Kabar Benjamin Netayahu Terbaru dihujat Ribuan Warga Israel

Diposting pada

Apa jadinya jika perang mengalami kegagalan? Ya ini yang di alami oleh PM Israel, Benjamin Netayahu yang didemo dan di hujat ribuan warga Israel karena di nilai gagal melakukan aksi perang. Meningkatnya jumlah serdadu Israel yang tewas dan luka-luka, terhantuinya warga Israel dengan roket-roket Hamas menjadi indikator bahwa Netayahu gagal dalam perang yang berawal 8 Juli 2014 lalu.

Kabar dan Gambar ribuan warga Israel demo di Tel Aviv

Tentunya warga Israel sangat kecewa dengan kegagalan tersebut, jadi wajar jika mereka tumpah ruah di jalan untuk mengungkapkan sikap protesnya. Seperti dilansir dari MINA yang melaporkan bahwa, ada ribuan warga Israel di Tel Aviv pada Sabtu malam (26/7) berdemonstrasi menghujat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu setelah meningkatnya jumlah tentara yang tewas di medan tempur.

Televisi Channel-2 Israel memberitakan, kemarahan warga muncul akibat kebijakan Netanyahu melakukan serangan darat ke Jalur Gaza.

“Kami menolak kebijakan ini dan menuntut Netanyahu untuk menghentikan perang, segera!,” teriak warga.

Di dunia maya seperti pada website Saluran Zionisme dikabarkan, lebih dari 5 ribu warga ikut turun ke jalan dalam aksi demonstrasi.

“Kami tidak ingin lebih banyak yang mati,” ujar penyelenggara dalam jejaring sosialnya.

Menurutnya sudah banyak tentara yang tewas, belum yang terluka, roket-roket yang menghantui, ini semua kegagalan.

Media Israel Haaretz melaporkan, antara 3-6 ribu warga berkumpul di Rabin Square, Tel Aviv menyerukan diakhirinya perang Israel di Gaza.

Beberapa warga tampak memegang spanduk dan menyalakan lilin, berisikan tulisan “Maafkan kami”, di samping gambar korban Palestina dan Israel.

Sebelumnya, polisi Israel melarang warganya berdemonstrasi, karena khawatir ancaman serangan roket dari Jalur Gaza ke tempat terbuka.

Media International Business Times melaporkan, wartawan ikut turun ke jalan untuk mendokumentasikan aksi ujuk rasa tersebut.

Sebuah live streaming menunjukkan penyelenggara demonstrasi berbicara melalui pengeras suara di atas panggung menyerukan diakhirinya perang.

Tampak sebuah spanduk bertuliskan “Ada cara lain,” dalam bahasa Ibrani, Arab dan Inggris.

Partai Komunis Israel juga hadir dalam aksi demonstrasi. Mereka berbaris dengan membawa sebuah spanduk besar bertuliskan “Stop The War. End The Occupation.”

Seorang wanita memegang kertas spanduk dengan tulisan tangan yang mengatakan, “Kubur senapan, bukan anak-anak.”

Seorang wanita lain memegang spanduk bertuliskan, “Membunuh anak-anak, yang seharusnya dilindungi.”

Gambar korban Palestina tampak diletakkan di atas tanah halaman Rabin Square dikitari dengan ribuan lilin.

Aktivis Hak Asasi Manusia Elizabeth Turkov memposting foto ke Twitter yang menunjukkan kata-kata “Maafkan Kami”, dalam bahasa Ibrani dengan latar belakang 1.043 lilin, menandakan satu lilin untuk setiap korban Palestina dan Israel.

Pembaca yang budiman, lagi-lagi Silontong susah menemukan kabar tentang terjadi aksi protes warga Israel kepada PM Benjamin Netayahu yang di beritakan oleh Media Indonesia yang katanya profesional, tajam, aktual, terpercaya. Apakah ini sebagai tanda media di Indonesia sudah di kuasai Zionis?

3 komentar

  1. Hehehe gak duit utk bayar media mainstream kita. Maklum lah media mainstream kita bukan jurnalisme tapi pedagang berita, ada duit ada berita 🙂

  2. Ya… umumnya media-media di dunia termasuk di Indonesia dikuasai oleh Zionis. Saya sendiri pernah melihat berita live tv one di mana ketika wartawannya (Abdillah Onim) yg berada di Gaza menyatakan bahwa “sebenarnya korban di pihak Israel juga banyak tetapi ditutup-tutupi oleh pemerintah zionis” dan saat Abdullah Onim akan menyampaikan jumlah korban di pihak Israel, Abdullah Onim langsung diberi isyarat atau dibisiki agar tidak melanjutkan pernyataannya.

    1. Tapi dengan adanya media sosial, banyak juga informasi ttg kekalahan dan kelemahan Israel mudah di dapatkan. Dan blog Silontong sering juga mendapatkan informasi dari media sosial untuk jadi bahan menulis.

Silahkan berkomentar