Megawati Dibilang Sombong, 4 Kader PDIP Kebakaran Jenggot

Diposting pada

Kabar dan Gambar Banteng terkait dengan Kader PDIP yang marah Megawati dikatain sombongBukan kader partai yang berlambang moncong putih kalau tidak selalu membela Megawati Soekarno Putri, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Ya, mungkin itu sebuah tanda loyalitas kader kepada pemimpinnya, jadi setiap ada serangan politik, harus segera di tepis.

Di kabarkan bahwa anak buah Prabowo Subianto pernah menuding bahwa Megawati sombong.  Menurutnya, kesombongan Megawati yang membuat Koalisi Merah Putih menjadi kompak, salah satunya soal RUU Pilkada, seperti dikatakan Ketua DPP Gerindra Desmond Junaidi Mahesa beberapa waktu yang lalu.

Dia juga menyebut PDIP inkonsistensi. Sebab, dulu menolak sekarang justru meminta Demokrat untuk bergabung di koalisi Jokowi-JK karena sudah terpojok tak mendapat kawan koalisi.

“Koalisi Merah Putih kuat karena keangkuhan Megawati. Keangkuhan Megawati selama 10 tahun. Sikap itu malah membuat Koalisi Merah Putih kuat,” kata Desmond di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (11/9), dilansir Merdeka.

Kontan saja pernyataan Desmond tersebut langsung mendapat reaksi dari para elite partai moncong mutih. Mereka tak terima ketua umumnya disebut sombong. Berikut 4 kader PDIP yang membela Megawati yang berhasil di kutip Silontong dari Merdeka.

#1. Sekjen PDIP sebut Desmond tak patut salahkan Mega

Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo angkat bicara soal pernyataan Ketua DPP Gerindra Desmond Junaidi Mahesa yang menyebut Megawati sombong. Dia menyayangkan pernyataan anak buah Prabowo Subianto itu.

“Kenapa ya kok sekarang tokoh-tokoh kader Gerindra selalu menyudutkan menyalahkan Ibu Megawati, salahnya apa ya Ibu Megawati?” kata Tjahjo dalam pesan singkat, Jumat (12/9).

Tjahjo merasa tidak patut kader partai lain mengomentari miring ketua umum partai lain. Dia berharap, sesama partai harusnya bisa saling menghormati dan menghargai.

“Menurut saya tidak patut ya menyalahkan secara terbuka ketua umum partai lain. Kita sesama partai politik berkompetisi dalam pileg dan pilpres secara sehat terbuka demokratis,” terang dia.

Tjahjo juga tak terima jika solidnya koalisi Merah Putih karena kesombongan Megawati. Dia menegaskan, Merah Putih solid itu hak politik masing-masing dan tidak terkait dengan Megawati. (Baca, Tjahjo Murka sama Jokowi ).

#2. Arief Wibowo sebut Desmond berlebihan

Politikus PDIP Arief Wibowo menampik pernyataan Desmond. Dia malah tak paham apa maksud sombong yang dikatakan Desmond.

“Megawati sombong bagaimana? Berlebihan itu,” ujar Arief di Gedung DPR, Jumat (12/9).

Arief menegaskan, komunikasi antar parpol berjalan terus. Meskipun dia mengakui tak mesti Megawati langsung yang turun tangan.

Wakil Ketua Komisi II DPR ini menambahkan, Desmond tak tahu dengan kesibukan seorang Megawati. Karena itu dia menyebut tudingan itu berlebihan.

“Dia enggak ngerti kesibukan Bu Mega. Berlebihan kalau dibilang sombong,” pungkasnya.

#3. Hendrawan Supratikno: Desmond salah analisis

Politikus PDIP Hendrawan Supratikno menampik pernyataan Ketua DPP Gerindra Desmond Junaidi Mahesa yang menyebut Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sombong. Menurut Hendrawan, Mega bukan orang sombong, melainkan tertutup dan diam.

“Desmond salah analisis yang ditangkap itu gejala di permukaan. Ibu (Mega) cenderung diam, menutup diri dalam politik arus bawah dan puas,” kata Hendrawan di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (12/9).

Dia menegaskan, PDIP sangat terbuka melakukan komunikasi dengan partai lain. Karenanya, dia membantah soliditas yang terjadi pada Koalisi Merah Putih karena Megawati sombong tak mau membuka diri.

“Anda perhatikan pernyataan dari Sekjen (PDIP) Mas Tjahjo Kumolo antar lembaga Puan Maharani, itu membuka koridor komunikasi arus bawah. Seperti saya teman-teman sangat harmonis,” tegas dia.

#4. Hendrawan Supratikno sebut Koalisi Prabowo banyak mejeng

Politikus PDIP Hendrawan Supratikno tak terima Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri disebut sombong oleh Ketua DPP Gerindra Desmond Junaidi Mahesa. Hendrawan membantah soliditas yang terjadi pada Koalisi Merah Putih karena Megawati sombong tak mau membuka diri.

Dia pun menyerang balik Koalisi Merah Putih terjebak pada formalitas dan kerap mejeng dengan berfoto bareng di media agar kelihatan solid.

“Terjebak dalam formalitas, bukan substantif, efek hore, kalau PDIP kami lebih banyak bukan efek hore dan komitmen. Klobotisme politik, berisik sekali, ramai foto bareng, yang dilakukan Koalisi Merah Putih itu mejeng, biar kelihatan solid,” kata Hendrawan di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (12/9).

Sementara PDIP bersama koalisi Jokowi-JK, kata dia, bekerja secara diam-diam untuk menyamakan persepsi. “Kalau kita bergeraknya diam-diam, dan menyamakan gelombang persepsi,” imbuhnya.

Baca juga:

Megawati Konsisten 10 Tahun Dengan Sikap Angkuh

Silahkan berkomentar