Netanyahu di Kabarkan Mulai Putus Asa dan Stress

Diposting pada

Publik mulai melihat bahwa Israel sudah kewalahan dalam menyerang Pejuang Palestina. Buktinya, mengapa harus pake bantuan dana dan suplai amunisi segala untuk mengalahkan Hamas di Gaza. Ini menandakan bahwa Israel sudah mulai kehabisan ‘modal’ dalam perang. Sedangkan Hamas baru mengeluarkan 10% saja kemampuan perangnya dan Israel sudah 90%.

Pada tanggal 2/8, PM Israel Benjamin Netanyahu melakukan jumpa pers untuk menyampaikan pidatonya atas sikap Israel dalam perang di Gaza. Namun Pidato tersebut malah menggambarkan bahwa Netanyahu di duga sudah putus asa dalam perang kali ini.

Seperti di lansir dari laman Inilah yang melaporkan bahwa PM Israel Benjamin Netanyahu mengatakan akan terus melanjutkan operasi di Jalur Gaza. Juru bicara Hamas merespon; “Itu deklarasi kegagalan, kekalahan, dan putus asa.”

Dalam konferensi peras di Tel Aviv, Netanyahu mengatakan militer Israel akan terus beraksi sampai kebutuhan rasa aman terpenuhi. Ia juga menambahkan Hamas akan membayar harga yang sangat mahal.

Pernyataan ini bertentangan dengan laporan bahwa operasi militer Israel akan mereda dalam beberapa hari mendatang.

Izzat al-Rishq, juru bicara senior Hamas, mengatakan pernyataan Netanyahu adalah deklarasi kegagalan dan kekalahan.

“Netanyahu frustrasi dan kalah,” ujar Al-Rishq. “Pidato adalah upaya putus asa untuk meningkatkan semangat pasukannya di lapangan.”

Al-Rishq juga mengatakan Hamas akan menuntut tanggung jawab Israel atas pembantaian 1.600 lebih warga sipil di Jalur Gaza.

“Kami juga berjanji akan terus melawan, sampai blokade atas Jalur Gaza dicabut,” ujar Al-Rishq. (Baca: Pasukan Israel sudah mulai tarik mundur dari Gaza)