kasus korupsi tersebut. Kemudian KPU pun merespon positif dan meminta Partai Politik mendukung langkah tersebut.

Terkait hal ini, anggota Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid mendukung tindakan KPK yang meminta penundaan pelantikan terhadap anggota parlemen yang tersangkut tindak pidana korupsi.

“Secara prinsip kami mendukung ya semangat itu karena point pertama dari pakta integritas (hari ini ditandatangani anggota parlemen terpilih dari PKS) itu penegasan bahwa anggota DPR, DPRD dari PKS berkomitmen untuk tidak melakukan korupsi, tidak menerima gratifikasi dan saya kira itu paralel dengan apa yang menjadi semangat besar bangsa Indonesia,” ucap Hidayat di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Minggu (21/9/2014), dilansir dari laman Merdeka.

Namun tanggapan berbeda datang dari PDIP yang menolak himbauan dari KPK maupun KPU dalam hal menunda atau tidak melantik anggota DPR yang menjadi tersangka korupsi.

Ketua Bidang Hukum DPP PDI Perjuangan Trimedya Panjaitan menyatakan bahwa Idham Samawi dan Herdian Koosnadi dapat dilantik menjadi anggota DPR periode 2014-2019, dilansir Kompas, Minggu (21/9/2014).

Menurut Trimedya, permintaan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menunda pelantikan dua politisi PDI-P itu dinilai tak memiliki landasan hukum yang kuat. “Kalau tersangka belum bisa untuk ditangguhkan pelantikannya. Jadi, usulan agar pelantikan ditangguhkan tidak ada dasar hukumya,” kata Trimedya, di arena Rapat Kerja Nasional IV PDI-P, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (20/9/2014) malam.

Nah, apakah caleg yang terlibat kasus korupsi bisa di lantik atau tidak? Kita tunggu saja pada tanggal 1 Oktober 2014 nanti.

1 komentar

  1. akhlaq rusak, maka kemaksiatan dan tindakan buat korupsi sdh mendarah daging. yuk basmi korupsi, basmi maksiat.fbmr n 1 as-batam

Silahkan berkomentar