Revolusi Mental ala Jokowi Yang Membingungkan

Diposting pada

‘Jualan’ revolusi mental Jokowi sepertinya menuai banyak pertanyaan, karena konsepnya yang tidak jelas. Dalam pidato Jokowi di acara Muktamar PKB di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (31/8/2014) menyatakan bahwa Revolusi mental adalah sama dengan budi pekerti atau akhlakhul karimah (Akhlak yang mulia).

Jika demikian ujungnya, maka ngapain pula Jokowi pakai jargon Revolusi Mental segala. Apatah lagi slogan Revolusi Mental itu berasal dari paham komunis. Apa mungkin paham komunis bisa menghasilkan akhlak yang mulia?

Pertanyaan ini akan sangat mudah dijawab dengan melihat potret keseharian Jokowi dan keluarganya. Karena mungkin hanya Jokowi saja yang paham dengan revolusi mental tersebut. Apakah kehidupan Jokowi sudah sesuai dengan akhlak yang mulia?

Publik tahu bahwa Jokowi adalah manusia yang sering ingkar janji, dan orang yang ingkar janji adalah jenis orang yang munafik. Ingat! Jokowi pernah berjanji kepada warga Jakarta akan memimpin jadi Gubenrnur selama 5 tahun yang di isi dengan mengatasi banjir, macet, monorel dan program lainnya, namun apa yang terjadi? Jokowi ingkar janji, Jokowi munafik.

Selain itu, untuk menilai apakah Jokowi sudah sukses menerapkan konsep revolusi mental kepada istrinya. Publik juga tahu bahwa Iriana adalah seorang yang suka dengan busana jilbab yang kapan mau dipakai dan dengan suka hati di bukanya. Tentu ini adalah cerminan orang yang tidak konsisten dengan panduan agama, bahkan ada ulama yang mengatakan bahwa Iriana sudah mempermainkan agama. Pertanyaannya adalah: Jika orang yang sudah mempermainkan agama, Jika demikian, apakah istri Jokowi layak dikatakan sebagai orang yang mempunyai akhlak yang mulia?

Cukup sederhana untuk mengetahui konsep revolusi mental Jokowi apakah sudah sukses diterapkannya atau tidak, ternyata jawabannya tidak.

Nah, dari kejadian diatas, apakah layak Jokowi bicara Revolusi Mental = Akhlakul Karimah, padahal prilaku Jokowi dan istri bukan mencerminkan orang yang mempunyai akhlak yang mulia. Ingat! Rakyat melihat apa yang diperbuat, bukan apa yang diucapkan. Dan wajar saja jika konsep Revolusi Mental ala Jokowi sangat membingungkan untuk dipraktikkan karena Jokowi belum mencontohkan.