Fadli Zon penyebab isu Jokowi Komunis Menyebar, Kata Pramono Anung

Diposting pada

Isu yang mengatakan Jokowi Komunis kini semakin menyebar. Tentu tuduhan ini dibantah oleh Jokowi – Jusuf Kalla, apalagi stasiun TV One sampai memberitakan isu tersebut (lihat videonya disini). Kini kantor TV One pun menjadi sasaran amukan massa pendukung Jokowi. Dan Jokowi malah membela aksi anarkis tersebut. Atas sikap Jokowi yang membenarkan tindakan anarkis, elektabilitas Prabowo-Hatta makin melambung tinggi, karena banyak yang menilai bahwa Jokowi gagal paham masalah peraturan dan hukum.Hubungan Revolusi Mental ala Jokowi diidentikkan dengan komunis oleh Fadli Zon

Selain itu Pramono Anung menyebutkan bahwa Fadli Zon-lah yang menggaungkan isu Jokowi ada kaitan dengan komunis. Dengan menghubungkan konsep Revolusi Mental dengan paham Karl Max.

Berikut pernyataan Anung yang dikutip dari aktual.co oleh silontong.com

Pertama, ucapan Sekretaris Timses Prabowo-Hatta yakni Fadli Zon yang mengatakan Bapak Komunis Karl Marx menggunakan istilah Revolusi Mental pada tahun 1869 dalam karyanya ‘Eighteenth Brumaire of Louis Bonapartem’.

Kedua, juru debat Prabowo-Hatta yakni Kivlan Zen menuding ada ideologi komunis di belakang Jokowi, Kamis 6 Juni 2014 lalu. Kivlan mengatakan, ‘Ada foto-foto Jokowi yang bertuliskan Kawan Jokowi. Sebutan kawan itu sama-sama sebutan Kamerad, itu bau-bau PKI, bau-bau Komunis’.

Ketiga, timses Prabowo-Hatta yakni Letjen Purn Suryo Wibowo yang meminta agar NU waspada dengan kebangkitan PKI yang pasti terjadi bila Joko Widodo menjadi Presiden. Ucapan ini disampaikan di Surabaya, Senin (30/6) lalu. Suryo juga menuding kampanye pendukung Jokowi-JK di Yogyakarta bertindak brutal, mirip komunis, Kamis (19/6).

Keempat, lanjut Pramono, media televisi swasta nasional yakni TV One terus-menerus memberitakan dugaan keterkaitan PDI Perjuangan dengan PKI. Sementara data dan fakta yang disuguhkan tidak berdasar sejak ditayangkan pada 30 Juni hingga 2 Juli 2014.

“Faktanya, kembalinya isu PKI yang digulirkan justru mengingatkan kita pada pembelokan sejarah di Era Orde Baru, dan tidak menutup kemungkinan kubu lawan membawa misi menghidupkan kembali Era Orde Baru,” kata Pramono yang juga Wakil Ketua DPR ini.

Mengenai tuduhan ini, sampai berita ini diturunkan (04/07) belum ada jawaban dari wakil ketua Partai Gerindra tersebut.

Silahkan berkomentar