3 Komandan Al Qasaam Syahid akibat serangan Israel Teroris

Diposting pada

Ini dia bedanya jika pihak yang berada di kubu Pejuang Palestina jika meninggal dalam perang. Mereka yang meninggal dijuluki sebagai orang yang mati syahid yang insya Allah balasannya syurga. Kematian dalam perang adalah sebuah kerinduan yang mendalam bagi mujahidin Palestina.

Kabar Gaza yang terbaru yaitu syahidnya 3 komandan Al Qassam akibat serangan brutal IsraelKabar syahidnya 3 komandan Al Qassam di publikasikan kepada dunia sebagai suatu kebanggaan, dan diyakini bahwa dengan meniggalnya para komandan tersebut akan semakin membuat para pejuang Palestina bertambah yakin pertolongan Allah akan tiba dengan memberikan kemenangan kepada Palestina dan mengalahkan Israel teroris.

Brigade Al-Syahid Izzuddin Al-Qassam, sayap militer gerakan perlawanan Hamas, mengeluarkan pernyataan resmi atas syahidnya tiga komandan Al-Qassam dalam serangan Israel ke daerah Rafah, Kamis (21/8) pagi waktu setempat.

“Kami persembahkan kepada rakyat Palestina, kepada umat di negeri-negeri Arab dan Muslimin serta semua mujahidin di seluruh dunia, tiga komandan Al-Qassam telah syahid,” kata Al-Qassam dalam pernyataan tersebut sebagaimana diterima Koresponden Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Gaza.

Ketiga komandan Al-Qassam yang syahid itu teridentifikasi bernama Muhammad Ibrahim Salah Abu Shamalah “Abu Khalil” (41) Anggota Dewan Tinggi Militer Al-Qassam, Raed Ahmad Subhi Al-Attar “Abu Ayman” (40) Anggota Dewan Tinggi Militer dan Komandan Batalyon Al-Qassam wilayah Rafah, dan Muhammad Barhoum “Abu Usama” generasi awal Al-Qassam.

“Ketiganya telah dipanggil Allah Subhanahu Wa tala pada Kamis pagi setelah Zionis mengebom di kawasan Tal Al-Sulthon, Rafah,” tulis keterangan resmi Al-Qassam itu.

Koresponden MINA di Gaza mengatakan, ketiga syuhada tersebut merupakan generasi pertama dalam Brigade Al-Qassam yang telah mempersembahkan hidup mereka untuk jihad dan kemuliaan tanah air mereka, telah membuat kesengsaraan serta kepahitan besar terhadap musuh selama 20 tahun lebih.

Al-Qassam juga menjelaskan masing-masing operasi jihad selama mereka hidup dan berjuang untuk sebuah kemuliaan.

Al-Syahid Mohammad Abu Shalamah merupakan pendiri Al-Qassam di wilayah Rafah, telah banyak operasi-operasi jihad terutama dalam operasi penyerangan dan penangkapan mata-mata selama Intifadhah Kedua.

Kemudian Abu Shamalah diangkat menjadi komandan departemen logistik dan mengawasi banyak operasi besar selama peperangan Al-Furqan (2009), Hijarah Al-Sijjil (2012), dan Asf Al-Ma’kul (2014).

Sementara Al-Syahid Raed Al-Attar merupakan rekan sejawat Al-Syahid Muhammad Abu Syamalah di setiap operasi jihad sejak awal. Raed Al-Attar berpartisipasi dalam operasi Jihad dan operasi penangkapan mata-mata pada Intifadhah Pertama, kemudian membangun struktur kelengkapan militer pada Intifadhah Kedua.

Al-Attar juga merupakan komandan batalyon wilayah Rafah dan anggota dewan tinggi militer, serta Batalyon Al-Qassam wilayah Rafah telah menyaksikan bahwa di bawah komandonya dalam peperangan di bawah terowongan, operasi-operasi heroik besar lainnya memiliki peran yang sangat besar terutama dalam pertempuran Al-Furqan (2009), Hijarah Al-Sijjil (2012), dan Asf Al-Ma’kul (2014).

Sedangkan Al-Syahid Muhammad Barhoum merupakan generasi awal dari Brigade Al-Qassam dan merupakan pendamping Al-Syahid Muhammad Abu Shamakah dan Al-Syahid Raed Al-Attar dan menjadi target penangkapan penjajah Zionis Israel dan pada tahun 1992 berhasil meloloskan diri dari pengejaran tersebut dengan secara diam-diam melarikan diri ke luar negeri.

Pada Intifadhah Kedua, Al-Syahid Muhammad Barhoum kembali ke Jalur Gaza dengan para saudara-saudara mereka dalam peperangan dan jihad melawan musuh.

Di bagian akhir pernyataannya, Al-Qassam mengatakan bahwa musuh Zionis Israel akan menerima balasan besar dan mahal atas kekejaman-kekejaman terhadap hak rakyat Palestina yang terus berlangsung.

Silahkan berkomentar