Terkuak..! Rahasia Kenapa Jokowi Lebih Cocok Jadi Pelawak Daripada Presiden

Diposting pada

Tidak jarang dalam beberapa kesempatan, Jokowi akting dengan gaya melucu yang selalu mengundang tawa bagi yang melihatnya. Hal ini sebenarnya malah membuat wibawa Jokowi luntur, karena di Indonesia sudah banyak pelawak, bahkan tidak sedikit yang nganggur.

Sedangkan rakyat Indonesia kalau mau tertawa tidak perlu susah, cukup lihat tayangan di TV, maka sudah bisa “mengocok” perut.

Kabar dan Gambar Jokowi yang sedang melucu, sehingga banyak yang menilai Jokowi lebih cocok jadi pelawak daripada Presiden

Akting Jokowi yang suka melucu pun bukan tanpa sebab, semua adalah akibat Jokowi yang suka menonton film komedi sejak dulu kala.

Seperti dilansir laman Inilah, Selasa (16/9/2014), Jokowi selain mendengarkan musik rock, presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) rupanya menyukai film-film komedi.

Salah satu film yang disukainya adalah film yang disadur dari novel karya Raditya Dika. “Iya, ‘Marmut Merah Jambu’ dan ‘Manusia Setengah Salmon’. Lucu banget bikin ketawa,” ujarnya di Balaikota DKI, Selasa (16/9/2014).

Dengan menonton film bergenre komedi, Jokowi mengemukakan, dirinya merasa terhibur dan melupakan sejenak hiruk pikuk dunia politik. “Sehari-hari sudah horor, masa masih nonton yang horor-horor,” ujar mantan Wali Kota Surakarta tersebut sambil tertawa.

Jokowi pada Senin malam (15/9/2014) sempat menonton film “Malam Minggu Miko” di Epicentrum Mall, Jakarta Selatan.

Ia mengakui, suka menonton film komedi sejak lama, bahkan saat dirinya masih tinggal di Solo.

Saat menonton bersama keluarga, Jokowi menjelaskan, perlu “rapatkan” sebelum memutuskan film apa yang akan mereka tonton.

Dia menyatakan, tidak punya tempat favorit untuk menonton film. “Disesuaikan dengan film dan waktunya saja,” katanya, tergelak.

2 komentar

  1. Sudah jd takdir bangsa indonesia diberi pemimpin seperti ini(musibah ataukah berkah), sy sendiri tidak menyukai model seperti ini sama sekali tidak terlihat adanya kewibawaan sedikitpun,untuk memimpin suatu desa mungkin msh bs dimaklumi, mudah2an selanjutnya anak cucu keturun saya tidak akan merasakan dipimpin presiden tanpa wibawa..

Silahkan berkomentar