SBY Mau Gabung ke Jokowi Asal Tidak Ada Megawati, Apa Mungkin?

Diposting pada

Gambar dan Kabar SBY, Mega dan Jokowi terbaru, dimana rakyat mencontoh Mega yang tidak akui SBY PresidenPerseteruan panjang antara SBY dan Megawati terus berlangsung sampai detik ini, dan tidak tahu akan sampai kapan berakhir. Tampaknya ‘tontonan’ ini pun akan semakin seru, mengapa? Kalau dulu Megawati-lah yang selalu memberikan kritik pedas kepada SBY, namun sekarang saatnya SBY yang akan mengkritik Megawati dan PDIP.  

Dari laman okezone, Rabu (3/9/14) merilis bahwa menurut Pengamat politik dari The Sun Institute, Andrianto, menilai salah satu penyebab Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Partai Demokrat tidak bergabung ke pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla lantaran ada Megawati Soekarnoputri di belakang mereka.
 
Seperti diketahui sudah sejak lama hubungan SBY dengan anak Presiden Pertama RI itu dingin.

“Sulit membayangkan jika Demokrat bergabung ke Jokowi-JK, sementara Megawati tetaplah faktor penghalangnya,” ujar Andrianto kepada Okezone, Selasa 2 September 2014 malam.

Dia menilai, langkah SBY yang mengimbau kepada kader Demokrat untuk tidak bergabung ke pemerintahan Jokowi sudah tepat.

“Saya rasa sudah tepat. Sirkulasi kekuasaan Demokrat sudah 10 tahun, tentu banyak plus dan minus-nya. Nah, dengan mengambil posisi di luar tentu saat yang tepat untuk Demokrat berkontemplasi sekaligus konsolidasi untuk lima tahun ke depan,” lanjut Sekjen Prodem itu.

Figur SBY, lanjut dia, masih memiliki magnet yang kuat sehingga potensi Demokrat untuk masuk jajaran papan atas di Pemilu 2019 sangat terbuka.

“SBY tahu itu, maka itulah ketimbang dicap haus kekuasaan, SBY akan mainkan politik di antara dua karang. Demokrat lebih kepada penyimbang yang artinya akan sangat dinamis dan fleksibel,” pungkasnya.

1 komentar

Silahkan berkomentar