Ketika Megawati Soekarnoputri 5 Kali Menangis

Diposting pada

Wanita lebih cendrung melibatkan perasaan dalam pelbagai hal. Hal itu mungkin berlaku juga bagi Megawati Soekarno Putri sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan. Ada beberapa momen dimana Megawati sedang menangis dan berhasil di rekam oleh wartawan. Sebenarnya ada banyak, namun yang di publikasikan 5 kali saja.

Apa dampak tangisan Megawati terhadap perbaikan bangsa tidak ada yang tahu pasti. Namun karena Mega sudah menitiskan air matanya, paling tidak sejarah mencatat, bahwa Megawati pernah menangis.

Berikut informasi yang mencatat Megawati menangis dalam beberapa acara partai seperti dilansir laman Inilah, Sabtu (20/9/2014). Mau tahu dimana saja?

#1. Rakernas III di Bali

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tampak dua kali menangis saat menyampaikan pidato politiknya.

Kejadian pertama, Megawati tampak tersedu saat mengingat apa yang telah dilakukan ayahnya, Bung Karno. Mega pun mengutip kalimat yang diakuinya selalu membuat dirinya tegar.

“Bung Karno pernah bilang, majulah terus jangan mundur, mundur hancur, mandek ambles, bongkar, maju terus pantang mundur, karena kita sudah berada pada point of no return,” ujar Mega di Sanur, Bali, Selasa (6/4/2010).

Kesedihan Mega lebih keras lagi saat ia hendak menutup pidatonya. Saat itu ia tengah mengucapkan terima kasih kepada seluruh kader PDIP.

“Terima kasih kepada seluruh kader PDI Perjuangan atas kepercayaannya kepada saya selama lima tahun ini. Kepada para pengurus DPD yang telah bekerja keras memenangkan PDI Perjuangan di daerah. Terima kasih saya sampaikan kepada sesepuh PDI Perjuangan,” ucapnya dengan terbata-bata menahan kesedihannya.

#2. Penutupan Rakernas III di Bali

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri kembali menangis saat menutup Kongres III PDIP di Bali, Kamis (8/9/2010).

Hal itu terjadi saat Mega menutup pidato politiknya. Mega tampak begitu emosional di hadapan ribuan kader PDIP yang menjadi peserta kongres.

“Saya tidak tahu akan diberi hidup oleh Tuhan sampai umur berapa. Tetapi permohonanku kepadaNya ialah, supaya hidupku itu hidup yang bermanfaat. Manfaat bagi gunung-gunung, bagi tanah air dan bangsa, manfaat bagi sesama manusia. Permohonanku ini saya panjatkan pada tiap-tiap sembahyang sebab Dia-lah asal segala asal, Dia-lah purwaning dumadi,” ujar Mega terbata-bata dengan mata yang membasah.

#3. Tugu Proklamasi

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menangis di sela-sela sambutan dalam acara peringatan Hari Lahir Pancasila di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat. Mantan Presiden RI ini menangis karena merasa prihatin dengan kondisi bangsa Indonesia saat ini.

Menurut Megawati, Indonesia telah kehilangan orientasi dan bangsa ini sudah tidak miliki harapan untuk bisa menjadi bangsa yang besar.

Harapan adalah energi induk bagi semua kemajuan dan sebuah ideologi. Untuk itu, Pancasila sebagai dasar negara pun harus diperjuangakan.

“Kita hidup dalam bangsa yang merdeka, anggota dunia yang merdeka, hidup dalam dasar permusyawaratan. Jangan lupa syaratnya adalah perjuangan, sekali lagi perjuangan dan sekali lagi perjuangan,” ucap Mega sambil menangis, Sabtu (1/6/2013).

“Pancasila telah jadi pondasi, di atas Pancasila menjadi rumah bagi anak negeri. Nilai-nilai Pancasila juga jadi bintang penuntun dan bingkai pengatur perilaku bangsa,” kata Mega.

Megawati menilai tidak ada bangsa yang besar yang tidak bertumpu pada ideologi yang mengakar di masyarakat. Ideologi menjadi alasan dan penentu arah sebuah bangsa.

Meski prihatin, namun Ia tetap gembira karena hari peringatan lahirnya Pancasila dirayakan kalangan luas dan bulan Juni telah diterima sebagai bulan Bung Karno.

#4. Kediamannya, Kebagusan

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menangis saat menyampaikan pidato di kediamannya, daerah Kebagusan, Jakarta Selatan, Selasa (22/7/2014).

“Kita partai pendukung dan pengusung telah berhasil memenangkan Ir Joko Widodo dan Bapak Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden,” ujarnya sambil menitikkan air mata.

Ia mengaku bahagia karena proses Pemilu 2014 dapat berjalan lancar. Ia mengucapkan terima kasih kepada KPU dan Bawaslu.

“Saya ingin mengucapkan beribu terima kasih kepada KPU dan Bawaslu,” imbuhnya.

#5. Rakernas IV di Semarang

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri tak kuasa menahan air matanya saat berpidato di Rakernas IV, di Semarang, Jawa Tengah.

Megawati di akhir pidatonya, menyinggung soal pesan Bung Karno. Pesan Bung Karno adalah membangun Indonesia tidak hanya cukup membangun negaranya, tetapi juga membangun manusianya.

“Karena itulah hakekat membangun manusia Indonesia seutuhnya,” kata Megawati sembari terisak-isak menahan air matanya. Semakin terlihat meneteskan air mata, Megawati terus mengencangkan suaranya. “Selamat ber-Rakernas,” kata dia.

Disambut suara ‘Merdeka, Merdeka, Merdeka’ selama tiga kali, yang diikuti oleh seluruh peserta rakernas.


Jika Megawati tampak sering menangis, beda dengan Jokowi yang malah sering tampak melucu yang membuat banyak orang geleng kepala dan ada yang berkata, Jokowi lebih cocok jadi pelawak daripada Presiden. (Baca, Ketika Jokowi Melucu).