PWNU Jatim: Syiah Lebih Berbahaya dari ISIS, Bantahan untuk kang Jalal si Gembong Syiah Indonesia

Diposting pada

Indonesia bukan hanya harus disibukkan dengan isu ISIS, namun juga harus membahas keberadaan Syiah yang sudah sangat membahayakan. Betapa tidak, gembong Syiah Indonesia, Jalaludin Rakhmat telah menuding MUI, Parpol Islam dan Ahlul Sunnah Wal Jamaah mendukung keberadaan ISIS di Indonesia. Langsung saja pernyataan kang Jalal mendapat komentar balasan dari Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU), Habib Achmad bin Zein Al-Kaff yang justru mengatakan bahwa Syiah lebih bahaya dari ISIS. Apa alasannya? Simak hasil penelusuran Silontong pada hari Jum’at (8/8) dibawah ini.

Kabar Habib Zein Al-Kaff yang mengatakan Syiah lebih bahaya daripada ISIS

Menanggapi pernyataan gembong Syiah Indonesia, Jalaludin Rakhmat, pengurus MUI Jawa Timur dan Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur, Habib Achmad bin Zein Al-Kaff menyatakan justru keberadaan syiah lebih berbahaya daripada ISIS di Indonesia.

“Kami Front Anti Aliran Sesat (FAAS) siap menghancurkan Syiah di Indonesia tanpa bantuan ISIS. Sebab Syiah lebih bahaya dari ISIS,” ujar Habib Achmad bin Zein Al-Kaff Selasa, (05/08) malam. Demikian seperti diberitakan laman Kiblat.

Seperti diberitakan Kiblat sebelumnya, Ketua Dewan Syuro Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) Jalaludin Rakhmat menuding bahwa akar masalah konflik di Indonesia adalah umat Islam ahlussunnah yang anti terhadap syiah. Ia juga menuding MUI dan sejumlah parpol dan ormas Islam membantu ISIS untuk menghancurkan Syiah.

“Kelompok anti-Syiah adalah prospek utama pemicu konflik di Indonesia, dengan membantu ISIS untuk menghancurkan Syiah. Kelompok tersebut seperti MUI, MIUMI, dan orang-orang di PKS tidak menyukai Syiah,” tuding caleg PDI-P yang akan melenggang ke Senayan ini dalam acara bertajuk “ Tolak ISIS, Umat Beragama & Kepercayaan Menolak ISIS di Indonesia yang digelar di Galeri Cafe, Jakarta, Senin, (04/08).

Habib Zein Al-Kaff mengatakan, ketimbang ISIS, masih ada sederet aliran-aliran sesat yang tumbuh subur di Indonesia seperti Syiah, JIL, dan Ahmadiyah yang seharusnya diperhatikan oleh pemerintah.

“Aliran-aliran sesat tumbuh subur di Indonesia karena pemerintah tidak tegas, tapi ISIS lebih mudah dideteksi karena gerakannya jelas, berbeda dengan aliran sesat yang bersifat menyusup memiliki misi dan kekuatan finansial yang cukup besar,” tambahnya. (pkspiyungan)

2 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *