Pengeboran Gas Israel di Rudal dan 1750 Sentra Ekonomi Zionis Tutup Takut di Roket

Diposting pada

Serangan yang di lakukan oleh Pejuang Palestina di Gaza terbaru ini menjadi kabar atau berita yang jadi perhatian dunia untuk di baca, mengapa? Karena lokasi pengeboran Gas Israel berhasil di-Rudal sama Al Qassam dan diduga hancur.

Dilansir dari Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas menginformasikan untuk pertama kalinya Berita Israel tentang Pengeboran gasnya kena rudal Al Qassam terbaruberhasil menggempur stasiun pengeboran gas zionis, Rabu (20/8) untuk di perairan mediterania, seperti dilaporkan Info Palestina.

Dalam rilis militernya, Al-Qassam mengatakan, stasiun pengeboran gaz zionis yang berjarak 26 km dari lepas pantai Gaza berhasil digempur dengan dua buah rudal jenis “Qassam” untuk pertama kalinya.

Beberapa saat sebelumnya 6 rudal Qassam juga ditembakan ke kota Asdod dan Sedirot.

Sementara kawasan militer zionis di Iriz, Gaza Utara berhasil digempur dengan 9 roket Hawn.

1750 Sentra Ekonomi Zionis Tutup Karena Takut di Roket

Kerugian lain yang dialami oleh zionis Israel adalah banyaknya sentra ekonomi diwilayah Israel yang tutup, ada sekitar 1750 Sentra Ekonomi. Hal ini tentu menjadi masalah baru bagi denyut nadi perekonomian Israel. Penyebab tutupnya tidak lain adalah takut akan ancaman rudal dan roket dari Pejuang Palestina.

Kabar Israel yang sentra ribuan ekonominya ditutup takut kena roket Pejuang Palestina dari Gaza
Salah Satu Wilayah di Israel Kena Roket Pejuang Palestina

Sumber media zionis menyebutkan, pemerintah menutup ratusan sentra ekonomi di sejumlah pemukiman yahudi di wilayah Palestina jajahan 48, khawatir menjadi sasaran serangan faksi-faksi perlawanan di Gaza, yang bisa mengakibatkan kerugian besar.

Situs BTB zionis menyatakan, sekitar 1750 sentra ekonomi zionis di sepanjang perbatasan Gaza ditutup penuh sejak awal agresi zionis ke Gaza, di samping jumlah lainnya di sejumlah kawasan berbeda.

Disebutkan bahwa para pemilik sentra bisnis tersebut khawatir pihak pemerintah tidak menanggung kerugian mereka akibat penutupan sentra bisnis selama sebulan lebih.

Data yang dilansir BTB menyebutkan, di kawasan sejauh 40 km dari Gaza terdapat sekitar 25 ribu sentra ekonomi, atau 4,8 % dari keseluruhan denyut nadi ekonomi zionis, termasuk 32 % bergerak di bidang perdagangan dan 44 % layanan public, di samping 24 % di sector industry.

Sebelumnya, dikabarkan juga bahwa Bandara Internasional yang berada di Tel Aviv sudah di boikot oleh negara-negara Eropa akibat serangan roket Pejuang Palestina.  Roket yang menghujani wilayah Israel sebanyak 36 roket dalam hitungan setangah jam, namun ada juga yang memberitakan sebanyak 50 roket.  

Israel Kalah Lagi dan Inginkan Gencatan Senjata

Akibat serangan rudal dan roket Pejuang Palestina yang berhasil melumpuhkan tatanan sosial dan ekonomi serta militer Zionis yang memaksa pemerintah Israel untuk kesekian kalinya menginginkan gencatan senjata baru. Walau sebelumnya Israel dinilai telah mempermainkan perundingan gencatan senjata di Mesir. Sepertinya kali ini diduga kuat pihak Israel akan menyetujui tawaran gencatan senjata versi Pejuang Palestina.

Kabar Warga Israel Demonstrasi ke pemerintahan Benjamin Netanyahu

Sumber media zionis menyatakan, delegasi zionis yang dipimpin penasehat politik kedubes zionis di Mesir, Iyal Danino tiba di Kairo, Rabu (20/8) dari Syprus untuk menggelar pertemuan dengan pejabat Mesir, guna membahas kemungkinan perundingan gencatan senjata baru dengan faksi-faksi Palestina.

TV10 zionis menegaskan, delegasi zionis tiba di bandara internasional Kairo, Rabu pagi menumpang pesawat Mesir dari Larnaka, terdiri dari 4 orang politisi zionis termasuk ketua delegasi.

Sumber media terkait menyebutkan, delegasi Palestina telah meninggalkan Kairo pagi tadi usai melakukan perundingan tak langsung dengan pihak zionis terkait gencatan senjata di Gaza.

Ketua Delegasi Palestina, Azam Ahmad menyatakan, delegasi Palestina telah menginformasikan kepada pihak Mesir, rencana mereka meninggalkan Kairo pada Rabu pagi, melihat arogansi zionis dan sikap abai mediator Mesir merespon usulan pihak Palestina. Menurutnya langkah ini bukan mundur dari perundingan sepihak, kami sangat siap kembali berunding jika mediator Mesir siap memperbarui kembali sikapnya, seperti dilaporkan dari Info Palestina, Rabu (20/8/14).

Silahkan berkomentar