3 Keanehan ‘Real Count’ Situs KawalPemilu.org, telah membuat opini sesat

Diposting pada

Siapa dalang situs ‘real count’ KawalPemilu.org ? Banyak dijumpai keanehan dalam situs KawalPemilu.org yang berhasil silontong pantau. Memang, rakyat Indonesia wajar jika mau mengawal suara Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 dan itu harapan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Namun proses mengawal tentu berbeda dengan menggiring. Inilah yang dilakukan oleh situs KawalPemilu.org yaitu coba menggiring opini, bukan sesuai fakta yang sesungguhnya.

Oke berikut adalah beberapa keanehan dari Situs KawalPemilu.org yang berhasil silontong temukan.

Bukti situs kawalpemilu.org adalah hoax dengan mudah bisa dibuktikan

#1. Pemilik / owner domain tidak jelas.

Beda dengan lembaga survei yang melakukan hitung cepat, semua orang tahu siapa pemilik atau pengurus lembaga tersebut. Jadi kita bisa menilai kredibilitasnya, bahkan ada beberapa lembaga survei yang pengurusnya adalah tim sukses capres tertentu. Nah, inilah yang membuat orang menjadi tidak percaya dengan hasil hitung cepat atau Quick Countnya.

Sedangkan situs KawalPemilu.org tidak tahu siapa pemiliknya. Hal ini memunculkan dugaan bahwa yang punya tidak jujur dan percaya diri kepada publik. Anda bisa lihat disini https://who.is/whois/kawalpemilu.org. Sudah begitu kok coba mengaku melakukann real count atau hitung nyata pula. Sebenarnya tidak salah jika mau terbuka dan jujur kepada rakyat Indonesia. Kalau pemilik situsnya saja rakyat tidak tahu, bagaimana bisa mau dipercaya.

#2. Lemahnya sistem yang dibangun.

Memang di katakan bahwa data yang diinput adalah berdasarkan dari relawan pasangan no.1 (Prabowo-Hatta) atau pasangan no.2 (Jokowi-Jusuf Kalla). Namun yang terjadi adalah tidak semua bisa melakukan input data, dan hal ini di alami oleh seorang yang mengaku mengalami kesusahan dalam memasukkan data. (baca lengkap disini). Dengan begitu, bisa disimpulkan bahwa hanya orang yang sudah di ‘restui’ saja oleh admin untuk bisa menginput data. Dan ini yang membuat orang semakin curiga, siapa sajakah orang yang bisa menginput data tersebut? Apa saja syaratnya. Jika merujuk kepada peraturan yang dibuat, bahwa setiap orang bisa melakukan input data, namun faktanya tidak bisa.
Nah, lemahnya sistem situs KawalPemilu.org sudah diakui sendiri oleh empunya, seperti tertera dalam lama fanpagenya https://www.facebook.com/pages/Kawal-Pemilu-2014/1452601258341836.
Inilah kelemahan dari situs kawalpemilu.org yang sudah diakui oleh pengelolanya
#3. Waktu input yang terlalu cepat, 5 hari selesai.

Situs tersebut mengatakan bahwa independen untuk kepentingan demokrasi, namun pekerjaannya yang memakan waktu 5 hari selesai adalah cerminan bahwa situs tersebut tidak independen. Seperti kejar tayang, KPU kalah. Kabar yang beredar, bahwa relawan yang input data ada 700 orang. Sementara jika ada TPS berjumlah 472.672 / 700 orang berarti 1 orang mengerjakan sebanyak 672 TPS. Adakah relawan yang mau mengerjakan hal seperti ini, kalau tidak dibayar, ya mungkin ada, tapi kalau gratis dalam waktu 5 hari?#mikir.

Seperti tergesa-gesa dalam pekerjaannya, silontong jadi teringat bahwa pekerjaan yang dilakukan dengan tergesa-gesa adalah pekerjaan setan. Menurut sumber dari situs ini https://who.is/domain-history/kawalpemilu.org, situs kawalpemilu.org mulai aktif tanggal 11 juli 2014 dan sampai 16 Juli 2014 data yang masuk sudah 95.69%. Wow..!! Semua data berasal dari relawan.

Update terbaru..!!

Keanehan juga ditemukan disitus tersebut mengenai tabelnya, banyak kerancuan. Baca lengkap disini ya.

Pembaca yang budiman;

Semuanya di kembalikan kepada kita sebagai pembaca untuk menilai dengan objektif. Jangan sampai nalar kritis kita tidak muncul dalam menerima informasi. Bisa saja Anda percaya dengan situs tersebut, namun tidak salah jika Anda pelajari sistemnya. Siapa pemilik situsnya? Mengapa tidak semua orang bisa menginput data? Data yang diinput kok bisa 5 hari saja (tergesa-gesa pekerjaan setan)? Sementara KPU tidak secepat itu? Lebih jauh lagi siapa saja relawan yang menginput data? Orang atau bukan? Jujur atau tidak? Dimana rumahnya? Bahkan ada yang sampai menelusuri siapa dibalik situs tersebut, apakah ada pendana khususnya.

Tidak salah jika kita bertanya tentang hal yang mau kita dapatkan kebenarannya. Seperti yang dilakukan oleh pemilik akun twiter @Fresssha yang coba menguliti situs kawalpemilu.org, Anda bisa baca lengkap disini.

Pertanyaan sederhana yang muncul adalah situs kawalpemilu.org memang mengawal atau menggiring opini ya?

Akhirnya, kita semua orang yang taat hukum dan lembaga yang berwenang untuk mempublikasikan hasil suara pemilihan presiden (pilpres ) 2014 adalah KOMISI PEMILIHAN UMUM (KPU). Lebih baik kita merujuk kepada KPU saja, kenapa? Karena kita orang yang tahu dan paham aturan hukum. Ingat, KPU sudah menghabiskan dana sekitar 20 Triliun untuk menyelenggarakan Pemilu, dan itu semua uang rakyat. Anda ada komentar?

3 komentar

  1. Saya mendengar dari Metro TV, situs Kawalpemilu.org bermerkas di Singapura yang di Rilis oleh Mahasiswa yang Kuliah disana, tapi siapa dia dan benar atau tidak rilis C1 tersebut hanya Tuhan yang tau. Dan memang sebaikmyaa Kita menunggu saja pengumuman dari KPU.

Silahkan berkomentar