Anies Baswedan, Ketua Komite Etik KPK Yang Tidak Tahu Etika?

Diposting pada

Posisi Anies Baswedan yang di amanahkan menjadi Ketua Komite Etik KPK mendapat sorotan publik. Pasalnya, Anies yang juga Rektor Paramadina itu, dinilai tidak tahu etika, disatu sisi berada dalam ranah hukum, namun disisi lain menjadi Juru Bicara (Jubir) Jokowi-JK sewaktu masa kampanye Pilres 2014. Dan kini menjadi bagian dalam tim Transisi Jokowi-JK, ranah politik.

Kabar dan Gambar Anies Baswedan terkait yang dinilai tidak tahu etika

Tentu saja hal itu suatu perbuatan yang dinilai melanggar etika, sebab potensi konflik kepentingan sangat besar dan mungkin terjadi. Langkah Anies pun dulu pernah di protes oleh Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi mengatakan, sangat tidak etis kalau Anies Baswedan menjabat di KPK, tapi justru juga mendukung Jokowi-JK.

“Sangat tidak etis bila Baswedan masih duduk di Komite Etik, tapi ngeblok di salah satu kandidat pilpres. Karena bisa menimbulkan persepsi negatif di masyarakat tentang kemungkinan KPK dijadikan alat politik. Ini berbahaya bagi langkah pemberantasan korupsi ke depan,” jelas Adhie, dalam keterangan persnya, Selasa (3/6/2014), dilansir laman Inilah.

Tapi Anies sepertinya tidak memperdulikan hal tersebut. Ia pun tidak memberikan klarifikasi atas posisinya sebagai Ketua Komite Etik KPK.

Kita tahu, isu dugaan korupsi Jokowi dalam kasus bus TransJakarta tidak bisa ditepis. Dan Jokowi pun sudah melakukan kebohongan dengan mengatakan kasus tersebut sudah dilaporkan kepada KPK, padahal belum. Artinya dugaan Jokowi terlibat ada disana. Kalau memang Jokowi bersih ngapain takut melaporkan kasus TransJakarta kepada KPK? Jumlah kerugian mencapai Rp 53 miliar dalam kasus tersebut. Wow!

Nah, dugaan korupsi Jokowi dan peran Ketua Komite Etik KPK (Anies Baswedan) ada di pihak Jokowi sangat mungkin terjadi konflik kepentingan, Kabar dan Gambar Abraham Samad dan Jokowi dalam sebuah kesempatanbukan? Kita tidak tahu persis siapa yang tidak punya etika, Anies Baswedan atau Komite Etik KPK? Dan mengapa juga KPK tidak menegur kepada Anies Baswedan ketika menjadi afiliasi Jokowi-JK? Ada Permainankah? Adalah sikap yang bijaksana untuk menghindari prasangka dari rakyat Abraham Samad atau pimpinan KPK yang lain memberikan teguran kepada Anies Baswedan atau memintanya untuk melepaskan jabatan Ketua Komite Etik KPK. Namun apapun tidak.

Gambar dan Kabar Anies dan Jokowi dalam satu kesempatan terlihat berdua
Anies Baswedan dan Jokowi

Prilaku santun para elite negeri ini tentu masih jauh dari yang diharapkan, makanya sebagai rakyat juga tidak bisa banyak berharap kepada para elite politik dan hukum. Banyak sungguh yang tidak tahu etika, atau mungkin pura-pura tidak tahu alias bodoh.

Contohnya saja, Abraham Samad pernah berjanji kepada rakyat akan panggil (periksa) Megawati terkait kasus BLBI setelah lebaran Idul Fitri 1435 H. Sampai tulisan ini diturunkan (19/9/2014) Megawati belum juga di panggil. Apa mungkin Abraham lupa? Wah bisa gawat nih kalau hal tersebut terjadi. Apapun yang terjadi, seorang Ketua KPK, Abraham Samad telah terbukti berbohong kepada rakyat, dan itu adalah perbuatan yang tercela, melanggar etika, tidak sopan, tidak santun dan sepertinya perlu digelar sidang Komite Etik KPK. Hal ini untuk memberikan pelajaran kepada Abraham kalau ngomong tuh jujur, jangan berdusta.
Kabar dan Gambar Abraham Samad dan Megawati terlihat berdua dijadikan dokumentasi
Keanehan yang terjadi adalah, Anies Baswedan sebagai ketua Komite Etik KPK pun tidak menegur Abraham Samad yang telah berdusta kepada 240 juta rakyat Indonesia. Apa karena kesibukan Anies di Tim Transisi sehingga menjadi tidak mau tahu prilaku para pimpinan KPK? Jika ini yang terjadi, maka sungguh ter-la-lu!

Nah lagi, bisa juag terjadi (lagi) konflik kepentingan antara Abraham Samad (Ketua KPK) dan Megawati (Ketua Umum PDIP) serta Anies Baswedan (Ketua Komite Etik/Tim Transisi Jokowi-JK) dalam hal dustanya Abraham Samad kepada rakyat.

Rakyat patut curigai dengan semua ini, karena sudah terjadi pelanggaran etika oleh para elite KPK. Jika ini dibiarkan, bukan tidak mungkin akan menjadi “bom waktu” yang mengerikan.

Sebenarnya, jika Aneis Baswedan tahu diri dengan melepaskan posisinya sebagai Ketua Komite Etik KPK ketika hendak bergabung menjadi pendukung Jokowi-JK, maka prangsangka, dugaan, tudingan, tuduhan tentang Anies Baswedan melanggar etika tidak akan terjadi. Tapi inilah yang terjadi. Ironi tentang pendukung Jokowi!

8 komentar

  1. etika menurut anies baswedan adalah sesuatu aturan & perilaku yg sesuai dgn olahan akal pikiran otaknya yg “cerdas”. sehingga segala perbuatan & tindakan harus menurut persepsi, sudut pandang, & nilai2 mereka (anies baswedan & jokower). kurang lebih begitulah keinginan mereka.

  2. sil*nt*ng.com britanye trlalu provokatif, sngat mnyudutkan pihak yg tidk sepaham dgnnya, manusia g ada yg smpurna sob, klo brita yg isinya hnya mngutarakan kbncian krna yg anda dukung klah sbagai capres ya …….hh.
    media itu yg brimbang sob.

  3. terbukti sudah! Kepentingan menjadi motivasi sosial yang akhirnya terang benderang, rasanya tidak hanya Anis Baswedan, kepentingan meraih jabatan tertentu melupakan etika sosial tertentu, banyak bertebaran di sekitar kita.

Silahkan berkomentar