Ironi Kemerdekaan Indonesia ke 69 jika membaca ‘Celoteh’ dari Bob Sadino

Diposting pada

Usia 69 tahun merdeka, seharusnya bisa membawa bangsa Indonesia kearah kemandirian secara ekonomi, sehingga rakyat Indonesia bisa bangga dengan menggunakan Usia kemerdekaan 61 tahun Indonesiaproduk dalam negeri sendiri. Kontras, jika dilihat kondisi saat ini, dimana Indonesia masih digempur dengan produk ‘asing’ tapi masih mengaku sebagai bangsa yang merdeka.

Secara dejure atau tertulis, bangsa Indonesia sudah merdeka, namun secara de facto atau fakta, tentu harus di kaji ulang makna hakiki kemerdekaan sejati yang sejatinya.

Tidak salah jika kita sebagai negara yang terlibat dalam perdagangan dunia menggunakan produk dari luar negeri, tapi jika hampir semua yang digunakan oleh rakyat Indonesia (berjumlah hampir 240 juta jiwa) itu adalah produk asing. Apakah ini yang dinamakan merdeka?

Belum lagi sangat kentara intervensi luar negeri dalam setiap pesta demokrasi begitu terasa sekali. Sehingga rasanya rakyat Indonesia tidak bisa mengambil keputusan tanpa melibatkan kepentingan luar negeri. Pahit sekali memang rasanya.

Kemudian, rasanya pun terlalu lelah jika kita terus menyalahkan keadaan yang tak ada ujung solusinya, walau tidak bisa disalahkan jua jika kita ingin mengetahui apa masalah yang melatarbelakanginya.

Pembaca yang budiman;

Berikut ini adalah masalah serius bagi bangsa Indonesia, dan semoga kita bisa mencari cara ‘jitu’ menyelesaikannya. Ada banyak masalah, namun kali ini Silontong menyuguhkan status dari Om Bob Sadino di laman facebook yang relevan dengan ironi sebuah kemerdekaan Indonesia yang katanya sudah berusia 69 tahun.


Berikut ini celotehnya Om Bom Sadino.

Kabar dan Gambar Bob Sadino Terbaru yang menyindir banyaknya produk asing di Indonesia

● Bangun tidur anda minum apa ? apa Aqua ? (74% sahamnya milik Danone perusahaan Perancis) atau Teh Sariwangi (100% saham milik Unilever Inggris.)
● Minum susu SGM (milik Sari Husada yg 82% sahamnya dikuasai Numico Belanda).
●Lalu mandi pakai Lux dan Pepsodent (Unilever,Inggris).
● Sarapan? Berasnya beras impor dari Thailand (BULOGpun impor),gulanya jg impor (Gulaku – Malaysia) .
Mau santai habis makan, rokoknya Sampoerna (97% saham milik Philip Morris Amerika).
● Keluar rumah naik motor/ mobil buatan Jepang, Cina,India, Eropa tinggal pilih.
●Sampai kantor nyalain AC buatan Jepang, Korea, Cina.
● Pakai komputer, hp (operator Indosat, XL,Telkomsel semuanya milik asing; Qatar, Singapura, Malaysia).
● Mau belanja ? Ke Carrefour,punya Perancis. Kalo gitu ke Alfamart (75% sahamnya Carrefour). Bagaimana dengan Giant? Ini punya Dairy Farm International, Malaysia yg juga Hero.
●Malam2 iseng ke CircleK dari Amerika.
● Ambil uang di ATM BCA, Danamon,BII, Bank Niaga ah semuanya sudah milik asing walaupun namanya masih Indonesia.
● Bangun rumah pake semen Tiga Roda Indocement sekarang milik Heidelberg (Jerman) (61,70%). Semen Gresik milik Cemex Meksiko, Semen Cibinong punyanya Holcim (Swiss).

Masih banyak lagi kalo mau diterusin.

By the way, BB atau HP anda- pun buatan luar ” dan masih bnyak lagi belum dari makanan

CUMA KORUPTOR aja yg Asli Produk
Indonesia..!!! *upsss sory

Tanpa mereka mungkin kita susah maju karena pekerjanya juga banyak warga Indonesia tapi yang harus di banyakin itu yah para pengusaha asli indonesia biar seimbang.

Semoga generasi penerus kita bnyak yang jadi pengusaha dan bukan bekerja dengan org lain.


Merdeka! Tulisan ini diselesaikan pada (16/8/2014) setelah listrik padam, padahal besok adalah 17 Agustus 2014 yang otomatis usia kemerdekaan Indonesia menjadi 69 tahun, tapi masih saja rakyatnya hidup dalam kegelapan, nyaris hampir sama dengan Gaza.

2 komentar

  1. he..he..he.. hati2 aja, jangan2 sebentar lagi pemimpin kita 90% adalah “asing”, cuma “casing” ama “merk” doang yg indonesia. ayo kita berjuang untuk NKRI BERDIKARI, MERDEKA!
    ALLAHU AKBAR

Silahkan berkomentar