Serangan AS Ternyata Ke ISIS (IS) Hanya Melindungi Kepentingan Amerika Bukan Untuk Menghancurkan ISIS/IS

Diposting pada

Akibat pernyataan Edward Snowden menyatakan bahwa Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) merupakan organisasi bentukan dari kerjasama intelijen dari tiga negara,yakni Amerika, Israel dan Inggris. Hal ini diperkuat dengan pernyataan Hillary Clinton (Mantan Menlu AS), bahwa ISIS Produk AS agar Timur Tengah terus bergolak.

Untuk menampik tudingan tersebut, Amerika pun langsung melancarkan serangan terhadap ISIS (belakangan di kenal dengan sebutan IS) yang berbasis di Irak dan Suriah. Dunia ‘pun’ menjadi tidak percaya dengan Snowden dan Hillary Clinton dan menjadi percaya kepada Obama atau Amerika. Serangan Amerika ke IS adalah sebuah cara Amerika untuk membantah bahwa IS adalah buatannya. Bahkan Dubes AS di Indonesia pun buru-buru membantah tudingan Hillary Clinton.
Kabar Amerika yang menyerang ISIS di Irak dan Suriah hanya tipuan belaka kepada dunia
Nah, muncul sekarang pertanyaan, apakah kita bisa percaya kepada Amerika (baca: Obama)?#mikir.

Apatah lagi serangan yang di gencarkan ke Irak dengan dalih mau menghancurkan ISIS, namun ternyata hanya untuk melindungi kepentingan Amerika saja. Lha kok bisa? Amerika sangat lihai dalam memainkan politik dua kaki (standart ganda). Di satu sisi bisa ‘membela’ Islam, namun di sisi lain dengan mudah membantai ummat Islam. Pembantaian terhadap rakyat Palestina adalah bukti nyata.

Lalu masihkah percaya kepada Amerika?

Menurut hasil penelusuran Silontong, Jumat (15/8/2014) menemukan tentang informasi dari sumber online yang bisa menjadi bahan referensi tentang ‘standart ganda’ yang di mainkan Amerika dalam isu ISIS.

KompasIslam, Selasa (13/82014) melansir bahwa kabar bahwa IS/ISIS sengaja dibuat dan dipelihara oleh Amerika Serikat untuk melawan mujahidin Suriah semakin santer. Perilaku aneh pun juga diperlihatkan oleh kebijakan Amerika Serikat yang tidak memiliki rencana untuk memperluas operasi udaranya atas ISIS/IS di Suriah. Amerika Serikat hanya sesekali menyerang ISIS/IS di Irak utara itupun hanya untuk melindungi personel Amerika di Arbil dan etnis Yazidi bukan untuk menghancurkan ISIS/IS.

“Tidak ada rencana untuk memperluas operasi udara, hingga di luar aktivitas pertahanan diri yang sekarang dilakukan,” terang Letnan Jenderal William Mayville kepada wartawan di Pentagon, seperti dilansir AFP, Selasa (12/8/2014).

Jumat (8/8/2014), Sabtu (9/8/2014) dan Senin (11/8/2014) lalu, pesawat tempur AS melakukan serangan udara di Irak menargetkan militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang mengancam akan membunuh etnis minoritas Yazidi dan menyerang kota Arbil.

Arbil, yang merupakan ibukota wilayah otonomi Kurdi, menjadi lokasi dari konsulat AS dan sejumlah fasilitas diplomatik Amerika lainnya. Presiden Barack Obama memberikan wewenang bagi serangan udara di Irak, untuk melindungi nyawa warga AS bukan untuk menghancurkan ISIS/IS.

Serangan udara AS pada Senin (11/8/2014), mengenai kendaraan baja milik ISIS, tiga truk dan sebuah kendaraan Humvee buatan AS yang diduga kuat dicuri ISIS dari militer Irak.

“Prinsip pokok tugas kami, dan apa yang kami lakukan sekarang adalah melindungi fasilitas AS dan warga negara — warga AS — yang ada di fasilitas tersebut,” tegasnya.

Mayville menambahkan, juga menjadi misi AS di Irak untuk melindungi pesawat AS yang menjalankan tugas kemanusiaan di Gunung Sinjar dan menargetkan posisi ISIS yang mengepung wilayah tersebut.

Kebijakan Amerika tersebut sangat berbeda jika dibanding kebijakannya atas kelompok yang juga mereka sebut sebagai “teroris” di temat-tempat lain seperti Waziristan, Afghanistan, Yaman, Somalia maupun Mali di Afrika Barat. Sebagai contoh di Waziristan, Pakistan barat daya sejak tahun 2009 setiap hari pesawat tanpa awak berpeluru kendali mengitari udara. Sangat nampak bagaimana keinginan kuat Amerika untuk menumpas habis mujahidin di Waziristan.

Selain ISIS adalah buatan Amerika dan Israel serta Inggris seperti pernyataan Snowden, tenyata Abu Bakar Al Baghdadi (Pemimpin ISIS) juga di duga keturunan Yahudi alias berdarah Yahudi dengan nama asli Simon Elliot. (Baca: Abu Bakar Al Baghdadi berdarah Yahudi).

1 komentar

  1. Sudah sangat jelas bahwa AS itu adalah PEMBOHONG BESAR DIMUKA BUMI INI,,,Banyak negara di dunia ini yg sudah ditipunya termasuk bangsa Indonesia,,yg selalu didiktenya seperti masalah HAM, Demokrasi..padahal AS sendiri yg paling banyak melanggar HAM di dunia ini, kita bisa lihat dari pelanggaran perang Vietnam, Irak dan Afganistan, banyak warga sipil yang tewas bahkan ribuan nyawa dibantai pasukan koalisinya,,semua korban yang tewas itu adalah orang Islam. Jadi Amerika dan koalisinya itu NEGARA PENCUNDANG HAM DAN DEMOKRASI,,mereka sendiri yang menginjak HAM dan DEMOKRASI itu……..

Silahkan berkomentar