Ini Cara Pejuang Palestina ‘Menipu’ Badan Intelijen Zionis Israel

Diposting pada

Beberapa waktu yang lalu Pejuang Palestina sempat mengeksekusi orang yang terbukti sebagai mata-mata Zionis Israel. Belasan orang tersebut di eksekusi mati untuk menimbulkan efek jera bagi yang lain. Karena mata-mata Zionis sama dengan Zionis berbahayanya, bahkan lebih bahaya, ibarat musuh dalam selimut.

Keberhasilan Pejuang Palestina dalam mendeteksi mata-mata Israel adalah sebuah strategi perang yang tidak bisa di sepelekan. Dengan keahlian tersebut, wajar saja jika Badan Intelijen Zionis Shin Bet selalu merasa tertipu dalam aksinya untuk mendapatkan informasi tentang ‘rahasia’ Pejuang Palestina.

Perang antara militer Zionis dan perlawanan Palestina di Jalur Gaza mengungkap sejauh mana kegagalan penjajah zionis dan badan intelijen Shin Bet, serta keberhasilan perlawanan bersembunyi dari mata-mata agen Shin Bet dan sarana pemantaunya, seperti dilansir Info Palestina, Senin (1/9/14).

Di situs keamanan milik perlawanan Palestina “Al Majd”, disebutkan bahwa kegagalan dan kelemahan intenijen Zionis membuat Badan Intelijen Umum Zionis Shin Bet tidak bisa menemukan serdadunya yang ditawan dan anggota perlawanan, serta menawarkan uang dalam jumlah besar dengan imbalan memberikan beberapa informasi atau kerjasama dengan mereka.

Sumber keamanan senior menyebutkan bahwa Badan Intelijen Umum Zionis Shin Bet menghubungi salah seorang anggota perlawanan yang bekerja di jaringan saluran telepon milik perlawanan dan menawarkan uang 100 ribu dolar kepadanya dengan imbalan dia memasang alat penyadap di salah satu perangkat jaringan telepon milik perlawanan.

Pegawai komunikasi perlawanan tersebut menolak permintaan komandan Shin Bet untuk memasang penyadap dan hal itu membuat marah yang komandan sehingga mengancamnya dijadikan target pembunuhan bila tidak menuruti apa yang diminta.

Setelai pegawai tersebut menyampaikan pimpinannya di perlawanan atas apa yang terjadi padanya. Lalu, dia pun disembunyikan untuk melindungi hidupnya diganti orang lain untuk menggantikan posisinya.

Di sisi lain, sumber keamanan perlawanan menyatakan bahwa uang yang dibayar kepada pegawai tersebut adalah uang fiktif, di mana Shin Bet terus menipu korban sampai melaksanakan tugas dan kemudian mulai mengancamnya dengan mengungkap rahasia dirinya atau terus bekerja untuknya.

Al Majd menyatakan, perang kita dengan penjajah Zionis adalah perang informasi. Siapa yang memiliki informasi maka memiliki kendali inisiatif. Untuk itu kita harus mencegah musuh mendapatkan informasi dan memilikinya sehingga kita bisa melindungi dan menjaga perlawanan dan anggotanya.