Kenapa Rakyat Harus Dukung Jokowi-JK Naikkan BBM?

Diposting pada

Kabar akan naiknya harga BBM sudah tidak bisa di hentikan lagi (walau masih opini). Kemauan pasangan Presiden terpilih, Joko Widodo dan Jusuf Kalla untuk menaikkan BBM begitu kuat, sehingga ‘berani’ memaksa SBY untuk melakukan kebijakan tersebut. Maukah SBY menaikkan harga BBM di akhir masa pemerintahannya? Rasanya mustahil jika SBY mau melakukan hal tersebut, karena selain tidak mudah, juga akan mencoreng nama pemerintahan SBY sendiri.

Nah, jika SBY tidak mau melakukan kebijakan kenaikan BBM, maka kemungkinan besar atau mau tidak mau, di bulan November 2014, Jokowi-JK yang akan menaikkannya.

Lalu bagaimana sikap rakyat sebaiknya?

Tentu saja rakyat akan bingung, karena dulu PDIP dan Jokowi adalah kelompok yang getol menolak kenaikan BBM, bahkan sampai melakukan demonstrasi besar-besaran. Tapi sekarang kenapa mau menaikkan BBM?

Dibalik kebingunan rakyat akan kenaikan BBM, Jokowi dan JK punya banyak alasan yang menurut mereka kuat untuk menaikkan BBM. Karena kuatnya alasan mereka, jadi dan mungkin-mungkin saja kenaikan BBM akan memaksa rakyat untuk mendukungnya.

Berikut adalah alasan dan kenapa rakyat harus mendukung Jokowi dan JK untuk menaikkan BBM.

#1. Melalui Anggota tim sukses ekonomi PDIP, Sri Adiningsih mengatakan bahwa pengurangan dana subsidi tersebut dijelaskan Sri akan lebih dialihkan ke sektor lain yang membutuhkan percepatan pembangunan mulai dari infrastruktur hingga pelayanan kesehatan masyarakat, seperti dilansir Liputan6.

#2. Sedangkan Jokowi sendiri lebih memilih untuk menaikkan BBM daripada pembatasan
“Kalau saya lho ya, yang tegas-tegas saja, kalau mau naik ya naik saja,” ujar Joko Widodo atau sapaan akrabnya Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Selasa (5/8/2014), dilansir Tribunnews.

#3. Direktur Utama Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas) Andi Noorsaman Someng mengatakan, pihaknya akan meminta kepada Presiden terpilih dalam hal ini Joko Widodo (Jokowi) untuk menaikkan harga BBM bersubsidi (waspada.co.id/25/8/14).

#4. Sedangkan Jusuf Kalla mengatakan bahwa kenaikan BBM adalah untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia. Artinya dengan pertumbuhan ekonomi yang baik, maka rakyat akan sejahtera. Bahkan Jusuf Kalla mengatakan dengan tegas, tidak ada cara lain selain menaikkan BBM.

Menurut JK, dengan menaikkan harga BBM, maka dapat merangsang dengan cepat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Selain itu, jumlah penghematan negara atas kenaikan harga BBM dapat segera dialihkan ke pos pos produktif seperti pertanian, pembangunan, kesehatan, dan pendidikan, seperti dilansir laman Detik (22/8/2014).

#5.Fakta di lapangan sekarang banyak rakyat yang antri dalam membeli BBM di SPBU dan ini banyak terjadi di daerah-daerah. Kondisi ini lebih disebabkan kebijakan Pertamina yang mengadakan pembatasan penjualan BBM bersubsidi.

#6. Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Emil Salim merekomendasikan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak dibahas dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional Perubahan 2015. Meski baru akan diajukan dalam RAPBNP 2015, ia mengatakan, pembahasan bersama antara Tim Transisi presiden terpilih Joko Widodo dan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono sudah dilakukan sejak saat ini. “Namanya juga peralihan,” kata Emil di Bank Indonesia, Selasa, 26 Agustus 2014, seperti dilansir Tempo.

#7. Pemberitaan banyak media saat ini pun terkesan membenarkan langkah Jokowi-JK yang akan menaikkan BBM, karena masalah BBM adalah masalah SBY yang gagal. Jadi jika BBM naik, bukan kesalahan Jokowi JK, tapi kabinet Jilid II milik SBY yang tidak baik dalam mengelolanya.

Jika membaca alasan diatas, maka alasan Jokowi-JK untuk menaikkan BBM begitu kuatnya, jadi rakyat sepertinya tidak bisa menolak kenaikan BBM, walau dengan naiknya BBM kebutuhan Pokok akan naik juga. Apalagi kenaikan BBM akan menyentuh harga Rp.3000. Dan tim ekonomi Jokowi – JK pun mengusulkan kenaikan BBM sampai 40%.  

Lalu, jika sudah begitu apakah ada alasan rakyat untuk menolak kenaikan BBM? Mungkinkah kekuatan rakyat akan turun kejalan menolak kenaikan harga BBM? Rasanya tidak mungkin massa PDIP yang dulu getol demo menolak kenaikan BBM akan turun kejalan untuk sekarang.

Lalu, bagaimana dengan DPR? Apakah akan menyetujui kenaikan BBM? Nah, sebenarnya disini kuncinya, jika DPR menolak kenaikan BBM maka akan bisa membatalkan kenaikan harga BBM, tapi berapa jumlah anggota DPR yang menolak? Ini yang akan menjadi persoalan.

Lain lagi, Jokowi-JK kan tidak perlu dengan parlemen, ia pernah mengatakan bahwa pemerintahannya akan terus berjalan meski tanpa parlemen. Padahal parlemen adalah representatif dari rakyat. Apakah Jokowi sudah tidak butuh rakyat lagi?

Kesimpulan

Harga BBM akan dinaikkan oleh presiden yang lahir dari rakyat. Walau padahal dulu Jokowi tidak sepakat dengan naiknya BBM, tapi itukan dulu, sekarang mungkin beda. Dulukan ia seabagai Gubernur. Walau dulu PDIP tetap menolak segala kebijakan SBY, termasuk dalam kenaikan harga BBM, tapi itukan dulu, sekarang mungkin beda.

Walau dulu rakyat di mobilisasi turun kejalan untuk menolak kenaikan BBM, ya itukan dulu, sekarang beda. Dulu Jokowi kemana-mana masih naik mobil Kijang Innova, sekarang Jokowi sudah naik Mercy dan dapat pengawalan ketat. Dulukan PDIP sebagai partai oposisi!

Tapi dibalik semua kebijakan kenaikan BBM, toh siapa yang bisa jamin harga-harga tidak ikut naik? Apa jaminan dengan kenaikan BBM, rakyat miskin akan jadi sejahtera? Mampukah kenaikan BBM akan mengembalikan kurs dollar menjadi Rp.9000 per dollar? Jangan-jangan dan takutnya benar apa yang dikatakan Prof. BJ Habibie yang pernah berkata:

“Kenaikan BBM bisa membuat yang tadinya tidak miskin, jadi miskin”.

Atau yang lebih ditakutkan lagi adalah bila perkataan Jusuf Kalla yang benar, dimana ia pernah mengatakan:

“Bisa hancur negara ini kalau Jokowi Presiden”.

Bagaimana dengan komentar Anda?