Analis Militer: Hamas Menang dan Israel Alami Kesulitan Melawan Hamas

Diposting pada

Kabar tentang sebuah pengakuan Analis Militer di Israel yang dimuat oleh Surat Kabar Israel yang bernama Zionis “Ma’arev” dan Analis itu bernama Ben Kasbit. Dalam laporannya, Analis Militer tersebut mengatakan bahwasanya harus diakui bahwa gerakan Hamas telah memenangkan dalam pertempuran ini.

Ben Kasbit tidak habis pikir, bagaimana bisa Hamas menyusup dan berhasil membunuh 10 tentara Israel (lihat vidoenya disini), padahal Israel sudah mengakui telah menghancurkan terowongan- terowongan yang dimiliki Hamas.

Kabar dari gambar Pengakuan Analis Militer bahwa Hamas menang di Gaza, dan Israel alami kesulitan

Seperti laporan yang di dapatkan Silontong dari Info Palestina (30/7), bahwa Ben Kasbit mempertanyakan bagaimana mungkin sel al Qassam berhasil menyusup melalui terowongan di daerah Nahel Oz dan membunuh sejumlah serdadu Zionis, meski pasukan Zionis tersebar sebelumnya di perbatasan  terowongan dan telah menghancurkannya.

Kasbit menyerang pimpinan politik Zionis dengan mengatakan, “Seharusnya situasinya bisa berbada seandainya Israel memiliki pemimpin hakiki yang kuat dan tegas, memiliki pengaruh dan kekuatan dukungan internasional serta mendapatkan kepercayaan luas di ranah internasional. Namun nampaknya pimpinan saat ini tidak memiliki semua itu.”

Dia menyatakan bahwa ancaman perdana menteri, menteri pertahanan dan kepala staf angkata bersenjata Zionis yang berjanji akan terus menghancurkan terowongan-terowongan, dalam keyakinan Kasbit, hal itu hanya akan membuat Komandan Umum al Qassam Muhammad Dhaif tertawa.

Dia menyatakan bahwa apa yang akan dialami oleh Israel ke depan jauh lebih sulit. Aksi di Nahel Oz yang menewaskan 10 serdadu Zionis, menurutnya itu hanya salah satunya saja sebagai bukti. Dia mengatakan, “Kita harus mencari titik lemah dan kekuatan gerakan Hamas serta menggempurnya dengan kuat. Bila kita tidak memiliki kemampuan melakukan itu maka tidak ada yang kita cari lagi, karena gempuran yang akan datang akan lebih sulit dan menyakitkan.”

Silahkan berkomentar