Ketika dan Ternyata Jokowi Salah Membaca Postur RAPBN 2015

Diposting pada

Kabar dan gambar Jokowi yang pegang kepalaSelain pelupa, Jokowi juga salah dalam membaca dan menilai postur RAPBN 2015. Sehingga wajar jika hal tersebut menjadi bahan tertawaan rakyat Indonesia. Ada rakyat yang bernama Nova Notoredjo berkomentar, “baca RAPBN aja jokowi kagak paham.. Gimana kalo negosiasi antar negara..? Oalah wiii..”

Lalu apa yang bisa di harapkan sama pemimpin yang tidak paham RAPBN 2015? Kembali rakyat di suruh mikir dan gigit jari.

Laman RMOL mengabarkan bahwa, sikap Presiden terpilih Joko Widodo dan tim ekonominya yang mendorong kenaikan harga BBM sesungguhnya sangat politis. Pasalnya, desakan itu bukan didasarkan pada fakta yang valid.

“Jokowi dan tim ekonominya salah membaca dalam menilai postur RAPBN 2015,” ujar anggota Komisi VI DPR RI Abdurrahman Abdullah (Rabu, 3/9).

Dalam berbagai keterangannya di media, Jokowi mengatakan bahwa subsidi BBM sebesar Rp 363,53 triliun terlalu membebani rancangan anggaran pendapatan dan belanja (RAPBN) untuk tahun 2015.

Padahal, jumlah sebesar itu bukan untuk subsidi BBM saja melainkan subsidi energi yang terdiri dari subsidi BBM, BBN (Bahan Bakar Nabati), LPG tabung 3 kg, dan LGV (Liquefied Gas for Vehicle/LPG untuk kendaraan), sebesar Rp291,11 triliun dan subsidi listrik mencapai sebesar Rp72,42 triliun.

“Kalau ditotalkan antara subsidi energi dan subsidi listrik barulah mencapai Rp 363,53 triliun, bukan semuanya untuk subsidi BBM,” tegas Abdurrahman.

Silahkan berkomentar