Israel Teroris Bunuh Istri dan Anak Panglima Tertinggi Brigade Izzudin Al Qassam

Diposting pada

Israel memang selalu mencari cara untuk membunuh para petinggi Hamas dan Al Qassam. Walau selalu salah sasaran, dimana kali ini Israel teroris bunuh istri dan anak wanita dari Panglima Tertinggi Brigade Al Qassam, Muhammad Dhaif pada Selasa (19/8/2014).

Mousa Abu Marzouk, Wakil Kepala Biro Politik Hamas menyatakan dalam keterangan resminya bahwa Istri dan anak perempuan Muhammad Dhaif,  Panglima Tertinggi Brigade Izzuddin Al-Qassam telah Foto dan Gambar Panglima Tertinggi  Al Qassam, Muhammad Dhaif yang Istri dan anak wanitanya di bunuh oleh Israelmeninggal dunia pada serangan terbaru Israel ke rumah keluarga Daloo Selasa (19/8) malam Waktu Gaza di bilangan Shaikh Ridwan, Kota Gaza.

“Kekejaman terbaru dari Israel, dengan menyerang rumah keluarga Daloo yang mengakibatkan syahidnya istri dan anak perempuan dari Komandan Tertinggi Abu Khalid Muhammad Dhaif. Semoga Allah merahmati mereka berdua, sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali,” kata Abu Marzouk dalam rilis resmi yang diterima Koresponden Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Serangan terbaru Israel ke wilayah utara Kota Gaza itu menambah jumlah korban dari warga sipil Gaza. Hingga berita ini ditulis, Koresponden MINA di Gaza melaporkan, Kementerian Kesehatan Palestina mengumumkan korban meninggal sejumlah 2021 jiwa dan 10193 warga Gaza lainnya luka-luka akibat serangan Zionis Israel ke wilayah terblokade itu selama lebih dari 30 hari.

Lebih lanjut Abou Marzouk mengatakan, Israel tiba-tiba melakukan langkah mengejutkan dengan menuduh bahwa tiga roket telah diluncurkan dari Gaza, sehingga Perdana Menteri penjajah Israel Benyamin Netanyahu secara tiba-tiba mengumumkan untuk menghentikan negosiasi dan penarikan perundingan serta mengakhiri gencatan senjata.

“Dalam langkah-langkah yang tidak terduga, Israel mengumumkan jatuhnya tiga roket di daerah tanah jajahan Israel, segera setelahnya Netanyahu mengumumkan menghentikan negosiasi, penarikan delegasi mereka, dan mengakhiri gencatan senjata, di tengah kebingungan semua orang,” terang Abu Marzouk.

Abu Marzouk menyatakan bahwa hal itu hanya sebuah alasan untuk menargetkan pemimpin Hamas. “Kami tidak mengetahui apa sebabnya mereka melakukan langkah ini. Sehingga tidak lama kemudian datang berita bahwa roket-roket tersebut bukanlah dari Jalur Gaza, namun hanya sebagai dalih untuk menargetkan seorang pemimpin besar dari Hamas,” tegas Abu Marzouk.

“Maka pada saat penarikan delegasi dan penghentian gencatan senjata, ternyata Israel melakukan kekejaman terbaru dengan menyerang rumah keluarga Daloo, mengakibatkan syahidnya istri dan anak perempuan Komandan Tertinggi Abu Khalid Muhammad Dhaif,” ujarnya lagi.

Menurut Abu Marzouk, Netanyahu telah melakukan omong kosong dengan melakukan kekejaman baru yang menargetkan warga sipil, melanggar perjanjian serta kesepakatan, menimbulkan kekecewaan baru pihak intelijen Mesir.

Sebelumnya, pada Selasa (19/8) malam sekitar pukul 21.15 Waktu Gaza, Israel melakukan serangan terbaru kepada keluarga Daloo di bilangan Shaikh Ridwan, utara Kota Gaza. Akibat serangan tersebut tiga orang syahid dua di antaranya wanita dan anak anak, serta melukai 15 lainnya yang segera di bawa ke rumah sakit Asy-Syifa.

Menurut Koresponden MINA, belakangan diketahui bahwa dua orang yang syahid adalah anak dan istri dari Muhammad Dhaif, komandan Tertinggi Brigade Izzuddin Al-Qassam, sayap militer gerakan perlawanan Hamas.

Muhammad Dhaif merupakan komandan tertinggi Al-Qassam, dia tidak pernah menampakkan dirinya ke muka umum, bahkan tidak banyak yang mengetahui bagaimana rupa atau wajahnya. Dalam peperangan kali ini, Al-Dhaif untuk pertama kalinya mengeluarkan pernyataan pada 29 Juli 2014 yang lalu.

Silahkan berkomentar