Mungkin Cuma Mitos Jayabaya, Gunung Slamet Meletus Pulau Jawa Terbelah?

Diposting pada

Rakyat Indonesia memang ada yang suka dengan mitos, makanya berbagai mitos banyak di yakini oleh sebagian besar rakyat Indonesia. Walau banyak mitos yang tinggal hanya mitos saja. Toh, hal tersebut tidak juga melunturkan keyakinan masyarakat yang sudah selalu “beriman” sama mitos.

Nah, kali ini Jayabaya menyatakan jika gunung Slamet meletus, maka pulau Jawa akan menjadi terbelah, seberapa benarkah hal tersebut? Kapanlagi, pada hari Jum’at (12/11/14) mengulasnya dan berikut informasinya.

Kabar dan Gambar Gunung Slamet yang jika meletus, maka pulau Jawa akan terbelah

Indonesia memang negeri yang dikelilingi oleh ratusan gunung berapi. Bahkan dari banyak gunung-gunung itu, masih ada saja yang aktif dan memiliki potensi mengerikan jika meletus. Terutama kamu yang tinggal di pulau Jawa, tentu menyadari jika pulau terpadat di Indonesia ini dipenuhi oleh serangkaian gunung.

Beberapa di antaranya adalah Kelud, Semeru dan Merapi. Ketiga gunung itu bahkan sudah pernah meletus dalam kurun waktu lima tahun terakhir sampai mengakibatkan korban jiwa. Kini terbaru, salah satu gunung yang terletak tepat di tengah-tengah pulau Jawa yakni gunung Slamet dikabarkan bakal segera meletus.

Gunung yang berada di lima kabupaten di Jawa Tengah yakni Brebes, Banyumas, Purbalingga, Pemalang dan Tegal ini dalam beberapa pekan memang mengalami peningkatan aktivitas. Bahkan semburan lava pijar dan hujan abu selalu menyelimuti puncak Slamet. Menurut pantauan visual, lontaran vulkanis tertinggi di Slamet saat ini sudah mencapai lebih dari dua kilometer dengan puluhan semburan dan lontaran batu pijar, seperti dilansir Merdeka.

Sebagai gunung yang berada di Jawa dan sangat dekat dengan kebudayaan warga, tentu saja gunung Slamet tak lepas dari mitos-mitos yang ada. Salah satunya adalah mitos mengenai masa depan pulau Jawa jika gunung setinggi 3.428 meter itu meletus dengan hebat. Banyak warga yang berada di kaki gunung Slamet percaya jika gunung tertinggi kedua di pulau Jawa itu meletus, maka akan membuat parit besar atau selat yang menyatukan laut selatan dan utara. Mitos ini kemudian dihubungkan dengan ramalan Ki Jayabaya yang menyebutkan jika suatu saat nanti pulau Jawa bakal terbelah dua.

Salah satu seorang warga Bobosan, Banyumas, Jawa Tengah bernama Marko menjelaskan, “Kata orang tua, kalau Slamet meletus besar bisa membelah pulau Jawa soalnya letaknya pas di tengah pantai selatan dan utara. Warga kita tentu berharap Slamet seperti sedia kala, adem ayem, tidak meletus besar seperti kata orang-orang tua dulu kalau Slamet itu kan berarti menyelamatkan. Semoga cuma batuk-batuk saja. Kita sama-sama berdoa dan waspada,” paparnya.

Kalau menurutmu mitos pulau Jawa yang terbelah itu seakan mustahil, sepertinya kamu harus mempelajari sejarah. Saat gunung Krakatau meletus pada 27 Agustus 1883, kedahsyatannya membuat terciptanya awan panas dan tsunami raksasa yang menewaskan lebih dari 36 ribu jiwa. Bahkan letusan Krakatau sampai terdengar di Australia dan pulau Rodrigues di Afrika. Menurut penelitian, letusan Krakatau masa itu mencapai 30 ribu kali bom atom yang meledak di Hiroshima – Nagasaki. Sungguh, semoga saja itu tidak terbukti.

5 komentar

  1. permisi numpang ngasih tafsiran;
    terbelahnya pulau jawa artinya indonesia akan “terbelah” menjadi dua kubu politik. sekarang tanda2nya dah nampak’kan? lantas apa hubungannya jawa dgn indonesia..? krn dlm stiap prediksi jayabaya kata jawa adalah mewakili nusantara/indonesia, contohnya “akan datang bangsa cebol (jepang) membebaskan pulau jawa dan akan tinggal selama umur jagung”. kita semua tau kalo jepang ga cuma jajah jawa, tapi semua wilayah di indonesia.
    tapi dari semua ini hanya Allah Ta’ala yg tau, dan saya selalu bertobat n berdoa agar tidak syirik n kufur.

  2. sabda leluhur?? ingat mendiang mama lorens bilang apa ttg 2012? begitu juga leluhur bangsa maya ttg 2012.
    kalo mengenai masa depan aku percaya nubuwah/sabda nabi Muhammad Saw, sedangkan prediksi jayabaya disinyalir brdasarkan nubuwah & hadits, krn jayabaya konon murid syaikh ali syamsuzain as samarkandi..

Silahkan berkomentar