Alasan dan Kenapa Jokowi Angkat Hendropriyono Jadi Penasehat Tim Transisi, Logiskah?

Diposting pada

Ini dia alasan dibenak Jokowi mengangkat Hendropriyono Jadi Penasehat masa transisi. Kenapa banyak orang protes?

Selain Organisasi Kontras, anak Widji Tukul serta masyarakat luas yang sudah protes atas langkah aneh Jokowi yang angkat Hendropriyono Jadi Penasihat, dikabarkan istrinya (Alm) Munir pun ikut protes kepada Jokowi. Nah, lalu apa alasan Jokowi? Dan bagaimana kira-kira jawaban Jokowi atas banyaknya orang yang protes?

Gambar dan kabar Hendropriyono yang di angkat jadi penasehat Jokowi JK di protes Istri Almarhum Munir

Adalah Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus, menduga pengangkatan Hendropriyono lantaran Jokowi melihat kompetensinya di bidang intelijen. Sebab, kontribusi, pengalaman, pengetahuan, serta kemampuan Hendropriyono di bidang intelijen, sangat diperlukan sebagai masukan berharga bagi Jokowi dan Jusuf Kalla bila sudah memimpin nanti.

Sehingga, kata dia, bila sudah dilantik sebagai Presiden Jokowi bisa merumuskan program di bidang keamanan, khususnya intelijen dengan lebih komprehensif.

“Yang paling penting untuk diawasi bagaimana supaya tim ini bekerja secara transparan dan menghindari kesepakatan-kesepakatan dalam ruang gelap,” kata Lucius di Jakarta, Rabu (13/8/2014).

Transparansi ini, kata Lucius, penting untuk terus menjamin akuntabilitas tim. Pasalnya, Tim Transisi hanya kelompok internal yang bertugas untuk memperlancar peralihan kekuasaan dari SBY ke Jokowi. Maka selama Hendropriyono bekerja profesional sesuai keahliannya, jabatan Hendro di tim Transisi tidak perlu dipermasalahkan. (Baca: Hendropriyono Pembantai Ummat Islam Talangsari)

“Beda halnya jika Hendropriyono dipilih sebagai anggota kabinet atau jabatan publik lain, maka penting untuk mengkritisi latar belakangnya,” katanya.

Terkait Hendro yang dianggap pernah terlibat kasus HAM, Lucio menilai Jokowi tidak pernah mempermasalahkan status siapa pun di masa lalu. Kendati, tentu saja Jokowi tidak mengabaikan latar belakang seseorang yang sedang bekerja untuk urusan publik, seperti dilansir dari laman Inilah (13/8).

Kecaman atau Protes Suciwati, Istri Almarhum Munir kepada Suami Iriana (Baca: Iriana buka Jilbab Dikomentari)

Kembali kepada kecaman atau protes dari istri (Alm) Munir kepada Jokowi. Apa isi kecamannya? Berikut ini Anda bisa baca sebagaimana di rilis lama Okezone, Selasa, 12 Agustus 2014.
Kabar dan Gambar Istri Munir, Suciwati yang mencari keadilan tentang terbunuhnya sang suami yang di duga pelakunya adalah Hendropriyono
Istri aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) almarhum Munir, Suciwati, mengecam keputusan Joko Widodo menunjuk Hendropriyono sebagai penasehat Tim Transisi. Menurutnya, dengan begitu artinya Jokowi tidak menepati janji akan menghukum pelanggar HAM.

Padahal, lanjut dia, Jokowi dipilih musisi, aktivis dan masyarakat umumnya, salah satunya karena visi-misi yang mendukung penegakan HAM dan berjanji membawa pelanggar HAM ke pengadilan.

“Tetapi ketika dia angkat Hendropriyono menunjukkan niat tidak baik. Makanya kita harus dorong dan ingatkan Jokowi, kalau mau memimpin negara ini di ruang berbeda seperti presiden terdahulu. Kalau tidak akan mendukung apa yang dilakukan dalam ruang demokrasi, kita juga akan sorot kerja dia apalagi soal pelanggaran HAM,” katanya kepada Okezone, Selasa (12/8/2014).

Suci menambahkan, keputusan Jokowi menunjuk Hendro juga bisa membuat masyarakat dunia internasional kecewa. Jokowi, lanjut dia, semestinya melihat rekam jejak terlebih dahulu sebelum menunjuk seseorang duduk di jabatan tertentu.

Jika keputusan yang diambil salah, publik akan menilai Jokowi bukanlah pemimpin yang cerdas. Jika memang Jokowi melihat Hendro sebagai bagian tim sukses yang membawanya memenangkan Pilpres, Suci menegaskan bahwa negeri ini bukan soal balas jasa.

“Ini soal apakah dia sebagai pemimpin bermartabat atau seorang pembohong,” ujarnya.

Suci mengaku tak segan-segan mengkritisi Jokowi jika  menggandeng para pelanggar HAM dan mengabaikan janjinya untuk menegakkan HAM. Dia mengatakan, siapa pun orang nomor 1 di negeri ini harus didesak menuntaskan kasus HAM.

Tim Transisi merupakan wadah Jokowi-JK untuk mematangkan visi-misi serta merumuskan pemerintahannya lima tahun mendatang. Sementara Hendro, yang ditunjuk sebagai penasihat, disebut situs Wikileaks terlibat dalam kasus tewasnya Munir.

Silahkan berkomentar