Pro Gaza, Anggota DPR Inggris Babak Belur Dihajar, Pelaku di Tangkap Polisi

Diposting pada

Kabar dan Gambar Terbaru Anggota DPR Inggris yang mendukung Gaza dan Anti Israel

Perjuangan untuk mendukung Gaza ternyata tidak mudah. Di London, ada seorang anggota DPR yang karena anti Israel dan Pro Gaza Palestina harus mengalami babak belur dihajar oleh orang yang tidak di kenal. Walau Israel sudah terbukti sebagai teroris internasional, masih ada juga yang membelanya. Semoga hal ini tidak terjadi di Indonesia.

Dilansir laman Okezone, Sabtu (30/8/14), bahwa seorang anggota DPR Inggris, George Galloway, babak belur dihajar oleh pria tak dikenal. Dia diduga jadi sasaran penganiayaan karena pidatonya yang membela Palestina dan anti-Israel.
 
Pria misterius yang menghajar politikus Inggris itu sempat berteriak “holocaust”. Akibat dihajar pria misterius itu, Galloway mengalami memar dan rahang serta tulang rusuknya patah.
 
Serangan berlangsung Jumat di Notting Hill, London, saat dia berpose untuk pemotretan. Penganiaya anggota DPR Inggris itu diduga pria pro-Israel. Teriakan “holocaust” mengacu pada pembantaian massal etnis Yahudi oleh pasukan Nazi yang dipimpin Adolf Hitler.
 
“George berpose untuk foto dengan orang-orang dan dia yang diserang. Pelaku melompat ke arahnya dan memukulnya,” bunyi pernyataan juru bicara politikus Inggris itu, seperti dikutip Al Jazeera, Sabtu (30/8/2014).
 
“Tampaknya serangan ini dihubungkan dengan komentarnya yang mengecam Israel. Karena orang itu (penyerang) berteriak tentang Holocaust,” lanjut pernyataan itu.
 
Pihak Kepolisan Metropolitan London mengklaim sudah menangkap pelaku.”Ia ditangkap karena dicurigai dari fisiknya, dan sudah dibawa ke kantor polisi London selatan, tempat di mana kejadian berlangsung,” bunyi pernyataan kepolisian.
 
Selama ini anggota DPR Inggris itu menyerukan pemboikotan produk-produk Israel sebagai bentuk pembelaannya terhadap rakyat Palestina.
 
“Kami tidak ingin ada barang-barang Israel, kami tidak ingin ada layanan Israel, kami tidak ingin ada akademisi Israel datang ke universitas atau perguruan tinggi kami, kita bahkan tidak ingin ada wisatawan Israel untuk datang ke Bradford,” ujarnya, dalam salah pidatonya.

2 komentar

Silahkan berkomentar