Aksi Massal Boycot Produk Israel Meningkat Drastis

Diposting pada

Pasca ulah Israel yang melakukan agresinya ke Gaza dan di dukung sama Amerika, kini banyak produk Israel dan Amerika yang terancam keberadaannya, karena aksi boikot (Boycot) yang bukan saja dilakukan di hampir semua negara. Namun di Palestina, sebagai negara yang di bombardir dengan produk Israel, kini tampaknya masyarakat sudah mulai sadar akan bahaya membeli produk Israel.

Pusat Informasi Palestina, Selasa (5/8) melaporkan, bahwa “Kami tak ingin ada produk zionis di rumah kami” ini merupakan keputusan yang diambil Muhammad Shawafita pasca agresi zionis ke Gaza, ia tidak ingin mendanai peluru zionis dan artilerinya lewat konsumsi produk zionis.

Sebelum agrezi zionis ke Gaza, Shawafita tidak yakin terhadap seruan boycot produk Israel, dan selalu mengabaikannya.

Namun melihat pembantaian yang dilakukan zionis Israel di Gaza, saya yakin terlibat dalam membunuh anak-anak di Gaza dengan membeli produk Israel.

Shawafita menyerukan kepada segenap elemen bangsa Palestina, Arab dan relawan internasional untuk memboycot ekonomi zionis Israel.

Perang Gaza terakhir telah menciptakan keyakinan penuh bahwa membeli produk Israel termasuk melibatkan diri dalam membunuh anak-anak, para wanita dan menghancurkan identitas Palestina.

Hal itu dinyatakan seorang warga lainnya, Munjid Abu Iwad, bahwa ia telah bertekad untuk memboycot produk Israel sejak pekan pertama agresi zionis ke Gaza.

Abu Iwad berharap boycott produk Israel dilakukan segenap elemen Palestina, sehingga tak ada lagi yang membeli produk zionis Israel.

Jika pun terpaksa tak ada alternative produk dalam negeri, maka diusahakan untuk membeli produk negara sahabat, dan tetap memboycot produk Israel.

Gerakan pemboycotan produk Israel tidak hanya terjadi di Tepi Barat, saat ini segenap elemen Palestina termasuk para pegiat dunia maya, para pemuda menyerukan untuk memboycot produk-produk Israel.

Khalid Manshur, pegiat aksi boycott produk Israel menyatakan, produk Israel menempati nomor dua setelah produk Amerika yang mendominasi pasar Palestina, yang mencapai 3 milyar USD, artinya jika tidak memboycot produk Israel, sama artinya dengan mendukung anggaran penjajah Israel, termasuk militernya yang membantai rakyat Palestina.

Ditambahkannya, kesuksesan aksi boycott produk Israel, secara otomatis akan memukul perekonomian zionis, dan menghidupkan perekonomian Palestina, serta membuka lapangan kerja bagi ribuan warga Palestina.

Tampaknya, serangan kepada Zionis belum berakhir, hanya saja serangan kali ini adalah serangan dalam bentuk serangan boikot produk Israel. (Baca: 11 Perusahaan Israel yang massal di boikot dunia).

Deretan Produk Israel dan Pendukung Israel yang di boikot

Menurut laporan Republika (22/11/2012) yang di kutip situs inminds.com membeberkan sejumlah produk Israel di antaranya produk makanan dan minuman seperti Danone, McDonalds, Starbucks, Coca Cola, Nestle, Jaffa, Eden, Strauss, Tivall, SodaStream, dan lainnya.

Waspadai pula merek kurma Israel seperti Jordan River, Hadiklaim, Tamara, King Solomon, Jordan Plains, Karsten Farms/Kalahari dan Bomaja.

Ada pula perusahaan besar berbasis teknologi seperti Motorola, Intel, IBM, Siemens, serta AOL. Untuk produk kosmetik disebutkan seperti Loreal, Revlon, Estee Lauder, Kimberly-Clark, juga Ahava.

Sedangkan produk pakaian di antaranya M&S, Timberland, River Island, sampai Delta.

Kita harus bisa berusaha semaksimal mungkin melakukan pemboikotan terhadap produk Israel, jika tidak bisa, maka ingat kata Bang Rhoma:” Sungguh Ter-La-Lu!”