Karen Agustiawan, Dirut Pertamina Walau Cantik Tapi Tidak Menarik

Diposting pada

Kabar mundurnya Karen Agustiawan sebagai Direktur Pertamina menyedot Kabar dan gambar Karen Agustiawan terbaru yang mundur dari Direktur Pertaminaperhatian publik. Ada yang menilai Karen mundur karena ada tekanan, lalu ada pihak yang menilai bahwa Karen ingin fokus urusi rumah tangga dan karirnya, karena ia di terima jadi dosen di Universitas Harvard.

Selain itu, santer juga isu bahwa wanita cantik itu mundur karena kenaikan harga gas elpiji 12 Kg, namun  Menteri BUMN, Dahlan Iskan Pastikan pengunduran diri Dirut PT Pertamina (Persero) bukan dikarenakan rencana kenaikan harga Elpiji 12 Kg, seperti dilaporkan dari laman Inilah (19/8/14).

Kepentingan elite dan asing dalam pengunduran diri Karen memang tidak bisa di pisahkan, karena Pertamina adalah aset negara yang sangat menggiurkan pihak asing. Tapi terlepas dari itu semua, Karen Agustiawan yang cantik tetap saja tidak menarik bagi pegawai atau pekerja Pertamina.

Dari hasil penelusuran Silontong, tidak ada penolakan dari pegawai atau pekerja Pertamina atas pengunduran Karen, yang ada adalah para pekerja Pertamina tidak mau pusing, terkait siapa yang akan menggantikan Karen Agustiawan sebagai Direktur Utama.

Hal ini mencerminkan bahwa, deretan prestasi Karen tidak memberikan ‘bekas’ di benak pegawai Pertamina.

Walau Pengamat BUMN Said Didu mengatakan, jajaran direksi Pertamina yang saat ini masih menjabat di Pertamina seluruhnya tidak sebanding dengan sosok Karen Agustiawan. “Akan susah mendapatkan yang sebanding, susah,” kata Said Didu ketika dihubungi Okezone, Jakarta, Senin (18/8/2014).

Walau sosok Karen Agustiawan adalah dinilai memiliki integritas tinggi dan merupakan profesional yang baik.

Walau prestasi Karena sudah tak diragukan lagi, terlebih jika mengingat Karen merupakan wanita pertama yang menjabat sebagai direktur utama Pertamina.

Walau meski wanita, Karen sukses membuktikan ketangguhannya memimpin Pertamina selama lima tahun terakhir. Dia sukses membawa perusahaan milik negara tersebut menggoyang panggung bisnis internasional dan menerobos jajaran perusahaan raksasa dunia versi Fortune 500, seperti yang dilansir dari liputan6.

Dan walau, walau, dan walau lainnya..

Tetap saja semua walau itu tidak menarik bagi pegawai Pertamina. Hal yang penting bagi pekerja Pertamina adalah sebagaimana yang dikatakan oleh Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB), Ugan Gandar berikut ini.

“Yang kami harus waspadai adanya intervensi dari orang penting, bahkan ikut mengatur jabatan di Pertamina,” kata Ugan Gandar, Senin (18/8), seperti dilansir Poskotanews.

Silahkan berkomentar