Ribuan Warga Tel Aviv Aksi Protes Kebrutalan Israel, Banyak Media yang tidak merilis kabar terbaru itu, kenapa?

Diposting pada

Pada tanggal 19 juli 2014 sebenarnya terjadi aksi demonstrasi diwilayah Israel, Tel Aviv. namun banyak media yang ‘bisu’, mengapa? Ini menjadi tanya tanya besar, kenapa kalau ada gejolak di pihak Israel tidak semua media merilisnya menjadi berita, baik media Internasional maupun media lokal, khususnya media di Indonesia.

Kabar yg terbaru aksi protes di wilayah Israel, 19 juli 2014, banyak media yang tidak merilis

Seperti di lansir dari situs alalam.ir yang merilis aksi protes di Israel, Tek Aviv dan Haifa pada 19 Juli 2014 waktu setempat. Media tersebut memberitakan bahwa pada hari Sabtu, kekerasan bentrokan pecah antara pasukan keamanan Israel dan pro-Palestina demonstran di Israel Utara pelabuhan kota Haifa, terletak sekitar 90 kilometer (56 km) utara Tel Aviv.

Setidaknya ada minimal 30 orang lain ditangkap selama baku Hantam dengan polisi Israel.

Di tempat lain di Israel, ribuan pengunjuk rasa berbaris melalui Tel Aviv menunjukkan kemarahan mereka di serangan militer Israel terhadap penduduk Gaza mengepung yang dikutip Silontongcom.

Sayang sekali aksi protes tersebut mendapat tindakan refresif dari polisi Israel, padahal mereka sebagai warga berhak menyampaikan pendapat sebagai hak dasar rakyat.

Namun yang sangat di sayangkan adalah bungkamnya banyak media di Indonesia atas kabar terbaru ini. Menurut pantauan silontong hanya ada satu media online yang merilis berita ini, yaitu Inilah.com. Sementara media lain yang katanya ‘profesional’ begitu senang jika memberitakan tentang ‘korban jatuh di Gaza’, ‘serangan rudal Israel ke Gaza’, ‘Korban bertamba di Gaza’. Aneh bukan?#mikir.

Padahal jika media bisa objektif, maka di Israel juga mengalami kerugian yang serius dalam perang yang sudah berlangsung hampir 14 hari tersebut. Baik tentara Israel yang tewas, kerugian ekonomi Israel akibat perang, perpecahan di internal pemerintahan Israel, banyaknya warga Israel yang mengungsi tidur di kamp pengungsian, dan banyak lagi.

Menurut kesaksian dari wartawan Israel, bahwa mereka pun mendapat larangan untuk merilis berita tentang tentara Israel yang tewas, berdasarkan sumber dari Info Palestina.

Wartawan yang melawan akan mendapat ancaman dari pemerintahan Israel. Jadi media di Israel memberitakan fakta harus mendapat izin dari Zionis Israel. Artinya tidak boleh memberikan informasi yang sebenarnya.

Oke, itu terjadi di Israel, jauh nun disana. Lha kalau di negara Indonesia tercinta? Ada apa dengan ‘Wartawan’ dan ‘Media’ di Indonesia?#mikir.

sumber gambar: en.alalam.ir/news/1613514

3 komentar

  1. Saya mah dah gak percaya lagi ama media mainstream apalagi lokal punya.
    Paling2 Kalo cari berita bola, banjir, macet, bencana alam baru deh buka media mainstream online. Selain itu, semuanya berita SAMPAH!
    Bahkan klo perlu kampanyekan percaya ama media sama aja percaya ama SAMPAH. Maaf Kalo agak kasar kata2 nya 🙂

  2. Dari berita yang anda tulis selalu mengatakan bahwa media Indonesia tidak mempublikasikan kerugian pihak Israel dan hanya mempublikasikan pihak Palestina memang ada yang salah #MIKIR# emang apa untungnya mempublikasikan kerugian Israel wong dia sendiri ndak punya otak menyerang warga tak berdosa.

    1. Ya, sudah saya pikir, makanya saya menulis ttg kerugian di pihak Israel. Karena kerugian Palestina sudah banyak yang nulis. Untuk apa saya tulis yang sudah banyak ditulis.

Silahkan berkomentar