Jokowi – JK, Pengusaha dan Politisi Yang ‘Rakus’ Jabatan

Diposting pada

Tidak salah jika disimpulkan bahwa Jokowi adalah orang yang rakus jabatan, dan benar juga  adanya Berita Jokowi Jusuf Kalla terbaru yang di kenal sebagai orang yang rakus jabatanbila Jusuf Kalla pun dinobatkan sama, ya sama-sama rakus jabatan walau usianya sudah menuju ‘gelap’.

Jokowi adalah Walikota Solo yang belum selesai masa jabatannya, lalu mencalonkan (mungkin dicalonkan) jadi Gubernur DKI Jakarta. Kemudian, belum genap dua tahun, eh malah mencalonkan diri menjadi calon Presiden (Capres). Kalau saja tugasnya membenahi Jakarta beres, tentu tidak ada masalah, namun lihat saja Jakarta sekarang, makin amburadul. Seperti: banjir, macet, korupsi masih menjadi warna buram yang kental di Ibu kota Indonesia.

Selayaknya Jokowi harus menyelesaikan masalah Jakarta baru mencalonkan diri menjadi Capres seperti janjinya dulu. Tapi ya sudahlah, semua sudah terjadi. Namun yang pasti adalah Jokowi rakus jabatan.

Lalu bagaimana dengan Jusuf Kalla? Kalau kakek dari 10 cucu ini sudah sangat jelas dan nyata sebagai orang yang rakus jabatan. Ia dikenal sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Periode 2009-2014, juga ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) peridoes 2012-2017. Namun yang lebih menggelikan adalah, Jusuf Kalla pernah menjadi Wakil Presiden RI tahun 2004-2009 dan pada tahun 2009 maju sebagai Capres, namun gagal. Anehnya di tahun 2014 bukan malah maju menjadi Capres, namun maju menjadi Cawapres, bukankah ini yang di namakan sebagai orang yang rakus jabatan.   

Ulasan sederhana di atas adalah sebuah bukti bahwa Jokowi dan Jusuf Kalla dikategorikan sebagai pengusaha dan polistisi yang rakus jabatan. Walau mereka punya alasan sampai seribu alasan, walau para pendukungnya terus membela, walau media pendukungnya terus mencitrakan mereka, tetap saja tidak akan mampu mengelak bahwa mereka adalah rakus jabatan.

Pertanyaannya adalah: Apa yang bisa di harapkan oleh rakyat Indonesia dari orang-orang yang rakus jabatan?

Silahkan berkomentar