Benyamin Netanyahu ‘Ngebet’ Minta Gencatan Senjata, Bukti Kalah!

Diposting pada

Beberapa hari yang lalu, Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu dalam jumpa persnya mengatakan akan melakukan perang panjang dengan Hamas. Targetnya adalah sampai terowongan Hamas semuanya di hancurkan dan senjata Pejuang Palestina di lucuti. (Baca: Israel Nyatakan Perang Lama di Gaza, tapi Tentara Israel Tidak Siap!)

 

Gambar dan kabar Perdana Menteri Israel yang ngebet minta gencatan senjata di berlakukan

Namun kabar terbaru yang diterima, bahwa Menteri Luar Negeri Amerika, John Kerry mengatakan Netanyahu meminta untuk dilakukan gencatan senjata untuk tujuan kemanusiaan.  John Kerry juga mengaku dalam satu hari 5 kali di telpon sama Netanyahu untuk segera melakukan gencatan senjata.

Sedangkan bagi Hamas, tidak ada gencatan senjata tanpa persyaratan dari Pejuang Palestina di sepakati. Dan jika Israel tidak mau, maka dalam waktu dekat rakyat Palestina akan merayakan kemenangannya.

Seperti dilansir dari Info Palestina yang melaporkan, bahwa Anggota biro politik gerakan Hamas, Kholil Hayyah dalam keteranganya, Kamis (31/7) menyebutkan, satu-satunya solusi bagi Zionis adalah menerima persyaratan Hamas. Sementara itu, pemimpin senior Hamas, Mahmud Zehar juga mengatakan, rakyat Palestina akan merayakan kemenangan ini dalam waktu dekat. Di sisi lain, akan banyak pemerintahan Arab yang terpuruk akibat kemenangan tersebut.

Al-Qossam Tembak Entitas Zionis Dengan 146 Roket dan Bunuh 131 Serdadu

Brigade izzudin Al-Qossam, sayap militer gerakan perlawanan Hamas sore (31/7) kemarin mengumumkan, pihaknya telah melessakan roket-roketnya ke arah entitas Zionis selama hari kemarin sebanyak 146 roket, salah satunya menimpa Tel Aviv.

Dalam keteranganya, roket Al-Qossam menimpa Keryat Jat dan Ashkul dan menyebab sejumlah orang terluka dan yang lainya mati di tempat.

Selain itu, Al-Qossam berhasil membunuh 131 serdadu Zionis, sejak awal agresi darat Zionis, diluar mereka yang terbunuh di dalam kendaraan militernya yang diledakkan, seperti dikabarkan dari Info Palestina.

Mungkin hal ini yang membuat Netanyahu semakin bingung dan minta di lakukan gencatan senjata.

Gencatan Senjata Kemanusiaan Selama 72 Jam  

Akhirnya kemauan Netanyahu terkabul juga melalui PBB Washington sebagaimana yang di sampaikan Hamas.

Masih di lansir dari Info Palestina, bahwa Gerakan perlawanan Hamas menyebutkan, faksi-faksi Palestina semuanya sepakat menghentikan tembakanya selama 72 atas permintaan PBB dan Washington.

Juru bicara gerakan Hamas, Sami Abu Zuhri mengatakan, dalam rangka merespon seruan dari PBB mengingat kondisi rakyat, maka faksi-faksi perlawanan sepakar untuk melakukan gencatan selama 72 jam berlaku mulai jam 8 (delapan) pagi ini (1/8), sepanjang pihak Zionis berkomitmen.

Silahkan berkomentar