Kenapa Jokowi Harus Minta Nasehat Dari Tony Blair?

Diposting pada

Pada hari Kamis (11/9/2014), Joko Widodo mendapat tamu dari Inggris, dialah mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair. Pertemuan yang berlangsung di rumah dinas Jokowi menarik media untuk meliput dan mempublikasikannya.


Hasil pertemuan itu, Jokowi menyampaikan sebagai berikut:

“Bicara-bicara saja, saya tanya tentang bagaimana mempersiapkan pemerintahan diawal-awal. Dia cerita banyak, mulai dari menyiapkan proses pemerintahan,” kata Jokowi saat ditemui di rumah dinasnya di Jalan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/9/2014).

Jokowi mengungkapkan, ada empat hal yang dijelaskan Tony padanya, di antaranya adalah policy advicer, communication dan delivery.

“Itu saja, dan harus dipegang. Ceritanya empat itu saja, enggak ada yang lain,” tukas mantan Wali Kota Surakarta itu, seperti dilansir Okezone.

Siapa Tony Blair Sesungguhnya?

Mungkin Jokowi tidak tahu, bahwa Jokowi sedang mendapat nasehat dari orang yang nyata-nyata memusuhi Islam.

Pada pidato mantan PM Inggris, Tony Blair, yang disampaikan di Forum Bloomberg di London, 23 April 2014, lalu tentang ancaman radikal Islam dan Tony Blair secara tegas menyerukan “Perang Salib” era baru.

Dalam forum tersebut, Blair menyerukan Barat agar melupakan perselisihan dengan Rusia dan Cina serta fokus menghadapi (memerangi) radikal Islam di Timur Tengah, dilansir laman Dakwatuna (25/04/14).

Selain itu, Blair juga ikut dalam mensukseskan kudeta militer di Mesir yang secara tidak langsung membunuh demokrasi. Juga penyerangan Amerika ke Irak di bantu oleh Tony Blair walau banyak mendapat protes, ia tetap melakukannya.

Aksi protes warga yang Pro Palestina kepada Blair sampai ada yang melemparkan sepatu dan botol kepadanya. Mungkin warga sangat geram kepada Blair yang begitu semangat memerangi ummat Islam. Dan setiap serangan Amerika dan Israel kepada Ummat Islam, sudah pasti ada Tony Blair ikut berperan dengan aktif.

Lalu, setelah nyata bahwa Tony Blair adalah musuh Islam, mengapa Jokowi mau bertemu dan meminta nasehat atau wejangan?

Singkatnya, bertemunya Joko Widodo dan Tony Blair mampu membentuk persepsi publik bahwa Jokowi memang bangga dan senang berteman dengan orang-orang yang telah nyata memusuhi dan membantai Islam. Ya itulah Jokowi. Anda tahu siapa dalang kasus Talang Sari yang membantai ratusan Ummat Islam di Indonesia? (Baca, Dalang Kasus Talangsari).